Ketua STAI Darunnajah Jakarta Duna Izfanna, M. Ed. Psy, Ph. D. turut serta menghadiri undangan dari UNIDA Gontor dalam seminar internasional tentang pendidikan wakaf pada hari Senin, 1 Juli 2019 di gedung utama UNIDA lantai 4. Acara seminar sendiri terdiri dari tiga bagian. Yang pertama adalah acara pembukaan yang dilanjutkan dengan pemaparan makalah dari para ahli di bidang wakaf, mereka adalah Prof. Dr. Mehmet Bulut dari Istanbul Sabahattin Zaim University Turki, Dr. Mustofa Dasuqi dari American University Kairo, Prof. Dr. Magda Ismail Abdelmohsen danri INCEIF Malaysia, dan Dr. Hamid Fahmy Zarkasyi, M. Phil dari UNIDA Gontor Indonesia.

Acara kedua adalah IGD (Forum Group Discussion) tentang inisiasi berdirinya institusi pendidikan wakaf internasional. Forum diskusi ini diikuti oleh beberapa kampus dari dalam dan luar negeri, yaitu UNIDA Gontor, IZU Turki, American University Cairo, INCEIF Malaysia, UISA Semarang, UII, UMY, UNAIR, STAI Darunnajah Jakarta, dan Ponpes Tazakka Batang. Setelah melakukan disukusi dan membahas beberapa poin penting tentang pendirian institusi tersebut, maka terjadilah kesepakatan di antara para anggota diskusi. Setelah itu, dilanjutkan dengan acara ketiga, gala dinner dan penandatanganan kesepakatan tentang berdirinya sebuah institusi pendidikan wakaf bertaraf internasional, yang selanjutnya disebut dengan IAWEI (International Association of Waqf Educational Institutions).
Di lain kesempatan, Ketua STAI Darunnajah Jakarta Duna Izfanna, M. Ed. Psy, Ph. D. juga mengadakan obrolan langsung tentang penandatangan MoU dengan Prof. Dr. Mehmet Bulut dari Istanbul Sabahattin Zaim University Turki. Setelah tercapai kesepakatan poin-poin MoU, kedua belah pihak sepakat untuk menandatanganinya di acara gala dinner. Akan tetapi acara itu diundur dikarenakan padatnya acara gala dinner yang sudah direncanakan oleh panitia di UNIDA. Selang dua hari, acara penandatangan MoU baru diadakan di kampus UNJ. Selain STAI Darunnajah, ada beberapa kampus lain di Indonesia yang turut hadir dan melakukan hal yang sama.


Bulan suci Ramadhan akan tiba beberapa hari lagi. Menurut metode hisab, awal bulan Ramadhan tahun 1440 H akan jatuh pada hari Senin tanggal 6 Mei 2019. Semua kalangan masyarakat muslim pun menyambut datangnya bulan yang penuh berkah ini dengan suka hati. Berbagai program sudah direncanakan dan akan dilaksanakan di bulan suci tersebut.
STAI Darunnajah Jakarta selalu menjaga eksistensinya dalam menjalin kerjasama baik dengan kampus-kampus atau instansi-instansi di dalam maupun luar negeri. Hal tersebut selalu terlihat dalam setiap kunjungan, kerjasama, dan kegiatan-kegiatan lain yang diikuti oleh STAI di manca negara. Hal ini lah yang membuat kampus STAI Darunnajah “go international” dan dikenal banyak orang, bahkan sampai di lain benua, seperti Amerika, Australia, Eropa, dan Afrika. Nama besar Darunnajah saat ini sudah diketahui banyak orang, khususnya mereka yang tinggal di benua Afrika, salah satunya adalah negara Maroko.
Mereka tidak hanya mendengar kabar tentang STAI Darunnajah, namun di antara mereka ada juga yang tertarik untuk kuliah di kampus. Seorang mahasiswi asal Maroko kini telah bergabung dan berkuliah di STAI Darunnajah Jakarta. Mahasiswi tersebut bernama Ghita Sherrid dan mengambil program studi PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini). Saat ini dia duduk di semester dua. Ketika dia ditanya alasan mengapa mengambil prodi tersebut, dia menjelaskan bahwa ketertarikannya untuk belajar di PIAUD karena dia senang kepada anak-anak kecil. Sementara di Maroko sendiri tidak ada kuliah dengan jurusan yang sama. Selain itu, dia juga ingin mempelajari bahasa Indonesia lebih dalam serta mempraktekkan dalam kehidupannya sehari-hari. Dengan begitu, maka tidak heran jika dia tampak mudah bergaul dengan teman-teman kelasnya maupun orang-orang di sekitarnya.

Judul yang diangkat adalah “Benarkah Aristoteles Menganut Ajaran Tauhid?”. Penelitian ini dilakukan selama beberapa bulan dan telah sampai kepada kesimpulannya. Rencananya, hasil penelitian akan diseminarkan di Aula Imam Ghazali INSIST (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations), Kalibata Utara, Jakarta Selatan.
Acara penutupan ini diawali dengan sambutan yang disampaikan oleh Pengurus STAIDA yakni Ka Anas Fauzi, S. Pd, beliau menyampaikan apresiasi terhadap para mahasiswa yang sudah ikut andil dan mensukseskan kegiatan ini, beliau juga menyampaikan 3 kewajiban yang harus dilaksanakan oleh Mahasiswa Islam yaitu Olah Pikir, Olah Hati dan Olah Raga, ketiga aspek itulah berkaitan satu dengan yang lainnya, beliau juga berpesan bahwa dengan dilaksanakannya kegiatan STAIDA Competition ini para mahasiswa bisa lebih mengenal satu dengan yang lainnya dan menjalin ukhuwah islamiyah yang lebih kuat lagi
Adapun para juara dalam cabang olahraga STAIDA Competition ini sebagai berikut: