Tampilkan postingan dengan label February 06. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label February 06. Tampilkan semua postingan

Selasa, 05 Februari 2019

Meriah!! Ratusan Santri Perebutkan Piala BPS Cup

Bogor, 5 Februari 2018. Ada pemandangan menarik selama satu pekan ini di pesantren Darunnajah 2 Cipining, khususnya di kampus 3 asrama putra. Tidak lain karena sedang di selenggarakannya BPS (Biro Pengasuhan Santri) Cup bagi para santri putra dari kelas satu MTs sampai Kelas 2 Madrasah Aliyah. Acara ini berlangsung selama enam hari, terhitung dari tanggal 1 sampai tanggal 6 Februari 2019.

Dalam perebutan Piala BPS Cup ini, para santri di bagi sesuai dengan konsulat asalnya masing-masing. Papan nama kota dari Sabang sampai Merauke terpampang di depan barisan santri ketika pembukaan BPS Cup. turnamen ini sudah berlangsung dari tahun lalu dan akan menjadi turnamen rutin setiap tahunnya.

Para pembimbing bagian olahraga berharap dengan di selenggarakan nya BPS Cup ini para santri tidak merasa jenuh dan menjadi lebih semangat lagi dalam berolahraga, selain itu karena kegiatan ini merupakan kompetisi antar konsulat, jadi di harapkan para santri bisa lebih mengenal kakak adik kelasnya yang berasal dari daerah yang sama serta menumbuhkah sikap sportifitas antar santri walaupun berbeda konsulat.

 

(Wardan/M10)

Reporter Darunnajah Ikuti Perkumpulan Puluhan Jurnalis Dan Penulis Dalam Rangka Malam Literasi Santri

Tenyata, Kulit Buah Naga Berkhasiat!

Pasti kalian pernah kan memakan buah ini. Buah Populer yang memiliki 2 warna daging yang berbeda, Ungu dan Putih. Rasa buah yang legit,manis menjadi favorit bagi orang-orang yang mencicipinya. Bahkan buah ini disukai dikalangan manapun.

Tapi, tahukah kalian? Ada manfaat yang tersembunyi dibalik kulit buah naga . Sering kali setelah memakan buah naga kulitnya yang tebal itu dibuang.

Nah, simak beberapa hal berikut. Ada beberapa manfaat yang bisa kita ambil dari buah ini.

  1. Melembabkan Kulit Wajah.

Kulit wajah kering terkadang menjadi masalah bukan ? , terlebih perempuan. Nah selain rajin cuci muka atau pakai pelembab. Kulit buah naga ini bisa dimanfaatkan.

Caranya cukup blender dan gunakan di wajah sebagai masker.

  1. Mencegah Kanker

Kanker merupakan penyakit yang berbahaya dan mematikan di duia jika tidak bisa diobati. Maka dari itu, Lebih baik menghindari. Salah satu caranya dengan cara mengkonsumsi obat-obatan herbal.

Kulit buah naga bisa membantu memperlambat pertumbuhan kanker. Cukup jemur kulit buah naga yang sudah dipotong kecil-kecil dan seduh menjadi teh kulit buah naga dan Konsumsi secara rutin

 

  1. Mendeteksi kandungan Boraks atau Formalin

Sering kali kita temui banyak sekali makanan-makanan yang memiliki kandungan yang berbahaya, demi makanan lebih awet,lebih menarik,atau apapun.

Kandungan berbahaya ini biasa digunakan pedagang kaki lima dengan mencampurkan makanannya dengan boraks atau formalin. Kandungan yang tidak layak dicampurkan ke makanan ini lebih dipilih oleh pedagang karena harganya terjangkau tanpa memikirkan efek yang sangat berbahaya.

Dengan Kulit buah naga, makanan yang berbahaya bisa di deteksi.

Caranya, Siapkan Buah naga yang sudah diiris, campurkan dengan air tawar dan perasan jeruk nipis. Ketika Air beruba menjadi warna Merah. Celupkan Tisu, jika tisu itu berwarna merah maka makanan itu mengandung boraksa atau formalin. Jika tisu itu kembali putih makan makanan itu aman.

4. Mengatasi Penyempitan Pembuluh Darah

Biasanya, jika hal ini dibiarkan dapt meyebabkan penyakiit-penyakit berdatangan, misalnya hipertensi,serangan jantung dsb. Untuk mengatasinya penyempitan pembuluh darah ini biasanya menggunakan obat-obatan kimia.

Nah, dengan Kulit buah naga ini sudah diteliti bahwanya kulit buah naga megandung senyawa yang memiliki peran mampu melenturkan pembuluh darah.

Cukup dengan mengkonsumsi kulit buah naga tiap hari maka dapat menghindari penyempitan pembuluh darah

(Anjali)

Kumpul perdana organisasi santri darunnajah periode 2019/2020.

Melatih Kedisiplinan Anak

Melatih Kedisiplinan Anak

Disiplin merupakan perasaan patuh dan taat kepada sebuah peraturan atau nilai-nilai yang dipercaya merupakan sebuah tanggung jawab yang harus dipenuhi.

Penanman disiplin sangat lah baik untuk anak. Apabila mereka sudah disiplin mereka akan menjadi orang yang sangat bertanggung jawab.

SD Islam Darunnajah mempunyai ekstrakulikuler untuk melatih anak disiplin yaitu PASKIBRA.

Paskibra adalah sarana yang paling cocok untuk melatih kedisiplinan. Terlihat dari semua aba-aba yang di miliki paskibra.

Contohnya “siap gerak” ketika aba-terdengar semua anggota sudah dalam sikap siap, “berhenti gerak” semua anggota berhenti bergerak.

Dengan contoh di atas terlihat bahwasanya anggota paskibrak pasti akan patuh kepada pimpinannya, dengan begitu mereka akan terlatih kedisiplinan mereka.

Selasa, 06 Februari 2018

Pelepasan Peserta Rihlah Munadzomah

Memompa Adrenalin, Tak Kenal Takut Siswa SD Islam Darunnajah Naik Flying Fox di Pasadena

Tema alam selalu menjadi kegiatan outdoor yang menarik untuk dilaksanakan, apalagi bagi anak-anak usia sekolah dasar yang memang sudah menjadi fitrahnya pada usia tersebut untuk bermain, dan SD Islam Darunnajah mengkolaborasikannya dalam sebuah kegiatan yang bernama Outbound.

Hujan yang turun sejak semalam tak menyurutkan langkah siswa kelas III SD Islam Darunnajah untuk segera sampai di sekolah sebelum jam 07.00 WIB karena bus akan diberangkatkan tepat waktu sesuai dengan jadwal yang telah dibagiakan. Dengan kaos warna abu abu berlengan hijau dipadukan dengan celana panjang hijau bergegas menaiki bus yang telah terparkir rapi di samping lapangan.

Doa perjalanan dilantunkan secara bersama-sama saat bus mulai keluar gerbang sekolah  sebagai pengiring langkah agar selamat selama berkegiatan di luar sekolah. Membaca doa perjalanan juga merupakan pengaplikasian nyata dari apa yang telah dipelajarai di sekolah yang kemudian diterapkan dalam akftifitas kehidupan sehari-hari siswa, sehingga ilmu tidak hanya sebuah hafalan dan pengetahuan tapi dipraktikan dan diamalkan.

Jam 09.00 WIB sudah tiba di daerah Cipayung Bogor, dengan menggunakan angkutan kota para siswa diantarakan menuju lokasi outbound yang melewati jalan sempit dan 5 menit sudah sampai. “Pantesan busnya ga bisa sampai tempat outbound  jalanannya kecil sih” celetuk salah seorang siswa berjaket saat di dalam angkot.

Ternyata rintikan hujan dari Jakarta terus mengikuti langkah para siswa sampai di kawasan Cipayung ini menambah suasana dingin di kawasan puncak ini. Para siswa menuruni anak tangga yang berkelok untuk sampai di aula untuk menerima jamuan kopi dan snack selamat datang di Pasadena. Hawa dingin membuat siswa begitu menikmati hidangan minuman hangat dan cemilan singkong goreng, yang biasanya anak-anak kebanyakan tidak terlalu suka makan singkong ternyata cukup lahap juga menikmati hidangan ini.

“Singkongnya gurih juga ya, padahal kalau di rumah aku ga suka, tapi kok disini jadi nambah terus ya” ucap salah seorang siswa yang jilbabnya basah kuyup sambil menggendong tas bersarnya yang berwarna hitam itu.

Setelah semuanya berkumpul di aula pertemuan, salah seorang instruktur dari Pasadena menjelaskan secara singkat kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan selama seharian ini. Pada sesi ini ada sesuatu yang menarik saat penjelasan tentang cara menanam padi, terpampang dalam slide gambar-gambar bagaimana proses penanaman padi mulai dari menyiapkan lahan, penaburan benih, penanaman benih, perawatan padi, dan proses pemanenan.

Sesi pertama dalam kegiatan outbound kali ini adalah permainan ketangkasan dan kekompakan, dimulai dengan pembentukan kelompok yang beranggotakan kurang lebih 10 anak tiap timnya. Dilanjutkan dengan permainan ketangkasan memindahkan bola dan telur menggunakan paralon, dibutuhkan kekompakan dan kehati-hatian serta komunikasi antar anggota agar bola dan telur itu dapat dipindahkan ketempat lain tanpa terjatuh.

Naik kerbau memang tidak senyaman naik bus yang bisa senderan dan tiduran, namun naik kerbau akan menjadi sebuah pengalaman tak terlupakan karena begitu berkesan. Sebelum naik banyak siswa yang merasa takut dan juga jijik masuk ke dalam kubangan  lumpur sawah, apalagi melihat kerbau yang buang kotoran juga dikubangan yang sama. Ada yang enggan turun ke sawah untuk naik kerbau namun setelah diberikan pengertian dan arahan akhirnya para siswa satu persatu secara bergantian naik kerbau mengelilingi petak sawah.

ih…susah juga ya naik kerbau, kirain gampang tinggal duduk aja eh tahunya harus menyeimbangkan badan juga biar ga jatuh” ucap salah seorang siswa yang mengenakan jas hujan plastik warna kuning. Setelah menaiki kerbau para siswa langsung praktik menanam padi, setiap siswa mendapatkan tiga ikat bibitan padi untuk ditanam.

Para siswa berbaris di sawah kemudian dengan aba-aba instruktur mereka mulai menanam benih padi dengan cara mencelupkan benih padi ke dalam lumpur sampai akarnya masuk ke lumpur. Pada benih dan kedua dan ketiga para siswa mudur kebelakang satu langkah sebagai jarak tanam antar benih padi, itulah yang dinamakan dengan “tandur” atau tanam mundur.

Selesai sudah menanam padi, maka saatnya kegiatan yang mengharuskan para siswanya menggunakan indra penghlihatannya secara jeli dan cermat yaitu menangkap ikan. Ikan telah dilepas pada sebuah kolah yang tidak terlalu dalam dan dengan waktu yang telah ditentukan para siswa dipersilahkan untuk menangkap ikan sebanyak-banyaknya, “coba kalau kolamnya ada lumpurnya pasti lebih gampang nangkapnya” kata salah seorang siswa yang berada di pojokan kolam sambil memegang plastik besar.

“Agar seimbang naiknya harus ada yang berada di sebelah kiri dan sebelah kanan serta jangan banyak bergerak”, ucap instruktur yang mendampingi siswa saat akan menaiki perahu karet untuk mengelilingi danau buatan yang ada di area persawahan. Setiap kelompok mendapatkan kesempatan untuk menaiki perahu karet dan mengelilingi danau dua kali, sebelumnya para siswa diwajibkan untuk mengenakan rompi pelampung dan helm sebagai bagian dari standar keselamatan dalam menaiki wahana perahu karet.

Tidak semua siswa berani menaiki wahana ini, ada yang menyerah sebelum mencoba, padahal wahana ini yang benar-benar memacu adrenalin siswa, permainan ini adalah flying fox. Dimana wahana ini memiliki rentang jarak yang cukup panjang sekitar 100-an meter dari atas lereng bukit meluncur ke tengah area persawahan.

Satu persatu siswa yang berani dan tertantang menaiki anak tangga untuk sampai pada pos flying fox, selanjutnya para siswa yang akan meluncur dipakaikan tali pengaman yang mengikat sebagian badan mereka dan memakai helm. Selanjutnya setiap dua siswa dapat meluncur secara bersamaan dengan mengaitkan tali yang meraka pada sebuah tali sling baja yang akan mengantarkan mereka dengan sensasi terbang menuju tengah sawah.

Teriakan histeris mengiringi para siswa yang meluncur ke area persawahan dengan kecepatan hampir 40 km/jam sebelum akhirnya mereka terayun-ayun ditengah sawah karena tali penahan menghentikan luncuran. Ada rasa lega dan plong saat mereka menceritakan pengalaman menaiki flying fox dan tentunya ini menjadi cerita yang menarik untuk diceritakan pada orang tua saat mereka sampai rumah.

Akhir dari kegiatan outbound kelas III ini adalah berenang bersama sambil membilas kotoran lumpur yang menempel di pakaian dan badan mereka. Shalat jamak dzuhur dan azhar menjadi rangkaian akhir dari kegiatan outbound kali ini sebelum para siswa kembali ke Jakarta.