Tampilkan postingan dengan label December 17. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label December 17. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Desember 2018

Kegiatan Ujian Semester di Pondok Pesantren An Nahl Darunnajah 5

Pondok Pesantren An Nahl Darunnajah 5 – 17 Desember 2018. Kegiatan ujian tengah semester dan akhir semester mungkin sudah tidak asing lagi yang di adakan di sebuah lembaga, Begitu juga di pondok pesantren yang sedikit berbeda dari segi praktrek dan pelajaran yang berbeda adalah seperti praktek ujian lisan bahasa arab, inggris dan lain-lainnya.

Begitu juga dari segi waktu yang biasanya ujian hanya 1 minggu di lembaga lain namun di pondok pesantren An nahl Darunnajah 5 menjadi 3 minggu salah satunya yaitu 1 minggu praktek ujian lisan arab inggris dan ibadah amaliyyah. 2 minggu berikutnya adalah ujian tulis yang terdapat 24 pelajaran. Walapun jangka ujian mereka terlampau lama tapi tetap semangat untuk menjalani aktivitas ujian.

begitupun dari segi ibadah, Merekapun tidak pernah ketinggalan shalat dhuha di waktu istirahat ujian, Puasa sunah senin – kamis dan semangat dalam belajar . Biasanya di Darunnajah 5 mempunyai motto yaitu ujian untuk belajar bukan belajar untuk ujian.

Sahabat Pena : Muhammad Hafiz

Cara Mengungkapkan Rasa Bersyukur Sesuai Tuntunan Rasulullah Saw

Pondok Pesantren An Nahl Darunnajah – 17 Desember 2018. Sebagai seorang muslim kita pastinya ingin selalu bersyukur kepada allah swt karena berkat rahmatnya kita bisa menikmati hidup dengan lancar. Yuk kita simak bagaimana sih cara mengungkapkan rasa syukur kepada allah swt.

  1. Kita harus meyakini bahwa segala sesuatu hanyalah milik allah swt.

Hati kita harus meyakini bahwa semua yang kita dapatkan, yang kita rasakan dan apa yang kita miliki sekarang hanyalah titipin dari allah swt.

2. Selalu memuji allah Saw

Setiap hari kita harus bersyukur atas pemberian allah swt karena jika kita bersyukur maka rizky yang kita dapatkanpun akan bertambah.

3.Berterima kasih kepada orang-orang yang menjadi jalan nikmat dan kebaikan.

bukankah yang paling bersyukur kepada Allah adalah yang paling banyak berterima kasih kepada manusia? Dengan kata lain, ahli syukur itu sangat tahu balas budi. Dalam hadist disebutkan “Tidaklah bersyukur kepada Allah orang yang tidak tahu berterima kasih kepada sesame manusia” – HR Ahmad

Semoga kita bisa menjadi hamba yang pandai bersyukur..

Sahabat Pena : Muhammad Hafiz

Vaksin Perhatian! Ini Pentingnya Suntik Vaksin Meningitis Bagi Calon Jemaah Haji

Mengapa Hati Kita Sering Dilanda Kegelisahan Yang Mendalam

Sesuai dengan makna dasarnya, qalb (hati) adalah sesuatu yang bolak-balik. Ia tidak berpendirian tetap, tetapi selalu berubah-ubah. Pagi dalam keadaan taat, sore kembali berbuat maksiat. Kemarin sudah bertaubat, hari ini kembali berdosa.

Dan, akhirnya bukanlah hal yang aneh, jika kemudian hati menjadi gelisah. Tanda kegelisahan hati adalah hidup yang terasa hambar. Segala sesuatu dijalani dengan hampa. Makan tidak enak, tidur pun tidak nyenyak. Oleh karena itu, saatnya kita kenali, mengapa hati selalu gelisah.

Pertama, karena banyaknya dosa. Disadari atau tidak, ketika seorang mukmin berbuat dosa, maka akan diliputi oleh rasa bersalah. Dengan demikian, hati pun menjadi gelisah. Hidupnya dalam keterasingan. Ibnu Qayyim berkata, ”Jika kamu menemukan keterasingan karena perbuatan dosa, maka segera tinggalkan dan jauhi dosa dan maksiat. Hati tidak akan tenang dengan perbuatan dosa.”

Kedua, kurang bersyukur. Padahal, Allah menciptakan segala sesuatu, termasuk semua yang ada di langit dan yang ada di bumi, dengan penuh kasih sayang dan hanya untuk manusia. ”Dan tidak ada binatang melata pun yang hidup di muka bumi ini melainkan Allah yang memberinya rezeki …” (QS Hud [11]: 6).

Ketiga, banyak menuntut. Bisa dipastikan hati akan selalu gelisah jika seseorang berpikir harus memiliki segala sesuatu, sementara ia tidak mempunyai kemampuan dan daya tunjang yang memadai untuk meraihnya.

Keempat, cinta dunia. Rasulullah SAW mengkhawatirkan umatnya yang mencintai dunia secara berlebihan. ”Yang paling aku takutkan dari umat sepeninggalanku adalah jika kesenangan dunia dan hiasannya dibuka untuk kalian.” (Muttafaq ‘Alaih).

Kelima, terlalu berharap pada manusia. Seseorang yang bergantung pada selain Allah, hanya akan kecewa.

Keenam, berbuat zalim. Menzalimi orang, itu artinya meninggalkan perasaan tidak enak. Karena itu, segeralah meminta maaf. Karena, meminta maaf dekat dengan ketakwaan yang pada akhirnya menimbulkan ketenangan. (QS Al-Baqarah [2]: 237).

Ketujuh, lemah iman. Seseorang yang lemah iman akan mudah mengeluh dan menyalahkan keadaan. Bahkan, orang yang lemah iman tidak yakin dengan kemahakuasaan Allah. Padahal, hidup dan mati, rezeki dan jodoh manusia, semua sudah diatur dan ada dalam kekuasaan Allah SWT.

Kedelapan, tidak sungguh-sungguh menaati syariat Allah, malas beribadah, dan enggan bertaubat kepada-Nya. Itu tampak pada banyaknya tindakan maksiat yang dikerjakan setiap harinya.

(Santri Tv/Rafi)