Selasa, 04 Desember 2018
Senin, 03 Desember 2018
7 Dosa Besar Yang di Ancam Oleh Allah dengan Neraka dan MurkaNya.
Dosa besar yaitu setiap dosa yang mengharuskan adanya had didunia atau yang diancam oleh Allah dengan neraka atau laknat atau murkaNya.
Adapula yang berpendapat, dosa besar adalah setiap maksiat yang dilakukan seseorang dengan terang-terangan (berani) serta meremehkan dosanya.
Sebagaimana disebutkan dalam hadits Abu Hurairah r.a bahwa Rasulullah Saw.. Bersabda :
“jauhilah olehmu tujuh dosa yang membinasakan. Mereka bertanya, “Apa itu?” Beliau menjawab, “Syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan benar, memakan riba, memakan harta anak yatim, melarikan diri pada waktu peperangan, menuduh berzina wanita-wanita suci yang mukmin dan lalai dari kemaksiatan.” (H.R Bukhari dan Muslim).
Didalam hadist tersebut dijelaskan, bahwasannya Rasulullah pernah bersabda dalam hadist Abu Hurairoh R.a, menganjurkan kita kepada umatnya agar meniauhi tujuh dosa yang dapat membinasakan kita.
Apa saja tujuh dosa besar itu ?
- Syirik, itu artinya menduakan Allah, percaya kepada yang lain selain Allah
- Sihir, menggunakan sihir dengan salah cara mengamalkannya.
- Membunuh jiwa yang sudah diharamkan oleh Allah Swt.. kecuali, dengan benar
- Memakan riba, riba adlah sesuatu yang lebih atau dalam proses jual beli pasti terdapat keuntungan yang didapat, nah tetapi riba tersebut melebihi dari keuntungan yang sudah ditentukan. Atau bisa disebutkan menjual barang dengan keuntungan yang lebih itu disebut riba.
- Memakan harta anak yatim, yakni seseorang yang diamanahkan dan dipercaya untuk dititipkan harta anak yatim, tetapi harta tersebut malah dipakai untuk keperluan pribadi.
- Melarikan diri pada waktu peperangan
- Menuduh berzina wanita-wanita suci yang mukmin dan lalai dari kemaksiatan.
Itulah tujuh dosa besar yang harus kita jauhi, agar kita tidak mendapatkan laknat dan murkaNya. (DN4/SipaNP)
Pondok Pesantren dengan gratis biaya SPP !!!
Yaitu Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4
yang berlokasikan di Jl. Palka Km.30 Kp. Cacaban, Ds. Citasuk, Kec. Padarincang Serag-Banten 14268
Yaitu pesantren yang sudah membuka tingkat MD (Madrasah Diniyah Takmiliyah) dan Tingkat MTs (Madrasah Tsanawiyah).
Langsung Daftar Disini
Beberapa Perkara Yang Memiliki Nama Dengan Sebutan Islam
Rasulullah Saw.. banyak menamakan beberapa perkara dengan sebutan islam, umpamanya : taslimul qolbi (penyerahan hati), salamatunnas minal lisan wal yad (tidak menyakiti oranglain dengan lisan dan tangan), member makan, serta ucapan yang baik.
Semua perkara ini, yang disebut rasulullah sebagai islam mengandung nilai penyerahan diri, ketundukan dan kepatuhan yang nyata.
terwujud dan terbukti dengan adanya kalimat syahadat, menegakkan shalat, membayar zakat, puasa ramadhan ddan menunaikan haji ke baitullah.
Ini semua adalah syiar syiar islam yang paling tampak. Seseorang yang melaksankannya berarti sempurnalah penghambaannya. Apabila ia meninggalkannya berarti ia tidak tunduk dan berserah diri.
Lalu penyerahan hati, yakni ridha dan taat, dan tidak mengganggu oranglain, baik dengan lisan atau tangan, ia menunjukan adanya rasa ikatan ukhuwah imaniyah.
Sedangkan tidak menyakiti oranglain merupakan bentuk ketaatan dalam menjalankan perintah agama, yang memang menganjurkan kebaikan dan melarang mengganggu oranglain serta memrintahkan agar mendermakan dan menolong serta cintai perkara-perkara yang baik.
Ketaatan seseorang dalam berbagai hal tersebut juga hal lainnya adalah termasuk sifat terpuji, yakni jenis kepatuhan dan ketaatan, dan ia merupakan gambaran yang nyata tentag islam.
Hal-hal tersebut mustahil dapat terwujud tanpa pembenaran hati(iman). Dan berbagai hal itulahh disebut sebagai islam.(DN4/SipaNP)
Pelaksanaan Ujian Tulis Semester Satu Tahun Ajaran 2018/2019
Pelaksanaan ujian tulis ini dilaksanakan tepatnya hari ini pada tanggal Selassa, 04 Desember sampai Selasa, 18 Desember 2018 yang dilaksanakan di Masjid Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4.
ujian tulis ini sudah program dan kurikulum dari Biro Pendidikan Pondok Pesantren Darunnajah. Pelaksanaan ujian tulis di Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4 di bimbing langsung oleh Panitia Ujian yang diketuai oleh Ust. M. Fajri dan Sekretaris Ustzh. Sipa Nurpaujiah.
santri Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4 menjadikan ujian ini sebagai belajar, bukan belajar untuk ujian. (DN4/SipaNP)
DAFTAR