Tampilkan postingan dengan label 2018 at 05:42PM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2018 at 05:42PM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 Februari 2018

Cara mendapatkan Inspirasi Saat menulis Part 1

 

enulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media seperti koran, website atau sarana yang lainya.

Sedangan seorang Penulis fiksi, puisi, naskah TV dan film, lirik lagu, bahkan iklan, menggantungkan diri pada kemampuan mereka untuk menelurkan ide dan mewujudkannya dalam bentuk kata-kata. Mencetuskan ide secara konsisten untuk menulis kreatif memang sulit, tetapi selalu ada cara untuk merangsang kreativitas dan mengindari kebuntuan menulis. Cobalah beberapa cara di bawah ini untuk membuat ide kreatif tetap mengalir.

Mencari Inspirasi dari Cerita yang Sudah Ada dengan cara

  • Banyak-banyaklah membaca. Penulis yang baik adalah pembaca yang baik. Dengan begitu, Anda bisa mengikuti tren dalam bidang tulisan yang ditekuni, bisa melihat contoh gaya tulisan penulis lain, sekaligus bisa menemukan ide cerita dari bahan yang Anda baca; baik itu di koran, majalan, buku, atau di internet.

 

    Karya-karya fiksi lain juga bisa dijadikan inspirasi untuk cerita. Kaum intelektual telah mengungkap pengaruh legenda Amleth dari Scandinavia dan kisah Romawi Brutus pada “Hamlet.”

Anda juga bisa mengambil dasar ide tulisan kreatif dari kutipan. Ada sebuah episode “Star Trek” klasik yang berjudul The Conscience of the King (Nurani Sang Raja). Kisahnya tentang mantan diktator yang ingin menebus dosa masa lalu dengan memimpin sebuah kelompok akting. Ternyata judul episode ini diambil dari dialog di dalam “Hamlet”: The play’s the thing wherein I’ll catch the conscience of the king (Drama itulah yang akan menyadarkan nurani sang Raja).

  • Perhatikan peristiwa yang sedang hangat. Jika pembaca menyadari kaitan antara kisah yang Anda tulis dengan peristiwa pada kehidupan sehari-hari, kemungkinan mereka akan lebih berempati dengan karakter yang Anda buat dan lebih menghargai ceritanya.

Membaca koran, majalah baru, atau situs web baru secara teratur akan memberi Anda ide cerita yang terus mengalir dalam bentuk berita utama. Banyak episode serial Law and Order yang didasarkan pada berita utama kontemporer. Sejumlah cendikiawan Inggris dan ahli sejarah berpendapat bahwa “Hamlet” karya Shakespeare terinspirasi dari kehidupan Raja James I. Anda harus mengubah beberapa elemen di dalam kisah nyata untuk membuat versi fiksinya, agar tidak mempermalukan pelaku sesungguhnya.

  • tonton film atau TV. Kalau Anda menulis untuk pembaca populer, tontonlah apa yang sedang populer di layar lebar atau layar televisi. Pikirkan topik bergenre sama sebagai film atau acara populer yang seperti itu.
  • Dengarkan musik. Musisi biasanya menulis dari pengalaman sehari-hari atau dari tema klasik. Bangunlah cerita dari lagu favorit Anda. Dengarkanlah lagu Tupac dan tulis tentang kekerasan geng. Dengarkanlah lagu Joni Mitchell dan tulis tentang masalah lingkungan. Dengarkan saja segala jenis musik walaupun itu bukan genre yang Anda sukai.
  • Lakukan riset. Kalau Anda tertarik untuk menulis sebuah subjek, pelajari subjek tersebut lebih jauh. Anda mungkin akan menemukan detail menarik yang bisa membentuk inti dari seluruh tulisan kreatif itu.Bukalah kamus, ensiklopedia, bahkan tesaurus. Bisa jadi Anda terantuk dengan sebuah kata, ide, atau peristiwa yang bisa melecutkan imajinasi

mungkin beberapa cara diatas sudah cukup untuk mendapatkan Inspirasi Saat menulis semoga dapat membantu anda untuk mendapatkan inspirasi saat menulis

By:fuadboy97@gmail.com

 

Selasa, 20 Februari 2018

Pondok Pesantren Lembaga Pendidikan Terbaik Islam

Sebuah pondok pada dasarnya merupakan sebuah asrama pendidikan Islam tradisional di mana para santrinya tinggal bersama di bawah bimbingan seorang atau lebih guru yang lebih dikenal dengan Ustadz atau kyiai Dengan istilah pondok pesantren dimaksudkan sebagai suatu bentuk pendidikan keislaman yang melembaga di Indonesia. Pondok atau asrama merupakan tempat yang sudah disediakan untuk kegiatan bagi para santri. Adanya pondok ini banyak menunjang segala kegiatan yang ada. Hal ini didasarkan jarak pondok dengan sarana pondok yang lain biasanya berdekatan sehingga memudahkan untuk komunikasi antara Kyai dan santri, dan antara satu santri dengan santri yang lain.

Pondok pesantren dibedakan menjadi 2 yaitu:

  • Pondok pesantren Salaf

Pesantren Salaf atau Pondok Pesantren Salafiyah adalah sebutan bagi pondok pesantren yang mengkaji “kitab-kitab kuning” (kitab kuno). Pesantren salaf identik dengan pesantren tradisional (klasik) yang berbeda dengan pesantren modern dalam hal metode pengajaran dan infrastrukturnya. Di pesantren salaf, hubungan antara Kyai dengan santri cukup dekat secara emosional. Kyai terjun langsung dalam menangani para santrinya.

Pada dasarnya, pesantren salaf adalah bentuk asli dari lembaga pesantren itu sendiri. Sejak munculnya pesantren, format pendidikan pesantren adalah bersistem salaf. Kata salafmerupakan bahasa Arab yang berarti terdahulu, klasik, kuno atau tradisional. Seiring berkembangan zaman, tidak sedikit pesantren salaf yang beradapasi dan mengkombinasikan sistem pembelajaran modern. Dalam klasifikasi tipe pesantren dilingkungan Kemenag, disebut sebagai Pesantren Kombinasi. Kemenag membagi tiga tipe pesantren, yaitu pesantren Salafiyah, pesantren Khalafiyah (Ashriyah) dan pesantren Kombinas

  • ondok Pesantren Modern

Ada pula pesantren yang mengajarkan pendidikan umum, di mana persentase ajarannya lebih banyak ilmu-ilmu pendidikan agama Islam daripada ilmu umum (matematika, fisika, dan lainnya).Ini sering disebut dengan istilah pondok pesantren modern, dan umumnya tetap menekankan nilai-nilai dari kesederhanaan, keikhlasan, kemandirian, dan pengendalian diri. Pada pesantren dengan materi ajar campuran antara pendidikan ilmu formal dan ilmu agama Islam, para santri belajar seperti di sekolah umum atau madrasah. Pesantren campuran untuk tingkat SMP kadang-kadang juga dikenal dengan nama Madrasah Tsanawiyah, sedangkan untuk tingkat SMA, SMK dengan nama Madrasah Aliyah. Namun, perbedaan pesantren dan madrasah terletak pada sistemnya. Pesantren memasukkan santrinya ke dalam asrama, sementara dalam madrasah tidak. Ada juga jenis pesantren semimodern yang masih mempertahankan kesalafannya dan memasukkan kurikulum modern di pesantren tersebut.

Dengan adanya Pondok pesantren sangat berpengaruh bagi siswa yang ada di dalamnya  karena disini mereka diajarkan sebuah ke ikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, Keukhwah islamiyahan, dan Kebebasan dalam menjalani kegiatan apapun untuk menjadikan lebih baik. hal ini telah tertanjapkan pada pondok pesantren Nurul Ilmi Darunnajah 14 dan pondok modern lainya bahwa mereka mempunyai aspek dasar panca jiwa sebagai lansan dasar mengenai pendidikan dalam pondok pesantren  terhadap santrinya.

Panca jiwa Pondok Pesantren

1.Jiwa Keikhlasan

Jiwa ini berarti sepi ing pamrih, yakni berbuat sesuatu bukan karena didorong oleh keinginan untuk mendapatkan keuntungan tertentu. Segala perbuatan dilakukan dengan niat semata-mata untuk ibadah, lillah. Kyai ikhlas medidik dan para pembantu kyai ikhlas dalam membantu menjalankan proses pendidikan serta para santri yang ikhlas dididik.

Jiwa ini menciptakan suasana kehidupan pondok yang harmonis antara kyai yang disegani dan santri yang taat, cinta dan penuh hormat. Jiwa ini menjadikan santri senantiasa siap berjuang di jalan Allah, di manapun dan kapanpun.

2.Jiwa kesederhanaan

Kehidupan di pondok diliputi oleh suasana kesederhanaan. Sederhana tidak berarti pasif atau nerimo, tidak juga berarti miskin dan melarat. Justru dalam jiwa kesederhanan itu terdapat nilai-nilai kekuatan, kesanggupan, ketabahan dan penguasaan diri dalam menghadapi perjuangan hidup.

Di balik kesederhanaan ini terpancar jiwa besar, berani maju dan pantang mundur dalam segala keadaan. Bahkan di sinilah hidup dan tumbuhnya mental dan karakter yang kuat, yang menjadi syarat bagi perjuangan dalam segala segi kehidupan .

3.Jiwa Berdikari

Berdikari atau kesanggupan menolong diri sendiri merupakan senjata ampuh yang dibekalkan pesantren kepada para santrinya. Berdikari tidak saja berarti bahwa santri sanggup belajar dan berlatih mengurus segala kepentingannya sendiri, tetapi pondok pesantren itu sendiri sebagai lembaga pendidikan juga harus sanggup berdikari sehingga tidak pernah menyandarkan kehidupannya kepada bantuan atau belas kasihan pihak lain .

Inilah Zelp berdruiping sy s te e m (sama-sama memberikan iuran dan sama-sama memakai). Dalam pada itu, Pondok tidaklah bersifat kaku, sehingga menolak orang-orang yang hendak membantu. Semua pekerjaan yang ada di dalam pondok dikerjakan oleh kyai dan para santrinya sendiri, tidak ada pegawai di dalam pondok .

4. Jiwa Ukhuwwah Islamiah

Kehidupan di pondok pesantren diliputi suasana persaudaraan yang akrab, sehingga segala suka dan duka dirasakan bersama dalam jalinan ukhuwwah Islamiah. Tidak ada dinding yang dapat memisahkan antara mereka. Ukhuwah ini bukan saja selama mereka di Pondok, tetapi juga mempengaruhi ke arah persatuan ummat dalam masyarakat setelah mereka terjun di masyarakat.

5. Jiwa Bebas

Bebas dalam berpikir dan berbuat, bebas dalam menentukan masa depan, bebas dalam memilih jalan hidup, dan bahkan bebas dari berbagai pengaruh negatif dari luar, masyarakat. Jiwa bebas ini akan menjadikan santri berjiwa besar dan optimis dalam menghadapi segala kesulitan. Hanya saja dalam kebebasan ini seringkali ditemukan unsur-unsur negatif, yaitu apabila kebebasan itu disalahgunakan, sehingga terlalu bebas (liberal) dan berakibat hilangnya arah dan tujuan atau prinsip.

 

Inilah landasan terbaik bagi lembaga pendidikan islam agar mendidik anak bangsa menjadi lebih kuat mentalnya dan mempunyai jiwa kepemimpinan.

 

sumber : wikipedia.com,gontor.ac.id

By: mochdardo@mail.com