Rabu, 17 Oktober 2018
Intip kegiatan ekstrakurikuler di Darunnajah 9 Pamulang
Ekstrakurikuler merupakan kegiatan non formal yang wajib diikuti oleh santriwati Darunnajah 9 Pamulang. Kegiatan ekstrakurikuler ini beragam sifatnya, mulai dari pendidikan, kedisiplinan, olahraga, seni, budaya dan keputrian. Mereka dengan bebas memilih kegiatan ekstrakurikuler apa yang ingin diikuti. Selain sebagai wadah untuk santriwati dalam menyalurkan bakat serta minatnya kegiatan ini juga menjadi penghilang jenuh dan bosan di pesantren.Kegiatan ekstrakurikuler menjadi kegiatan yang positif, produktif dan bermanfaat.
Ekstrakurikuler di Pesantren Putri Darunnajah 9 bermacam – macam, yaitu tahfidzul quran, pramuka, tapak suci (bela diri), memasak, jurnalistik, basket, panahan, jamiatul mubaligah atau public speaking, menjahit, kaligrafi, paskibra, gymnastik, tari, marching band dan masih banyak lainnya.
Banyak manfaat dari kegiatan ekstrakurikuler itu sendiri, Beberapa diantaranya
1.Pembentukan karakter
2.Melatih kemandirian dan tanggung jawab
3.Belajar bekerja sama dan bersosialisasi
4.Mengatur atau manajemen waktu yang baik
5.Sarana refreshing yang asik tapi juga mendidik.
Beberapa manfaat diatas tercantum dalam nilai dasar kehidupan pondok modern, yaitu Panca Jiwa dan Panca Bina. Yakni kemandirian, kesederhanan, ukhuwah islamiyah, kebebasan, berbadan sehat, berwawasan luas dan kreatif serta trampil.
SANTRI BARU, LAPANGAN BARU

Seperti yang kita ketahui sarana dan prasarana di dalam lembaga pendidikan sangatlah penting, untuk mendukung kegiatan pendidikan dan pembelajaran.
Pondok pesantren annakhil darunnajah 6, selalu memperbaharui sarana dan prasarananya, untuk meningkatkan mutu dan kwalitas pendidikan di dalam pondok pesantren.
Dari bangunan, media belajar,lapangan serta fasilitas yang lainnya.
Para santri pun ikut berpartisipasi untuk membatu perbaikan-perbaikan fasilitas di pesantren.
Hal ini bertujuan untuk membangun karakter para santri untuk bisa mempunyai rasa meraeat dan rasa memiliki.
Santri Tsurayya Darunnajah 4 Kedatangan Santri dari DN 5
. (AdmDN4.SipaNP)
Yuk daftar menjadi santri di Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4
klik disini DAFTAR
Ingin lebih tau tentang Pesantren Darunnajah, klik disini darunnajah.com
Tahukah Kamu Apa Itu KMD?
Kursus Mahir Dasar yang biasa disingkat dengan KMD merupakan kegiatan wajib yang harus diikuti oleh santri kelas V Tarbiyatul Muallimin Wal Muallimat Al-Islamiyyah (TMI).Kegiatan tersebut juga termasuk salah satu agenda tahunan di pondok pesantren kita tercinta ini,yaitu Darunnajah.Perlu kalian ketahui,bahwa kita termasuk orang yang beruntung dapat mengikuti KMD.Karena,hanya di Darunnajah kegiatan KMD ini dilakukan,yang mana kita akan mendapatkan sertifikat yang berguna atau bermanfaat saat kita mendaftar di perguruan tinngi nanti.Oleh karena itu,kita harus bangga menjadi santri Darunnajah.
Selanjutnya,manfaat dari kegiatan KMD tersebut yaitu untuk membina para santri agar dapat menjadi pembina atau pengajar yang baik dalam menyampaikan ilmu kepramukaan.Selain itu,kita juga diajarkan mengenai pentingnya kekompakan,bermusyawarah,dan solidaritas terhadap seksama.Maka dari itu,bagi santri kelas V TMI,sayang seribu sayang jika kalian melewati pelatihan yang sangat bermanfaat untuk kalian kedepannya nanti.Dan pesan untuk kalian:”Tetaplah semangat,karena sukses hanya untuk orang yang berusaha”(eciarn)
Selasa, 16 Oktober 2018
Nusantara Eksotic Show (NES), All Star Show 2018
Penampilan nusantara eksotik show merupakan penampilan yang terdiri dari berbagai tarian yang ada di indonesia, seperti kecak (bali), kuda lumping (jawa), tari soya soya (ternate), dan funky papua (papua)
Lintas alam memang melelahkan tapi sayang jika dilewatkan

Kegiatan Jelajah banyak pelajaran yang dipetik santri ketika berjalan mengitari alam pegunungan yang berbukit, setiap tempat atau pos yang telah di tentukan kami berhenti untuk sekedar istirahat dan memberikan soal berbentuk permainan yang mengandung nilai pelajaran bagi santri.
Jelajah dalam kegiatan pramuka merupakan nilai atau tolak ukur kegiatan akhir dari kepramukaan, sejauh mana anggota pramuka mampu menerapkan materi dan latihan yang diberikan saat pembinaan, sehingga ketika mereka berada di alam terbuka kebersamaan, solidaritas dan peka terhadap lingkungan mampu membentuk karakter anggota pramuka.
Nilai-nilai kepramukaan harus ditanamkan sejak anggota pramuka Siaga sehingga kedapan mereka bisa tumbuh sebagai generasi yang bisa menerapkan nilai-nilai kepramukaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Mengenal Lebih Dekat, Apa Itu Sistem Ekonomi Kapitalis ? Bag.2
Assalamualaikum warahamtullahi wabarokatuh
Masih tentang tema yang sama, di sini saya kembali berbagi informasi apa itu sistem ekonomi kapitalis. Bisnis di sektor yang strategis tentu merupakan bisnis ekonomi yang sangat menjanjikan, karena hampir tidak mungkin rugi.
Lantas bagaimana caranya?
Caranya adalah dengan mendorong munculnya:
Undang-Undang Privatisasi BUMN. Dengan adanya jaminan dari UU ini, perusahaan ekonomi kapitalis dapat dengan leluasa “mencaplok” satu per satu BUMN tersebut. Tentu tetap dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu Perbankan dan Pasar Modal.
Jika dengan cara ini kaum Kapitalis sudah mulai bersinggungan dengan UU, maka sepak terjangnya tentu akan mulai banyak menemukan hambatan.
Bagaimana cara mengatasinya?
Caranya ternyata sangat mudah, yaitu dengan masuk ke sektor Kekuasaan ekonomi itu sendiri.Kaum Kapitalis harus menjadi Penguasa, sekaligus tetap sebagai Pengusaha.
Untuk menjadi Penguasa tentu membutuhkan modal yang besar, sebab biaya Kampanye itu tidak murah.
Bagi kaum Kapitalis hal itu tentu tidak menjadi masalah, sebab permodalannya tetap akan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu Perbankan dan Pasar Modal.
Jika kaum Kapitalis sudah melewati cara-cara ini, maka Hegemoni (pengaruh) Ekonomi di tingkat nasional hampir sepenuhnya terwujud. Hampir tidak ada problem yang berarti untuk dapat mengalahkan kekuatan Hegemoni ini.
Namun, apakah masalah dari kaum Kapitalis sudah selesai sampai di sini?
Tentu saja belum. Ternyata Hegemoni Ekonomi di tingkat nasional saja belumlah cukup.Mereka justru akan menghadapi problem baru.
Apa problemnya?
Problemnya adalah terjadinya ekses (kelebihan) produksi barang ekonomi. Bagi perusahaan besar, yang produksinya terus membesar, jika produknya hanya dipasarkan di dalam negeri saja, tentu semakin lama akan semakin kehabisan konsumen.Lantas, ke mana mereka harus memasarkan kelebihan produksinya?
Dari sinilah akan muncul cara-cara berikutnya, yaitu dengan melakukan Hegemoni ekonomi di tingkat dunia.
Caranya adalah dengan membuka pasar di negara-negara miskin dan berkembang, yang padat penduduknya.
Teknisnya adalah dengan menciptakan organisasi perdagangan dunia (WTO), yang mau tunduk pada ketentuan perjanjian perdagangan bebas dunia (GATT), sehingga semua negara anggotanya akan mau membuka pasarnya, tanpa halangan tarif bea masuk, maupun ketentuan kuota impornya (bebas proteksi).
Dengan adanya WTO dan GATT tersebut, kaum Kapitalis dunia akan dengan leluasa dapat memasarkan kelebihan produknya di negara-negara “jajahan”-nya.
Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaga andalannya, yaitu Perbankan dan Pasar Modal.
Jika Kapitalis dunia ingin lebih besar lagi, maka caranya tidak hanya cukup dengan mengekspor kelebihan produksinya.Mereka harus membuka perusahaannya di negara-negara yang menjadi obyek ekspornya.Yaitu dengan membuka Multi National Coorporations (MNC) atau perusahaan lintas negara, di negara-negara sasarannya.
Dengan membuka langsung perusahaan di negara tempat pemasarannya, mereka akan mampu menjual produknya dengan harga yang jauh lebih murah.
Strategi ini juga sekaligus dapat menangkal kemungkinan munculnya industri-industri lokal yang berpotensi menjadi pesaingnya.
Untuk mewujudkan ekspansinya ini, perusahaan Kapitalis dunia tentu akan tetap didukung dengan permodalan dari dua lembaganya, yaitu Perbankan dan Pasar Modal.
Apakah dengan membuka MNC sudah cukup?
Jawabnya tentu saja belum.
Masih ada peluang untuk menjadi semakin besar lagi.
Yaitu dengan menguasai sumber-sumber bahan baku yang ada di negara tersebut.
Untuk melancarkan jalannya ini, Kapitalis dunia harus mampu mendikte lahirnya berbagai UU yang mampu menjamin agar perusahaan asing dapat menguasai sepenuhnya sumber bahan baku tersebut.
Semoga bermanfaat.(DN13/ghofur)









