Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4 Serang Banten. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4 Serang Banten. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2019

Tenyata, Kulit Buah Naga Berkhasiat!

Pasti kalian pernah kan memakan buah ini. Buah Populer yang memiliki 2 warna daging yang berbeda, Ungu dan Putih. Rasa buah yang legit,manis menjadi favorit bagi orang-orang yang mencicipinya. Bahkan buah ini disukai dikalangan manapun.

Tapi, tahukah kalian? Ada manfaat yang tersembunyi dibalik kulit buah naga . Sering kali setelah memakan buah naga kulitnya yang tebal itu dibuang.

Nah, simak beberapa hal berikut. Ada beberapa manfaat yang bisa kita ambil dari buah ini.

  1. Melembabkan Kulit Wajah.

Kulit wajah kering terkadang menjadi masalah bukan ? , terlebih perempuan. Nah selain rajin cuci muka atau pakai pelembab. Kulit buah naga ini bisa dimanfaatkan.

Caranya cukup blender dan gunakan di wajah sebagai masker.

  1. Mencegah Kanker

Kanker merupakan penyakit yang berbahaya dan mematikan di duia jika tidak bisa diobati. Maka dari itu, Lebih baik menghindari. Salah satu caranya dengan cara mengkonsumsi obat-obatan herbal.

Kulit buah naga bisa membantu memperlambat pertumbuhan kanker. Cukup jemur kulit buah naga yang sudah dipotong kecil-kecil dan seduh menjadi teh kulit buah naga dan Konsumsi secara rutin

 

  1. Mendeteksi kandungan Boraks atau Formalin

Sering kali kita temui banyak sekali makanan-makanan yang memiliki kandungan yang berbahaya, demi makanan lebih awet,lebih menarik,atau apapun.

Kandungan berbahaya ini biasa digunakan pedagang kaki lima dengan mencampurkan makanannya dengan boraks atau formalin. Kandungan yang tidak layak dicampurkan ke makanan ini lebih dipilih oleh pedagang karena harganya terjangkau tanpa memikirkan efek yang sangat berbahaya.

Dengan Kulit buah naga, makanan yang berbahaya bisa di deteksi.

Caranya, Siapkan Buah naga yang sudah diiris, campurkan dengan air tawar dan perasan jeruk nipis. Ketika Air beruba menjadi warna Merah. Celupkan Tisu, jika tisu itu berwarna merah maka makanan itu mengandung boraksa atau formalin. Jika tisu itu kembali putih makan makanan itu aman.

4. Mengatasi Penyempitan Pembuluh Darah

Biasanya, jika hal ini dibiarkan dapt meyebabkan penyakiit-penyakit berdatangan, misalnya hipertensi,serangan jantung dsb. Untuk mengatasinya penyempitan pembuluh darah ini biasanya menggunakan obat-obatan kimia.

Nah, dengan Kulit buah naga ini sudah diteliti bahwanya kulit buah naga megandung senyawa yang memiliki peran mampu melenturkan pembuluh darah.

Cukup dengan mengkonsumsi kulit buah naga tiap hari maka dapat menghindari penyempitan pembuluh darah

(Anjali)

Sabtu, 02 Februari 2019

Kunjungan Santriwati Tsurayya Darunnajah 4 Ke Darunnajah 2 Cipining.

( 24 /01/2019 ) Di Pagi Hari yang Mendung di Bumi Tsurayya. Sejumlah 6 Orang Santri sudah bersiap  dengan seragam andalan batiknya berkumpul didepan rayon Kampus 2 Tsurayya. Hari itu mereka ingin bersiap-siap berangkat kunjungan ke Darunnajah 2 Cipining bermaksud untuk menyambung Silaturahmi dan Study Banding.

Kunjungan ini bertepatan pada hari Rabu 23Januari 2019 dengan jumlah pesertanya terdiri dari 2  santri putri disertai 2 pembimbing.

Tujuan dari kunjungan ini adalah ingin mengetahui tentang kepengasuhan di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining , ingin memperkenalkan sistem Pendidikan Pesantren yang ada di Darunnajah 2 Cipining.

Kegiatan Ini berlangsung selama 4 hari. Para Santriwati ini diajak untuk mengikuti semua rangkaian kegiatan sehari-hari Santri Putri Darunnajah 2 Cipining. Berikut kegiatan-kegiatan yang diikuti oleh Santriwati Darunnajah 4

1. Pramuka 

Kebetulan sekali mereka datang di hari Rabu. Hari dimana Santriwati Darunnajah 2 Cipining mengadakan latihan pramuka. Para santriwati ini mengikuti Pramuka dengan bersama menerima materi bahkan ikut yel-yel bersama.

2. Mengunjungi Santri Bakery 

Mereka juga dilibatkan langsung untuk belajar membuat bagaimana Roti itu diproduksi . Dari mulai adonan itu dibuat, dipanggang, dan di bungkus untuk siap dikonsumsi. Bahkan mereka juga mencicipi roti buatan mereka sendiri.

3.Memanah

Terlihat para santriwati Tsurayya sedang belajar memanah di lapangan basket Kampus 1 Darunnajah 2. Mereka sangat berkonsentrasi mendengar arahan yang langsung dibimbing oleh Ust.Ali Fauzi.

Hal ini akan menhadi pengalaman baru bagi mereka mengingat disana belum ada ekstrakulikuler memanah.

4. Belajar menanam tanaman hidroponik.

Kemudian belajar menanam tanaman hidroponik. Ini juga menjadi pengalaman baru dan sangat berguna bagi mereka. Tanaman hidroponik tidak membutuhkan lahan banyak dan sangat mudah dibuat.

Kali ini mereka diberi penjelasan oleh Ustad Prasda yang sudah ahli mengolah tanaman hidroponik ini. Sangat menarik sekali penjelasan yang dipaparkan oleh beliau. Menjadi oleh2 bagi mereka yang mungkin akan membuat tanaman hodroponik dipesantrennya.

5.Membantu masak di Dapur 

Sebagai wanita memang seharusnya bisa masak bukan? Jika di Pesantren Darunnajah 2 Cipining piket dapur dalam rangka membantu sekaligus belajar memasak itu hanya ada di kelas 5 TMI.Kali ini, santriwati Darunnajah 4 merasakannya di kelas 1 Tsanawiyah. ekslusif hanya mereka. Keren kan?

Dan banyak sekali kegiatan-kegiatan yamg menarik yang duikuti oleh Santriwati Tsurayya selama 4 Hari. Semoga menjadi manfaat.

 

(AJR)

Senin, 28 Januari 2019

Cara Menghindari Demam Panggung

Seringkali kita merasa  deg-degan hebat ketika diatas panggung bukan ?  Grogi, panic,gugup atau semacamnya. Biasanya, hal ini ditandai dengan anggota tubuh yang gemetar hebat karena tidak biasa dengan pemadangan  yang asing, dihadapi orang banyak tentunya.Berikut ada sedikit  cara menghadapi demam panggung.Terlebih kita menaiki panggung termasuk orang yang jarang. Bahkan, kegugupan ini juga kadang dirasakan oleh orang yang sering kali naik diatas panggung. Berikut adalah sedikit cara untuk mengatasi bagaimana cara menghindari demam diatas panggung.

1. Berdoalah.

Tidak ada yang mengira ketika persiapan semua sudah disiapkan tapi kita lalai bahkan meremehkan  suatu kekuataan yakni berdo’a  persiapan itu akan lenyap mungkin? Bisa saja seketika lupa dengan semua apa ingin dibicarakan,Nauzubillah, atau dengan  suatu kejadian yang tidak diinginkan yang lain. Maka dari itu, iringilah suatu pekerjaan dengan berdoa dan selalu libatkanlah urusanmu dengan Allah SWT. Semoga apa dikerjakan dinilai ibadah.

2. Buang Jauh Rasa Pesimis

Seiring berjalannya waktu, selama kita latihan, pasti ada saja pikiran yang datangnya dari syaitan untuk menghasutmu dengan segala upaya. Dengan membayang—bayangi kamu dengan hal-hal yang aneh-aneh misalnya. Berhenti ketika tampil karena lupa, Gemetar hebat sampai tak terkontrol, atau apapun.  Pikiran-pikiran aneh itu yang membuat kita jadi pesimis. Percayalah pikiran pesimis itu datangnya dari syaitan yang ingin mengganggu kita. Maka, buang jauh- jauh rasa kepesimisan itu.

3. Pastikan Siap Segalanya, Mental maupun Fisik.

Sebelum tampil, biasanya kita seringkali menghitung mundur waktu menuju hari H . Sering kali berlatih sampai lupa waktu demi menampilkan nyang terbaik. Tapi, jangan juga kita sampai lupa dengan kondisi fisik kita demi mempersiapkan mental, begitu juga sebaliknya. Karena, dua-duanya  harus seimbang ketika kita akan tampil. Jadi, makan yang teratur, tidur yang cukup, dan latihan yang ekstra juga harus diporsir sesuai dengan porsinya.

4. Tarik Nafas Panjang

Untuk merilekskan jantung kita agar kembali normal salah satunya dengan cara menarik nafas panjang. Bisa juga menghilangkan rasa deg-degan  walaupun tidak hilang sepenunhnya.Tapi, cobalah dengan tarik nafas panjang sebelum memulai latihan dan ketika ingin tampil.

5.Anggaplah Audience Seperti Batu.

Mungkin ini seringkali kita dengar, walaupun terkadang nyatanya tidak bisa kita bayangkan.Manusia-manusia didepan mata kita ini benar-benar batu atau apapun. Tapi setidaknya, ini membuat pikiran kita tidak terlalu memikirkan manusia-manusia yang ada di depan kita. Apakah dia akan membicarakn kita atau tidak, kita tidak perlu memikirkan. Yang penting kita sudah menampilkan yang terbaik. Ada juga yang menganggap audience-audience ini seperti batu.

6.Seringlah Berlatih.

Ini Pasti Sering kali dilakukan dengan kita. Terlebih mungkin teks baru atau penampilan-penampilan yang sebelumnya belum pernah kita tampilkan. Kita akan sering berlatih. Pertama supaya hafal. Kedua, supaya tidak mengecewakan diri sendiri dan orang lain yang melihat kita tampil. Namun, tidk jarang juga penampilan yang sebelumnya pernah kita tampilkan akan ditampilkan lagi. Nah, biasanya kita sedikit meremehkan. Entah karena masih hafal, ataupun menganggap itu tinggal dilancarkan dan dilakukan dekat-dekat hari. Sedangkan Practice make Perfect. Kemungkinan besar dengan meremehkannya kita bias jadi kita lupa bahkan tidak ingat samasekali. Bukankah lebih bagus ketika kita tampil dengan lancer, hafal, dan tidak gugup.? Maka, sering-seringlah berlatih.

7.Hindari Kontak Mata dengan Audience

Ketika sudah diatas panggung ada beberapa hal yang harus diperhatikan supaya terhindar dari sesuatu yang tidak diinginkan. Salah satu contohnya yaitu hindari kontak mata dengan audience. Tataplah kedepan  seolah-olah kamu melihat mereka, tapi tidak dengan menatap matanya. Karena bisa dipatikan akan terjadi gugup bahkan lupa. Cukuplah dengan memandang kepalanya atau apapun yang audience kira akan menatapnya. Dan itu aakan menambah kepercaya dirian kita.

8. Teriak Sepuasnya.

Siapa yang pernah melakukan hal seperti ini, di sebelum penampilan atau setelah penampilan. Teriak juga kadang menjadikan kita rileks. Mungkin agar tidak gugup bisa saja kita teriak-teriak sebelum penampilan. Pastinya tidak dengan teriakan yang aneh-aneh. Cukup  Aaaaaaaaaaa! Agar merasa plong ketika ingin tampil. Ataupun, Setelah kita tampil. Mungkin teriak setelah tampil menggambarkan rasa kelegaan kita. Karena kita sudah berlatih semaksimal mungkin.  Atau bahkan dua-duanya, mungkin bisa lega karena suatu kejadian bisa terlewati dengan proses yang sangat panjang.

9. Jangan Takut Salah.

Terkadang kita ingin sekali menampilkan yang sempurna, Namun manusia tak luput dari kesalahan dan kesempurnaan, Karena kesempurnaan hanyalah milik Allah SWT. Tidaklah menjadikan kita selalu salah dimata orang lain jika hanya berbuat salah sekali dua kali. Ataupun jika hal itu terjadi, orang lain tidak akan mengingat sepanjang masa kesalahanmu. Dan itu juga akan menjadi intropeksi untuk diri sendiri, belajar dari kesalahan. Maka dari itu, jadikan kesalahnmu sebagai pengalaman untuk tidak mengulanginya lagi dan mencoba lebih baik.

 

Diatas beberapa hal yang bisa diperhatikan ketika kita ingin tampil didepan khalayak ramai. Jangan lupa penampilan juga memengaruhi sudut pandang orang lain terhadap dirimu. Jadi, semoga ini bermanfaat dan dapat dijadikan referensi agar menghindari demam panggung. Ingatlah, jangan merasa sempurna jangan juga merasa puas. Karena kodratnya manusia diciptakan dengan ketidakpuasan.

 

( AJR)

Jumat, 14 Desember 2018

3 Cara Untuk Mengobati Nafsu Syahwat Dalam Diri

Ketahuilah bahwa yang menurunkan penyakit adalah yang menurunkan obat kesembuhannya.

Sabar itu walaupun berat, namun menghasilkan dengan beberapa campuran seperti ilmu dan amal. Maka ilmu dan amal adalah campuran-campuran yang dipakai sebagai obat penyakit hati.

Setiap penyakit memerlukan ilmu dan amal. Dan sebgaimana bagian-bagian sabar itu bermacam-macam, maka bagian-bagian penyakit yang mencegah sabar itu bermacam-macam pula.

Apabila orang memerlukan kepada sabar dari nafsu syahwat bersetubuh dan nafsu syahwat telah menguasainya dimana ia tidak dapat menahan kemaluannya, tetapi tidak dapat menahan hati dan jiwanya.

Nafsu syahwat senantiasa membisikannya untuk berpaling dari kerajinan dzikir, berfikir dan amal-amal yang shaleh.

Seperti yang telah diuraikan diatas bahwa sabar adalah ibarat dari bergulatnya pendorong agama dengan pendorong hawa nafsu. Dimana salah satunya saling mengalahkan yang lain.

Untuk itu kita harus memperkuat pendorong agama dan melemahkan pendorong nafsu syahwat.

Cara melemahkan dorongan nafsu syahwat, ada tiga perkara :

  1. Bahwa kita harus memperhatikan makanan yang dapat menimbulkan atau mebguatkan nafsu syahwat.
  2. Maka kita harus menjaga diri dari daging dan makanan yang membangkitkan nafsu syahwat.

Memutuskan sebab-sebab yang membangkitkan nafsu syahwat. Salah satu pendorong nafsu syahwat itu dapat bangkit melalui pandangan, dan tempat yang dapat membangkitkan nafsu syahwat.

Karena memandang itu dapat menggerakkan hati dan hati itu dapat menggerakan nafsu syahwat.

Untuk itu dapat diatasi dengan cara menjaga diri dari tempat dugaan jatuhnya pandangan kepada gambar yang menimbulkan nafsu syahwat dan lari dari padanya secara keseluruhan.

  1. Nikah adalah pengobatan yang sangat berguna bagi kebanyakan orang. Sesungguhnya memutuskan makanan dapat melemahkan perbuatan yang lain, namun tidak selamanya memutuskan makanan dapat mengalahkan nafsu syahwat bagi orang laki-laki. (DN4/SipaNP)

 

Sifat Sabar Membedakan Antara Manusia, Hewan dan Binatang

Sabar adalah salah satu kedudukan yang mulia bagi orang-orang yang menempuh jalan menuju Allah Ta’ala.

Kedudukan agama dapat disusun menjadi :

Ma’rifat : adalah pokok yang menimbulkan hal ihwal

Hal Ihwal : membuahkan amal perbuatan

Amal perbuatan

Ma’rifat : adalah pokok yang menimbulkan hal ihwal dan hal ihwal membuahkan amal perbuatan amal perbuatan.

Jika Ma’rifat di ibaratkan seperti pohon, maka hal ihwal adalah dahannya, dan amal perbuatan itu seperti buahnya. Ini berlaku kepada semua kedudukan orang-orang yang menuju jalan Allah Ta’ala.

Demikian sabar pula itu tidak dapat di sejajarkan dengan ma’rifat itu sendiri. Dan amal perbuatan adalah seperti buah-buahannya.

Yang membedakan antara manusia, hewan, dan Malaikat :

Sabar hanya diberikan bagi manusia karena sabar tidak diberikan pada binatanga dan Malaikat. Pada binatang tidak diberi sabar,karena itu sebagai kekurangannya, sedangkan pada malaikat sebgai kesempurnaannya.

Binatang adalah makhluk yang tunduk oleh hawa nafsu syahwatnya. Semua gerak dan tindakan nya dibangkitkan oleh nafu syahwatnya, oleh karenanya binatang tidak dapat menjadi sabar.

Malaikat A.s diciptakan semata-mata untuk rindu dan ta’at kepada hadhirat Tuhan. Karena malaikat tidak diberi nafsu syahwat, menjadikannya makhluk paling patuh ada tuhan yang agung.

Pada usia masih anak-anak, manusia diciptakan dalam keadaan mirip seperti binatang, hanya memiliki nafsu syahwat makan yang ia perlukannya, bermain dan berhias, lalu berkembang diberikan nafsu syahwat nikah secara tertib.

Sabar itu diibaratkan seperti peperangan, dimana salahsatunya saling meniadakan untuk mendapatkan apa yang dikehendaki.

Peperangan antara penggerak agama dan penggerak hawa nafsu, dimana keduanya silih berganti dalam kemenangan. Sedangkan medan pertempuran terjadi dalam hati manusia.

Bala bantuan penggerak agama berasal dari malaikat yang menolong tentara Allah Ta’ala dan bala bantuan penggerak nafsu syahwat itu adalah dari syathan yang menolong musuh-musuh Allah Ta’ala.

Maka sabar adalah teguhnya dorongan agama dalam menghadapi dorongan nafsu syahwat. Kalau sabar itu tetap sehingga mengalahkan nafsu syahwat, maka ia telah menolong tentara Allah dan ia dimasukkan dalm kelompok orang-orang sabar.

Kalau penggerak agama lemah sehingga ia dikalahkan oleh nafsu syahwat dan ia tidak sabar untuk menolaknya, makak ia dimasukkan dalam golongan pengikut syaitan.

Jadi meninggalkan perbuatan yang didorong oleh nafsu syahwat dinamakan sabar.

Teguhnya penggerak agama adalah sebuah keadaan yang dihasilkan oleh ma’rifat (pengertian) dengan cara memusuhi nafsu syahwat dan melawannya untuk kepentingan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. (DN4/SipaNP)

 

Cara Melaksanakan Sholat Walaupun Dalam Keadaan Sakit

orang yang sakit atau berhalangan, yang tidak dapat mengerjakan shalat dengan sempurna, tetap ia berkewajiban mengerjakannya.

Apabila tidak kuasa melakukan shalat dengan berdiri, sebab pusing atau datas kapal yang sedang bergerak, atau dikarenakan sakit yang menyebabkan tidak kuasa untuk berdiri, maka shalatnya cukup dengan duduk.

Orang yang shalat dengan duduk, maka ruku’ nya cukup dengan membungkuk sambil duduk, dan sujudnya dapat dilakukan seperti biasa.

Apabila tidak dapat shalat dengan duduk, cukuplah dikerjakan dengan berbaring (menelentang atau miring).

Cara shalat dengan menelentang itu, kepalanya agak ditinggikan, telapak kaki menghadap kiblat. Dan boleh pula dikerjakan dengan posisi miring, badan sebelah kanan dibawah, muka dan dada menghadap kiblat.

Orang yang shalat dengan berbaring (menelentang atau miring). Segala ruku’ dan sujudnya cukup dengan isyarat. Isyarat lebih rendah atau lebih sangat dari pada isyarat ruku’

Isyarat itu apabila tidak dapat, boleh dengan pelupuk mata saja. Bahkan sekiranya semua itu tidak dapat dikerjakan, maka boleh dikerjakan dengan apasaja yang mungkin meskipun dengan isyarat seluruhnya.

Pendeknya orang yang telah berkewajiban shalat lima kali seharii itu, tidak boleh meninggalkannya selama masih ada ingatan dan tidak lupa atau tidur.

Orang yang lupa, setelah ingat wajib pula mengerjakannya. Orang yang tertidur apabila telah bangun wajib pula mengerjakan shalat yang tertinggal itu.

Itulah cara bagaimana Allah sangat mewajibkan Shalat dan dilarang keras untuk meninggalkanya. Dengan cara-cara itulah bukti bahwa shalat adalah pokok pertama dalam hidup kita. (DN4/SipaNP)

 

PESANTREN DENGAN GRATIS BIAYA SPP DAFTAR SEKARANG

 

Sunat-sunat Yang Harus dilakukan Saat Hendak Sholat Jum’at

Shalat jum’at adalah shalat dua raka’at pada hari jum’at pada wakatu dzuhur sesudah dua khutbah.

Orang yang telah menjelankan shalat, tidak perlu lagi menjalankan shalat dzuhur pada hari itu.

Shalat jum’at itu hukumnya fardlu ‘ain bagi laki-laki dewasa, tidak dalam bepergian dan bukan budak belian.

Syarat-syarat-Nya :

  1. Diadakan dalam kampung, yakni di tempat yang ramai tidak ditempat yang terpencil
  2. Dilakukan dengan berjama’ah
  3. Dilakukan pada waktu dzuhur
  4. Didahului oleh dua khutbah

Rukun khutbah :

  1. Memuji Allah pada khutbah pertama dan kedua
  2. Membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW..
  3. Member nasehat (wasiat) agar hadirin takut (taqwa) kepada Allah
  4. Membaca ayat Al-Qur’an
  5. Berdo’a untuk orang-orang mukmin pada khutbah yang kedua

Syarat khutbah :

  1. Dikerjakan dalam waktu dzuhur
  2. Khatib harus suci dari hadas dan najis
  3. Khatib menutupii ‘aurat
  4. Dengan berdiri
  5. Dengan duduk antara dua khutbah

Sunat dalam khutbah

  1. Berkhutbah dari atas tempat yang lebih tinggi, umpamanya mimbar dan sebagainya.
  2. Dengan suara yang keras (terang) dan dengan lancar
  3. Member salam sesudah naik keatas mimbar

Sunat- sunat dalam shalat jum’at :

  1. Mandi
  2. Membersihkan badan, dan pakaian potong kuku dan sebagainya.
  3. Berhias dengan pakaian terbaik
  4. Memakai wangi-wangian
  5. Bersegera datang ke masjid
  6. Tenang diwaktu khatub berkhutbah

Halangan shalat jum’at

  1. Sakit
  2. Hujan lebat

Lalu, bagaimana cara mengerjakan shalat jum’at tersebut ???

Cara melakukan sholat Jum’at. (DN4/SipaNP)

 

PESANTREN DENGAN GRATIS BIAYA SPP DAFTAR SEKARANG

Kamis, 13 Desember 2018

Cara Mengerjakan Sholat Jum’at

Apabila seorang hendak mengerjakan shalat Jum’at, lebih dahulu mandi membersihkan gigi, rambut, kuku, serta pakaian yang paling baik dan bersih, dan juga memakai wangi-wangian yang sedap jika ada, kemudian berangkat ke mesjd.

Di mesjid lebih dahulu shalat sunah dua rakaat (Tahiyyatul Masjid) kemudian duduk ditempat yang terdekat dengan khatib atau imam, dengan tenang tiada beromong-omong, sampai selesai khutbah.

Apabila telah sampai waktu dzuhur datanglah khatib atau imam yang hendak berkhutbah, dengan memberi salam kepada hadirin kemudian duduk.

Ketika itu bilal atu muadzin menyerukan adzan, setelah selesai adzan teruslah khatib berkhutbah sebagaimana mestinya.

Sebaiknya rukun-rukun khutbah itu dibaca dalam bahasa arab, sedang nasehat-nasehat lain dalam bahasa yang dimengerti oleh hadirin (bahasa Indonesia atau bahasa daerah).

Selesai khutbah pertama, duduklah khatib itu sebentar, kemudian berdiri lagi membacakan khutbah yang kedua sehingga selesai.

Sesudah itu bilal menyerukan iqamah, dan imam pun berdiri dan makmum ikut berdiri berbaris-baris di belakangnya. Shalat Jum’at dilaksanakan hingga selesai.

Pada shalat jum’at ini, imam mengeraskan bacaan fatihah dan ayat-ayat yang dibacanya. (DN4/SipaNP)

PESANTREN DENGAN GRATIS BIAYA SPP KLIK DISINI

Sebab-sebab Yang membolehkan Tayammum dan Cara Bersuci Dengan Cara Tayammum

Tayamum adalah salah satu cara bersuci, sebagai ganti berwudlu atau mandi, apabila berhalangan memakai air.

Sebab-sebab yang membolehkan tayamum itu adda dua perkara :

  1. Tidak ada air
  2. Sebab sakit yang tidak boleh kena air.

Syarat Tayamum

  1. Adanya udzur atau halangan yang membolehkan tayamum.
  2. Telah masuk waktu shalat
  3. Mencari air terlebuh dahulu, bagi sebabnya ketiadaan air.
  4. Dengan debu yang suci.

Rukun tayamum

  1. Niat, yakni sengaja bertayamum, agar sah shalatnya karena Allah Ta’ala
  2. Mengusap muka dengan debu tanah, dari tangan yang baru dipukulkan atau dilekatkan ke debu.
  3. Mengusap kedua tangan atau siku, dengan debu tanah dari tangan yang baru dipukulkan atau dilekatkan ke denu, jadi dua kali memukul.
  4. Tertib, yakni berurutan menurut aturan tersebut.

Sunat tayamum

  1. Membaca basmallah
  2. Mendahulukan anggota kanan
  3. Menipiskan debu di telapak tangan
  4. Berturut-turut, yakni tidak diselingi oleh antara yang lama.

Yang membatalkan tayammum

  1. Semua yang membatalkan wudlu
  2. Melihat air bagi yang sebabnya ketiadaan air
  3. Karena murtad atau kafir

Sesudah tayammum boleh atau sah mengerjakan shalat fardlu sekali saja, dan seterusnya boleh mengerkjakan shalat sunat seberapa suka.

Apabila hendak shalat fardlu lagi, wajiblah bertayammum lagi. Yang demikian itu jika sekira tidak batal tayammumnya.

Cara mengerjakan tayammum :

  1. Lebih dahulu dicari debu atau tanah yang berdebu
  2. Membaca basmallah
  3. Berniat, yang berkata didalam hati, dan teradang terkata di mulut, demikian “sengaja saya bertayammum agar sah shalat saya, karena Allah.”
  4. Menepukkan kedua belah telapak tangan keatas debu.
  5. Menghapuskan (mengusapkan) tangan yang berdebu itu ke muka, seperti dalam berwudlu.
  6. Menepukkan kedua telapak tangan ke atas debu.
  7. Menghapuskan (mengusapkan) telapak tangan kiri ke tangan kanan sampai siku dan telapak tangan kanan ke tangan kiri sampai ke siku pula.

Tayammum sebagai ganti mandi itu, sama saja dengan tayammum pengganti wudlu.

Yang dimaksud dengan debu adalah debu tanah yang ada ditanah, ataupun dipasir. Dan boleh juga tanah kering yang ditumbuk sehingga menjadi debu. (DN4/SipaNP)

PESANTREN DENGAN GRATIS SPP DAFTAR DISINI

 

 

Beberapa Kumpulan Firman Allah Yang Menjelaskan Tentang Sabar

Kata sabar di dalam Al-Qur’an muncul pada tujuh puluh tempat, dimana banyak derajat dan kebaikan merupakan buah dari sabar.

Kumpulan-kumpulan firman Allah yang menjelaskan tentang kesabaran yaitu diantaranya terdapat dalam surat :

  1. As-Sajadah: 24
  2. An-Nahl: 96
  3. Al-Qoshoh: 54
  4. Az-Zumar: 10
  5. Al-Anfal:46
  1. As-Sajadah ayat 24 yang berbunyi :

بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُواْ وَجَعَلْنَا مٍنْهُمْ أَئِمَةً يَهْدُونَ

“Dan kami jaddikan diantara mereka itu pemimpin-pemimpin yang member petunjuk dengan perintah Kami karena mereka sabar.” (As-Sajadah: 24)

2. Surat An-Nahl ayat 96

أَحْسَانٍ مَا كَانُواْ وَلَنَجْزِيَنَّ آلَّذِينَ صَبَرُواْ يَعْمَلُونَ

“Dan sesungguhnya kami akan member balasan kepada orang-orang sabar dengan pahala yang lebuh baik dan apa yang telah mereka kerjakan.” (An-Nahl: 96)

3. Surat Al-Qoshoh ayat 54

أَجْرَهُم مَّرَّتَيْنِ بِمَا صَبَرُواْ أُوْلَئِكَ يُؤْتَوْنَ

“Mereka diberi pahala dua kali sebab kesabaran mereka.” (Al-Qoshos: 54)

4. Surat Az-Zumar ayat 10

إِنّمَا يُوَفَّى الصَّبرُوْنَ أَجْرَهُمبِغَيْرِ حِسَابِ

“Sesunggihnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.” (Az-Zumar: 10)

5. Surat Al-Anfal ayat 46

إنَّ اللهَ مَعَ الصَّبِرينَ

“Sesungguhnya Allah bersama Orang-orang yang sabar.” (Al-Anfal:46)

Itulah beberapa kumpulan firman Allah yang mejelaskan tentang sabar.

Semoga bermanfaat. (DN4/SipaNP)

Senin, 03 Desember 2018

7 Dosa Besar Yang di Ancam Oleh Allah dengan Neraka dan MurkaNya.

Dosa besar yaitu setiap dosa yang mengharuskan adanya had didunia atau yang diancam oleh Allah dengan neraka atau laknat atau murkaNya.

Adapula yang berpendapat, dosa besar adalah setiap maksiat yang dilakukan seseorang dengan terang-terangan (berani) serta meremehkan dosanya.

Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Saw.. Bersabda :

“jauhilah olehmu tujuh dosa yang membinasakan. Mereka bertanya, “Apa itu?” Beliau menjawab, “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri pada waktu peperangan, menuduh berzina wanita-wanita suci yang mukmin dan lalai dari kemaksiatan.” (H.R Bukhari dan Muslim).

Didalam hadist tersebut dijelaskan, bahwasannya Rasulullah pernah bersabda dalam hadist Abu Hurairoh R.a, menganjurkan kita kepada umatnya agar meniauhi tujuh dosa yang dapat membinasakan kita.

Apa saja tujuh dosa besar itu ?

  1. Syirik, itu artinya menduakan Allah, percaya kepada yang lain selain Allah
  2. Sihir, menggunakan sihir dengan salah cara mengamalkannya.
  3. Membunuh jiwa yang sudah diharamkan oleh Allah Swt.. kecuali, dengan benar
  4. Memakan riba, riba adlah sesuatu yang lebih atau dalam proses jual beli pasti terdapat keuntungan yang didapat, nah tetapi riba tersebut melebihi dari keuntungan yang sudah ditentukan. Atau bisa disebutkan menjual barang dengan keuntungan yang lebih itu disebut riba.
  5. Memakan harta anak yatim, yakni seseorang yang diamanahkan dan dipercaya untuk dititipkan harta anak yatim, tetapi harta tersebut malah dipakai untuk keperluan pribadi.
  6. Melarikan diri pada waktu peperangan
  7. Menuduh berzina wanita-wanita suci yang mukmin dan lalai dari kemaksiatan.

Itulah tujuh dosa besar yang harus kita jauhi, agar kita tidak mendapatkan laknat dan murkaNya. (DN4/SipaNP)

 

Pondok Pesantren dengan gratis biaya SPP !!!

Yaitu Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4

yang berlokasikan di Jl. Palka Km.30 Kp. Cacaban, Ds. Citasuk, Kec. Padarincang Serag-Banten 14268

Yaitu pesantren yang sudah membuka tingkat MD (Madrasah Diniyah Takmiliyah) dan Tingkat MTs (Madrasah Tsanawiyah).

Langsung Daftar Disini

Beberapa Perkara Yang Memiliki Nama Dengan Sebutan Islam

Rasulullah Saw.. banyak menamakan beberapa perkara dengan sebutan islam, umpamanya : taslimul qolbi (penyerahan hati), salamatunnas minal lisan wal yad (tidak menyakiti oranglain dengan lisan dan tangan), member makan, serta ucapan yang baik.

Semua perkara ini, yang disebut  rasulullah sebagai islam mengandung nilai penyerahan diri, ketundukan dan kepatuhan yang nyata.

terwujud dan terbukti dengan adanya kalimat syahadat, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa ramadhan ddan menunaikan haji ke baitullah.

Ini semua adalah syiar syiar islam yang paling tampak. Seseorang yang melaksankannya berarti sempurnalah penghambaannya. Apabila ia meninggalkannya berarti ia tidak tunduk dan berserah diri.

Lalu penyerahan hati, yakni ridha dan taat, dan tidak mengganggu oranglain, baik dengan lisan atau tangan, ia menunjukan adanya rasa ikatan ukhuwah imaniyah.

Sedangkan tidak menyakiti oranglain merupakan bentuk ketaatan dalam menjalankan perintah agama, yang memang menganjurkan kebaikan dan melarang mengganggu oranglain serta memrintahkan agar mendermakan dan menolong serta cintai perkara-perkara yang baik.

Ketaatan seseorang dalam berbagai hal tersebut juga hal lainnya adalah termasuk sifat terpuji, yakni jenis kepatuhan dan ketaatan, dan ia merupakan gambaran yang nyata tentag islam.

Hal-hal tersebut mustahil dapat terwujud tanpa pembenaran hati(iman). Dan berbagai hal itulahh disebut sebagai islam.(DN4/SipaNP)

Pelaksanaan Ujian Tulis Semester Satu Tahun Ajaran 2018/2019

Pelaksanaan ujian tulis ini dilaksanakan tepatnya hari ini pada tanggal Selassa, 04 Desember sampai Selasa, 18 Desember 2018 yang dilaksanakan  di Masjid Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4.

ujian tulis ini sudah program dan kurikulum dari Biro Pendidikan Pondok Pesantren Darunnajah. Pelaksanaan ujian tulis di Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4 di bimbing langsung oleh Panitia Ujian yang diketuai oleh Ust. M. Fajri dan Sekretaris Ustzh. Sipa Nurpaujiah.

santri Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4  menjadikan ujian ini sebagai belajar, bukan belajar untuk ujian. (DN4/SipaNP)

DAFTAR