Tampilkan postingan dengan label February 07. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label February 07. Tampilkan semua postingan

Rabu, 06 Februari 2019

Celoteh Santri “Do’a Sebagai Obat Mujarab” Pada Diskusi Mingguan.

Allah SWT telah menciptakan manusia untuk beribadah kepadanya. Salah satu caranya dengan berdoa, tetapi apakah kalian tahu, apa definisi dari do’a?. do’a adalah sebuah cara seorang muslim untuk bertaqwa dengan keihklasan , dan beribadah keada allah. Karena do’alah yang bisa membuat kita bertaqwa kepada allah. Dengan berdo’a  kita merasa bahwa kita adalah hamba yang masih kurang. Tanpa berdo’a kita tidak dapat menghadapi apa yang menjadi masalah atau bagaimana hidup kita, berkat do’alah kita dapat menghadapi semua masalah seta pekerjaan dan kewajiban kita.

Do’a sebagai obat mujarab, mujarab berasal dari kata kerja جرب – ىجرب yang berarti mencoba, jadi do’a tersebut telah dicoba oleh para pendahulu dan benar sebagaimana mestinya do’a sebagai obat yang mujarab dalam beberapa hal yang berkaitan dengan kehidupan ini.

Dikehidupan ini sudah banyak contohnya seperti ruqyah, dengan ruqyah kita bisa menyembuhkan seseorang dengan membaca do’a-do’a pilihan. Sebagaimana firman Allah SWT yang ditujukan nabi Ibrahim A.S “dan apabila aku sakit maka dia-lah yang menyembuhkanku.”. tetapi jangan menyamakan ruqyah dengan ilmu gelap. Karena ruqyah itu memohon do’a pertolongan dan perlindungan dari Allah SWT semata. Sedangkan ilmu gelap itu dalam pelaksanaannya menggunakan jin dan hal yang ghaib lainnya.

Lantas kapan ruqyah bisa digunakan?, kapan saja waktu-waktunya?, dan mengapa ruqyah digunakan?. Jadi, ruqyah digunakan ketika seseorang kemasukan/kesurupan jin. Banyak sekali cara masuk nya jin kepada manusia, seperti melalui pori-pori, ketika seseorang mnguap, dll. Itulah kenapa dalam ajaran rasullah adab ketika menguap harus ditahan atau ditutup agar setan atau jin tidak masuk. Manusia dapat diganggu bahkan dirasuki dengan cara :

  1. Jin lelaki mencintai perempuan, begitu juga sebaliknya.
  2. Manusia menzalimi jin.
  3. Jin berbuat zalim kepada manusia.

Tetapi do’a tidak selalu digunakan untuk ruqyah, do’a juga digunakan sebagai senjata bagi orang mukmin dalam mengatasi musibah. Rasullullah SAW bersabda : “ Do’a adalah senjata bagi orang yang beriman dan tiang agama dan cahaya langit dan bumi ”. (H.R. Al-Hakim).

Akan tetapi ada beberapa hal-hal yang menghalangi do’a tersebut dikabulkan oleh Allah SWT, seperti :

  1. Do’a yang tidak disukai karena ada unsure permusuhan.
  2. Ketika berdo’a hatinya lemah dan tidak konsentrasi.
  3. Memakan makanan yang haram

Sudah banyak dari manusia yang beriman melakukan hal-hal yang mempermudah dikabulkannya do’a mereka tapi tidak semua dari do’a-do’a mereka diterima karena berdo’a diwaktu yang kurang tepat. Berikut adalah waktu-waktu yang mustajab untuk diterimanya do’a :

  1. Diakhir sepertiga malam.
  2. Saat mendengar adzan.
  3. Diantara adzan dan iqomah.
  4. Di malam lailatul qadr.
  5. Selama bulan ramadhan.
  6. Ketika malam jum’at.
  7. Ketika sujud di raka’at terakhir.
  8. Sesudah solat fardhu.
  9. Ketika selesai menghatamkan Al-qur’an.

Dari waktu-waktu diatas, jika disalah satu waktu tersebut kita berdo’a dan mengagungkan nama Allah SWT yang mulia insya allah do’a kita akan menjadi sangat mujarab.

Demikianlah yangdapat saya sampaikan semoga dengan artikel diatas dapat menjadikan kita semakin bertambah wawasannya. Sumber :  disampaikan oleh santri yang bernama Vero Ananda kelas 3 TMI, pada acara diskusi mingguan santri rabu malam.

syirhan-dn1

Gerakan Santri Wakaf Nawaitu (Nurul Ilmi Wakaf Tunai)

“Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usaha kamu yang baik-baik, dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (Q.S. al-Baqarah (2): 267)

Dengan contoh dari dalil Al-Quran sendiri dan langkah nyata pendiri Darunnajah KH. Abdul Manaf Mukhayyar yang mewakafkan tanahnya sebesar 6,5 Hektar di Ulujami, Jakarta Selatan untuk kepentingan umat.

Hal ini sangat luar biasa yang menjadi inspirasi bagi kita para pejuang Darunnajah untuk meneruskan  perjuangannya. Wakaf akan menjadi manfaat bagi para pewakaf nya, yang akan menjadi amal jariyah hingga akhirat kelak.

Dalam hal wakaf ini Darunnajah mengambil medan perjuangan Pendidikan dalam mengembangkan wakaf nya, yang telah berkembang sangat pesat denga nada nya 17 cabang di seluruh Indonesia.

Atas dasar itulah Darunnajah 14 mengadakan suatu kegiatan wakaf produktif atau yang lebih dikenal dengan Nawaitu, yang bertujuan menghasilkan sesuatu atau agar suatu hal dapat dimanfaatkan penggunaan nya dengan baik dengan di wakafkan ke pesantren.

Gerakan ini mendapat respon yang sangat baik dari santri maupun dari wali santri karena budaya wakaf atau infaq ini di lingkungan kita sangat pesat, hanya tinggal bagaimana kita membuat kegiatan ini menjadi sederhana agar memudahkan orang lain untuk ikut dalam gerakan wakaf ini.

Tujuan diadakannya kegiatan ini adalah menjalankan amanah pendiri Darunnajah, yaitu bahwasanya pesantren ini sudah diwakafkan untuk umat, yang akan dikembangkan secara bersama-sama.

Kegiatan ini dapat dilakukan oleh semua stakeholder atau warga pesantren yang terlibat di dalamnya, gerakan wakaf ini dapat membantu mempercepat perkembangan pesantren ketika pesantren dapat dipikirkan dan diperjuangkan secara bersama-sama.

Gerakan Nawaitu ini dapat menghadirkan koloborasi kekuatan, jika sekarang yang memperjuangkan pesantren hanya internal nya saja, yang baik dalam hal finansial dan materialnya. Namun dengan adanya gerakan wakaf ini akan hadir banyak pewakaf yang secara tidak langsung ada harapan percepatan kemajuan pesantren dalam kualitas pendidikannya.

Dengan meningkatnya kualitas Pendidikan berimbas pada semua lini. Dengan meningkatnya berbagi lini Pendidikan, usaha untuk menyongsong masa depan akan semakin baik dengan gerakan wakaf yang semakin baik.

(Santri Tv/Rafi)

Inilah 2 Agenda Penting dan Semarak Pada Hari Rabu