Tampilkan postingan dengan label October 13. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label October 13. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 13 Oktober 2018

4 Acara Yang Paling Ditunggu Santri Saat Berkemah

Perkemahan atau berkemah adalah salah satu macam kegiatan dalam kepramukaan. Kegiatan ini merupakan salah satu media pertemuan dalam Pramuka. Banyak tujuan dari diadakannya acara perkemahan beberapa diantaranya yaitu, mengembangkan kemampuan diri, membina kerjasama dan kebersamaan, memberikan pengalaman berharga bagi dirinya.

Tentunya, acara perkemahan tidak hanya sekedar bermalam di tenda, ada banyak rentetan kegiatan seru dan mendidik di dalamnya! Disini, akan kami ulas 4 acara yang paling seru dan ditunggu santri saat berkemah.

1. Upacara Api Unggun
Acara ini menjadi yang paling ditunggu-tunggu, mengapa? Karna Api Unggun adalah malam puncak kegiatan pramuka saat api unggun para santriwati menampilkan penampilan yang menghibur dan merasakan kebersamaan yang hangat bak api unggun menghangatkan malam yang dingin.

2. Cross Country
Cross Country atau lintas alam ini juga merupakan acara yang dinantikan para santriwati, karna mereka dapat berjelajah di tempat asing dan mereka juga senang dengan dg tantangan yang diberikan di setiap pos
3. Jurit Malam
Acara ini selain menyeramkan dan menguji keberanian para santriwati juga merupakan acara yang ditunggu – tunggu, walaupun menakutkan tapi acara ini merupakan sarana untuk membuat para santriwati lebih berani dan memupuk rasa percaya diri.

4. Perlombaan
Mengapa perlombaan menjadi salah satu yang dinantikan para santriwati? Karna di dalam perlombaan mereka bisa mengasah kemampuan dan potensi dalam diri mereka, tentunya menjadi kesyukuran bagi mereka jika menjadi pemenang.
(Adm-DN9)Raihanah

Kunjungan Santri Pondok Pesantren Diniyyah Muara Bungo dan SMA IT Diaz Jambi

Dalam rangka menyambung tali silaturrahmi, malam ini (13/10/2018) Pesantren Darunnajah 2 Cipining berkesempatan untuk menerima kunjungan dari Santri Pondok Pesantren Diniyyah Muara Bungo dan SMA IT Diaz Jambi sebanyak 52 santri putri, 20 santri putra, dan 7 pembimbing, total 79 orang santri serta pembimbing.

Sudah bukan hal yang baru lagi bagi Pesantren Darunnajah 2 Cipining untuk menerima tamu dan kunjungan dari beberapa kalangan Iembaga. Sebelumnya sudah banyak pesantren yang sengaja mengadakan silaturahmi dengan Pesantren 2 Darunnajah.

Tim yang berkesempatan untuk ikut menyambut adalah Pengawas Pesantren, Kepala Biro Pengasuhan Santri, Kepala Asrama, Kepala Bagian Organisasi Santri serta panitia yang sudah dipilih khusus sebelumnya. Kedatangan tamu disambut dengan hangat dan diarahkan untuk menuju kampus 1 putri.

Untuk agenda esok hari akan dipertemuan dengan Pimpinan Pesantren kemudian dilanjutkan dengan melihat berbagai macam kegiatan serta ekstrakulikuler yang ada.

Untuk tahu info lebih lanjut, tunggu berita selanjutnya ya, jangan sampai ketinggalan. (WARDAN/Mbafer)

Apa Sebab Kemunduran Islam

Seribu tahun silam umat islam begitu berkembang pesat,umat islam pada jaman itu begitu maju. Namun,seiring berjalannya waktu kekuatan umat islam melemah,umat islam pun mengalami kemunduran pasti banyak yang berpikir  “apakah sebab kemunduran umat islam?” sampai-sampai amir syakib arsalan mengarang buku yang berjudul ”apa sebab kaum muslim mundur dan apa sebab umat lain maju” sebaliknya,Muhammad iqbal menyanggah hal itu dengan menulis sebuah buku yang panjang lebar mengupas soal tersebut yang berjudul ”the reconstruction of religious thought in islam”

Apa Sebab Kemunduran Islam

Jika kita teliti lebih dalam apbila kita terlalu mencari-cari sebab kemunduran slam kita pun kadang-kadang justru menuduh saudara-saudara kita seagama sebagai biang keladi dalam kemunduran islam akibat dari salng tuduh tersebut yang kita dapat bukanlah kemajuan tetapi perpecahan yang akan menambah penyakit baru lagi bagi kita sehingga islam menjadi lebih mundur dan hancur.

Dari sini seharusnya kita bisa mengambil pelajaran dan memberikan solusi,bukan hanya mencari-cari sebab tanpa bisa menemukan solusi. Yang harus kita lakukan sekarang adalah bagaimana usaha kita supaya kita dapat menjad umat yang maju?bukan hanya maju dalam duniawi tetapi juga dalam akhirat .

Sebagai pelajar,tugas yang kita lakukan adalah belajar yang tekun serta jangan lupa berdoa dan mendekatkan diri kepada Allah,karna semua itu terjadi atas kuasa Allah. Mungkin banyk orang yang berfikir kemunduran umat islam terjadi karna umat islam jaman sekarang hanya mengejar kepada duniawi dan tidak takut akan akhirat,mungkn pendapat itu dibenarkan adanya tetapi justru hal itu lah yang harusnya kita jadikan pancingan sebag umat islam agar lebih mendekatkan diri kepada tuhan yang telah menciptakan kita.

Meskipun islam telah tertinggal jauh dari umat-umat lainnya di dalam bidang teknologi,pengetahuan,dan lain-lain. Maka kita sebagai generasi islam selanjutnya harus mempersiapkan diri kita sejak dini. Marilah kita berjuang bersama untuk menegakan kembali agama islam,mengakkan panji-panji islam yang telah pudar,karna islam adalah agama yang damai dan agama yang diridhoi allah SWT.

(a-team/CIDOKOM POST/Fidia Azhar)

Redaktur: Rama Prayogo/Ateam

Written by:-Fidia Azhar

                 -Syafira Nurrahmah

7 Amalan Sunnah Dihari Jum’at

Semua Itu Karena Proses

Hari Sabtu, 13 Oktober 2018 7 orang mewakili SD Islam Darunnajah dalam mengikuti perlombaan antar sekolah yang diadakan di salah satu sekolah yang terkenal di Pondok Pinang 6 orang mengikuti lomba keterampilan agama (loketa) dan 1 orang mengikuti lomba bulu tangkis

Nama peserta lomba loketa

1. Mumtaz Baihaqi 6A

2. Maghfirah Ilma Ghani 6B

3. Rasera Shovana Ichtiat 4A

4. Dzulfadly Abdullah 4C

5. Fakhri Zafran Khairy 4B

6. Atahullah Elfash Ghiyyats Vattan 3A

Peserta Bulu Tangkis

1. Sidqi Muhammad Erland

Dan Alhamdulillah dengan usaha yang telah mereka lalui beberapa dari mereka mendapatkan juara.

Dzulfadly Abdullah juara 2 Adzan

Dan

Sidqi Muhammad Erland juara 2 bulutangkis

Alhamdulillah…….

Az-Zamakhsyari Atba

Pembagian Kosa Kata Baru

Kegiatan rutin setiap hari Sabtu dan Minggu pagi di Sanlik (santri cilik) yaitu belajar bahasa arab dengan membagikan kosa kata kosa kata yang belum mereka ketahui.

Setiap pertemuan 3 kosakata baru yang mereka pelajari.

Setelah pembagian kosa kata baru mereka melaporkan kosa kata yang telah mereka pelajari.

Pagi adalah waktu yang tepat untuk menghafal, dengan kegiatan ini yang dilakukan 2 kali dalam seminggu semoga dapat memudahkan Sanlik dalam menguasai bahasa Arab.

Larangan Makan dan Minum dengan Posisi Berdiri

Kunjungan Pimpinan Pusat Mengevaluasi Pembangunan

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh

Sabtu siang matahari menyegat terik. Selepas murojaah wajib ba’da Dhuhur, seperti biasanya para santri bergegas mengambil makan siang dengan lauk seadanya. Yah, namanya juga pondok masih awal berdirinya, juga fasilitasnya pun belum semuanya ada.

Terdengar dari kejauhan suara garang mesin mobil perlahan menghampiri para santri yang sedang asyik makan siang. Tak lama kemudian pintu mobil terbuka dan.. Ternyata Kyai Sofwan menyempatkan waktu untuk mengunjungi kami di cabang Darunnajah yang ke 13 ini

Beliau tidak sendirian, ditemani dengan supirnya dan pakar bangunan Darunnajah yakni Insyinyur Angga. Kunjungan beliau tak lain adalah megevaluasi pembangunan di Darunnjah cabang. Beliau menuturkan tentang pembangunan kamar mandi baru untuk santri putri.

Pembangunan 4 buah kamar mandi

Para pekerja saat ini sedang berkonsentrasi pada 4 kamar mandi shower untuk sanri putri. Beliau juga menuturkan apabila 4 kamar mandi masih serasa kurang, untuk menerima santri baru tahun depan, maka aka nada penambahan 6 kamar mandi baru di lokasi tersebut

Penambahan fasilitas jemuran

Di samping proses pembangunan kamar mandi, para pekerja juga telah menyelesaikan fasilitas jemuran pakaian untuk putri. Dengan bertambahnya santri jumlah jemuran yang ada kurang memadai. Sebab itulah, sejumlah 4 buah bambu dirancang sedemikian rupa untuk menjadi jemuran.

Pemberian 14 buah kipas angin

Beliau juga memberi bantuan berupa 14 buah kipas angin untuk kamar-kamar santri, naik putra maupun putri. Karena memang cuaca di desa Cidokom pada siang hari yang cukup panas.Kipas angina tersebut rencananya akan dipasang di tiap kamar sejumlah 2 buah.

Torn air bertambah

Para santri juga difasilitasi sebuah torn air baru untuk memasok air untuk mandi dan keperluan lainnya. Yah.. sudah menjadi kebiasaan beberapa santri putri mungkin sedikit berlebihan dalam pemakaian air. Proyek ini akan dikerjakan setelah kamar mandi selesai dibuat.

Perencanaan pemasangan kawat untuk fentilasi juga akan dikerjakan seusai pembangunan kamar mandi tersebut. Tak bisa berlama-lama, beliau harus melanjutkan perjalanan ke darunnajah 8.

Cukup singkat pertemuan kami dengan beliau, tapi sudah cukuplah untuk memacu kembali semangat kami dalam menghafal Al-Qur’an. Mobil Pajero pun dating untuk kembali mengantar perjalan beliau selanjutnya. Semoga dengan percepatan pembangunan ini Darunnajah 13 Rabiul Qulub bisa juga berkembang pesat. Mengingat zaman sekarang ini para walisantri berlomba-lomba untuk mencari Ponpes Tahfizh Al-Qur’an.

Semoga Bermanfaat

(ghofur /13)

Jumat, 12 Oktober 2018

Dont Miss It!! All Star Show Sewindu Nurul Ilmi

Mumtaz! Alumni Darunnajah Raih Gelar Doktor di King Saud University

BIOGRAFI SINGKAT AL QURTUBI

BIOGRAFI SINGKAT AL QURTUBI
Oleh : Dr. Taufik, M.Si (Dosen STAI Darunnajah Jakarta)

Penulis tafsir al-Qurtubi bernama Abu ‘Abd Allah Ibn Ahmad Ibn Abu Bakr Ibn farh al-Anshari al-Khazraji Syamsy al-din al-Qurtubi al-Maliki. Beliau dilahirkan di Cordova, Andalusia (Spanyol sekarang). Di sanalah beliau mempelajari Bahasa Arab, Syair, al-Qur’an al-Karim, Fiqh, Nahwu, Qira’at, Balaghah, Ulumul Qur’an dan ilmu-ilmu lainnya. Dan ia juga adalah salah satu pengikut madzhab fikih yaitu Imam Maliki. Metode penafsirannya akan banyak mempengaruhi para mufassir setelahnya dengan mengikuti gaya penafsirannya, seperti halnya Ibn Katsir yang menjadikan kitab al jami’ li ahkamil Qur’an atau tafsir al-Qurtubi sebagai rujukan.

Namun sayangnya para ulama tidak ada yang tahu dengan pasti mengenai kapan ia dilahirkan, oleh siapa ia dibesarkan dan apakah ia seorang anak yatim atau tidak. Namun yang ditulis dalam sejarah bahwa ia dilahirkan dan dibesarkan oleh bapaknya, seorang yang bermata pencaharian bercocok tanam, hidup pada zaman dinasti Muwahidun yang kala itu dipimpin oleh Muhammad bin Yusuf bin Hud (625-635 H).

Dalam kehidupannya sehari-hari beliau mempunyai sifat yang unik yang memang tidak semua orang memilikinya sehingga beliau banyak dikenal akan sikap ketawaduannya, kealimannya, kezuhudannya, berkharisma dan komitmen dalam melakukan amal ibadah untuk dirinya. Seperti yang pernah dikatakan oleh al-Dzahaby  bahwa ia sering terlihat ketika memakai sehelai jubah yang bersih dengan kopiah di atas kepalanya serta seluruh hidupnya digunakan untuk beribadat kepada Allah. Sisa dari waktunya dihabiskan untuk menulis dan mengkaji ilmu agama ”Dia adalah seorang ulama besar yang tawadhu dan lebih mementingkan ilmu pengetahuan terlebih kepada tafsir dan hadits yang menghasilkan karya yang jauh lebih baik pada masanya.”[ Muhammad Husein al-Dzahabi, al-Tafsir wa al-Mufassirun, (Kairo: Dar al-Kutub al-Haditsah, 1976) jld IV, h. 373]

Sejak kecil, ia sudah mempelajari berbagai disiplin ilmu. Diantara ilmu-ilmu yang ia pelajari ialah tentang keagamaan seperti bahasa arab, hadits, syair, dan al-qur’an. Disamping itu pula ia banyak belajar dan mendalami ilmu yang menjadi pendukung ilmu Qur’an yakni dengan belajar nahwu, qira’at,  fikih dan balaghah. Gurunya yang sangat membantunya diantaranya adalah:
1.Ibnu Rawwaj, Imam Al-Muhaddits Abu Muhammad Abdul Wahab bin Rawwaj. Nama aslinya Zhafir bin Ali bin Futuh Al Azdi Al Iskandarani Al-Maliki, wafatnya tahun 648 H.
2. Ibnu Al-Jumaizi, Al-Allamah Baha’uddin Abu Al-Hasan Ali bin Hibatullah bin Salamah Al Mashri Asy-Syafi’I, wafat pada tahun 649 H. Ahli dalam bidang Hadits, Fiqih dan Ilmu Qira’at.
3.Abu Al-Abbas Ahmad bin Umar bin Ibrahim Al-Maliki Al-Qurthubi, wafat pada tahun 656 H. Penulis kitab al-Mufhim fisyarh Shahih Muslim.
4.Al-Hasan Al-Bakari, Al-Hasan bin Muhammad bin Muhammad bin Amaruk At-Taimi An-Nisaburi Ad-Dimsyaqi atau Abu Ali Shadruddin Al-Bakari, wafat pada tahun 656 H.

Setelah ia tumbuh dewasa dan merasa kurang dalam mendalami ilmunya itu, kemudian dia pergi ke Mesir (yang pada waktu itu kekuasaan dipegang oleh Dinasti Ayyubiah) dan ia menetap disana sampai ajal menjemputnya pada malam senin 9 syawal 671 H/1273 M dan makamnya sendiri berada di Elmania, di timur sungai Nil. Berkat pengabdiannya terhadap ilmu agama dan keinginannya dalam memajukan peradaban Islam, para penduduk di sana sangat menghormati jasa beliau sehingga makamnya-pun sering diziarahi oleh banyak orang.

Aktifitasnya dalam mencari ilmu ia jalani dengan serius di bawah bimbingan ulama yang ternama pada saat itu, diantaranya adalah al-Syaikh Abu al-Abbas Ibn ‘Umar al-Qurtubi dan Abu Ali al-Hasan Ibn Muhammad al-Bakri. Beberapa karya penting yang dihasilkan oleh al-Qurtubi adalah al-Jami’ li Ahkam al-Quran, al-Asna fi Syarh Asma Allah al-husna, al-Tazkirah bi Umur al-Akhirah, Syarh al-Taqassi, al-Tizkar fi Afdal al-Azkar, Qamh al-Haris bi al-Zuhd wa al-Qana’ah dan Arjuzah Jumi’a Fiha Asma al-Nabi.[ Ibid.]

(Adm_Staida/Idham)

7 Dampak positif dari silaturahmi antar sesama, dikalangan masyarakat.

10 Manfaat Lakukan Pemanasan Sebelum Olahraga

Santri Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4, hendak lakukan salah satu kegiatan mingguan yaitu Tapak Suci, yang biasa dilakukan setiap hari Jum’at. sebelumnya telah kami jelaskan pengertian tentang tapak suci.

Saat hendak melakukan kegiatan tapak suci atau kegiatan olahraga lainnya, santri tsurayya darunnajah 4 dibiasakan untuk melakukan kegiatan pemanasan terlebih dahulu, karena pemanasan adalah salah satu langkah yang paling penting untuk kita lakukan.
Tujuannya, Untuk mengindari diri dari luka, cedera, atau sesuatu peristiwa yang tidak diinginkan. Maka dari itu alangkah baik nya lakukan kegiatan pemanasan, seperti yang santri Tsurayya Darunnajah 4 lakukan.
Pemanasan adalah salah satu bagian dasar dari program latihan permulaan yang terdiri dari sekelompok latihan yang dilakukan pada saat hendak melakukan aktifitas yang lebih berat, misalnya berolahraga.
Berikut kami paparkan 10 manfaat melakukan pemanasan.

  1. Meningkatkan suhu tubuh beserta jaringan-jaringannya.
  2. Memperlancar aliran darah melalui otot-otot aktif.
  3. Meningkatkan detak jantung sehingga dapat mempersiapkan kerja sistem jantung dan pembuluh darah (cardiovaskular).
  4. Menaikkan tingkat energi yang dikeluarkan oleh metabolisme tubuh.
  5. Memperlancar pertukaran (pengikatan) oksigen dalam hemoglobin.
  6. Meningkatkan kecepatan perjalanan sinyal saraf yang mengendalikan gerakan tubuh.
  7. Meningkatkan efisiensi dalam proses reciprocal innervation, sehingga memudahkan otot-otot berkontraksi dan rileks secara lebih cepat dan efisien.
  8. Mengurangi adanya ketegangan pada otot.
  9. Meningkatkan kemampuan jaringan penghubung dalam gerakan memanjang atau meregang.
  10. Meningkatkan kapasitas kerja fisik atlet dan peningkatan kondisi tubuh atlet secara psikologis.

Masih banyak manfaat lainnya melakukan pemanasan.

Kegiatan pemanasan ini selalu diterapkan oleh santri Pondok pesantren Tsurayya Darunnajah 4, sebelum lakukan hal apapun. Karena mengingat manfaat nya yang sangat baik untuk kesehatan tubuh.

Di Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4 aktif di kegiatan tapak suci nya, setiap hari Jum’at, santri di wajibkan untuk mengikuti kegiatn mingguan ini yaitu dengan mengikuti kegiatan mingguan tapak suci yang sudah di sediakan di Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4. Tapak Suci ini termasuk salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang ada di Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4

Pesantren dengan GRATIS biaya SPP, telah dibuka kembali pendaftaran online. Bagi para orangtua yang bingung mencari pesantren untuk anaknya, yuk langsung daftar saja dengn cara klik DAFTAR

 

Inilah 6 Hal Yang Sering Dilakukan Oleh Generasi Millenial

Baru! Darunnajah Adakan Pelatihan Pembuatan Sablon Untuk Santri

Coming Soon Panggung Gembira All Star Show Sewindu Nurul Ilmi

Panggung Gembira ” All Star Show ” Sewindu Nurul Ilmi { INISIATOR GENERATION } Acara Special Ulang Tahun Sewindu Nurul Ilmi Acara ini Bertemakan ” the Rise Of World Culture ” dan Bermotokan ” Our Unity Our Success ” ALLAHU AKBAR !!!

Pernikahan Guru Darunnajah 2 Cipining Hadirkan Moment Bahagia

Uji Kelayakan Dan Kepantasan Menjadi Pemimpin Sebuah Organisasi Santri

Kehidupan santri di pesantren terus berdenyut selama 24 jam, siang dan malam setiap gerak santri telah diatur sedemikian rupa menjadi sebuah rutinitas yang akan membentuk karakter mereka. Dentang bel di pagi hari menjadi awal mereka memulai aktifitas dan saat matahari telah kembali keperaduannya bel pun kembali berbunyi menandai segala aktifitas berhenti memberikan kesempatan bagi raga untuk beristirahat.

Beragam kegiatan santri terlaksanan dengan tertib dan teratur tanpa berbenturan dengan tempat dan waktu, itu menandakan bahwa seluruh kegiatan santri telah disusun terencana. Konsep dan ide yang telah dituangkan dalam sebuah buku program kerja inilah yang menjadi rujukan para santri untuk menjalankan segala aktifitasnya.

Disinilah peran organisasi dalam mengatur kehidupan santri di asrama, para santri senior yang telah mendapatkan mandat untuk menjadi pengurus diharapkan mampu memimpin dan membimbing para juniornya menjalankan segala aktifitasnya sesuai dengan tujuan Pendidikan pesantren yaitu menumbuhkan jiwa ikhlas, jiwa sederhana, jiwa mandiri, jiwa ukhuwah, dan jiwa bebas merdeka.

Ada yang menarik dalam menentukan seorang ketua untuk menjadi pemimpin organisasi santri di Pondok Pesantren Darunnajah. Dalam pemilihan calon ketua organisasi santri, setiap konsulat (daerah asal santri) seperti DKI Jakarta, Parahyangan, Sumatera, Cirebon, Jawa Tengah, Jawa Timur, Tangerang, Indonesia Timur dll mengajukan kandidat terbaiknya untuk menjadi orang nomor 1 di organisasi santri. Selanjutnya akan terpilih 5 orang kandidat terbaik yang akan menjalani tahap terakhir untuk menjadi ketua organisasi.

Fit and proper test adalah tahap terakhir untuk memilih yang terbaik dari 5 kandidiat ini. Rangkaian uji kelayakan dan kepantasan ini dilakukan oleh beberapa ustadz dari pengasuhan santri, guru senior dan pimpinan pesantren. Rangkaian proses ini dimaksudkan untuk memastikan calon pemimpin organisasi santri ini memiliki kompetensi untuk memimpin dianataranya adalah Jujur, amanah, antusias, dan  komunikatif.

Menurut Dahlan Iskan, mantan meneg BUMN mengatakah bahwa pemimpin memerlukan dua hal yaitu kejujuran dan jiwa antusias. Kejujuran adalah dasarnya, sedang antusiaslah yang akan menentukan keberhasilan, karena untuk suskses harus melewati berbagai tantangan berat yang seringkali membuat ciut nyali kemudian layu bila tidak ada jiwa antusias.

Menjadi pemimpin bagi seorang santri adalah sebuah siklus hidup yang harus dilewati ketika tinggal di sebuah pesantren. “Siap dipimpin dan siap memimpin” menjadi sebuah slogan yang tertanam dalam jiwa, dimana dalam tiga tahun pertama pada tingkat tsanawiyah para santri siap dipimpin oleh para santri senior untuk diasuh, digembleng, dan digerakkan mengikuti berbagai macam kegiatan yang akan menempa para santri untuk menjadi pribadi yang unggul

Pada 3 tahun selanjutnya para santri menjadi siap memimpin ketika menginjak tingkat Aliyah, yang tadinya dipimpin kini mereka mempimpin. Sebuah siklus yang indah dimana regenerasi dalam organisasi terus berjalan melahirkan pemimpin-pemimpin baru yang akan selalu menghidupkan denyut nadi kehidupan santri di pondok pesantren.

“Apa yang kau lihat, apa yang kau dengar dan apa yang kau rasakan di pesantren itulah pelajara” sebuah ungkapan yang sarat makna. Segala aktifitas di pesantren selalu terselip pelajaran berharga bagi para santri yang kadang tidak disadarinya namun akan membentuk jiwa serta karakter mereka (hidden curriculum) yang menjadi unggulan di setiap pesantren./awaludin ahmad

Penutupan kegiatan CARAKA

Jum’at, 12 Oktober 2018, para santri Al-Hasanah Darunnajah 9 Pamulang, mengikuti upacara penutupan CARAKA ( camping Rabu Kamis ), yang bertempat di Rumah kebon astuti, cinangka, sawangan Depok, Jawa Barat.

Setelah penutupan berakhir, para panitia langsung menyambung kegiatan ini dengan pembagian hadia, hampir dari setiap regu menunggu-nunggu hadia yang akan di umukan oleh panitia, mulai dari andika teraktif, regu terkompak, penampilan terbaik serta perlombaan-perlombaan yang lain.

Tak hanya itu saja, tepat pada pukul 01:30 wib para santri di bangunkan untuk mengikuti kegiatan jerit malam, dengan mewajibkan mereka memakai kacu untuk menutupi mata mereka.

Para panitia pun mulai beraksi menakut-nakuti mereka dengan suara, banyak diantara mereka yang berteriak-teriak ketakuta, serta beristigfar dengan suara lantang, dan di lanjut dengan renungan malam yang di isi oleh Ust.Samiyono M.Pd selaku guru Darunnajah 9 pamulang. Hal ini lah yang nantinya akan menjadi kenangan mereka dari kegiatan CARAKA ini.

Setelah upacara, dan pembagian hadiah usai, para ustad dan ustazah langsung menuju ke pos masing masing, untuk mengontrol para santri saat pemberangkatan menuju pondok, sesampai nya di pondok para santri pun membereskan seluruh perlengkapan perkelompok, dan di lanjut dengan istirahat.