Tampilkan postingan dengan label 2019 at 09:20PM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2019 at 09:20PM. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 04 Mei 2019

PIAUD : Asesmen lapangan oleh tim asesor Ban-PT

Akreditasi Prodi PIAUD STAI Darunnajah

Prodi PIAUD (Pendidikan Islam Anak Usia Dini) STAI Darunnajah telah menjalani proses akreditasi pada hari Jum’at tanggal 3 Mei 2019. Adapun Tim Asesor dari BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) adalah Dr. Parwoto, M.Pd dari Universitas Negeri Makasar dan Dr. Euis Kurniati, M.Pd. dari Universitas Pendidikan Indonesia Bandung. Dalam visitasi yang bertempat di ruang sidang STAIDA, semua pengelola, dosen PIAUD, dan administratur lainnya turut menghadiri acara ini guna membantu validasi data. Semua data yang dibutuhkan dalam proses akreditasi ini telah disiapkan oleh seluruh pengelola STAIDA dari beberapa bulan yang lalu.

Adapun visitasi kali ini terbagi menjadi dua bagian, yaitu visitasi prodi dan visitasi institusi. Dr. Euis Kurniati, M.Pd sebagai asesor institusi mengecek semua fasilitas yang berada di kampus, mulai dari kelas, kantor-kantor, perpustakaan, dan fasilitas lainnya yang dilaporkan dalam borang institusi. Beliau juga sempat mengadakan wawancara terhadap mahasiswi-mahasiswi PIAUD dari berbagai semester dan mengajukan beberapa pertanyaan terkait kegiatan belajar mengajar di kelas dan kegiatan praktek di luar kelas. Seluruh mahasiwi-mahasiwi tampak antusias dalam menjawab semua pertanyaan dari asesor. Selain itu, Dr. Euis Kurniati, M.Pd juga mengecek semua data yang ditulis di borang institusi dan menanyakan buktinya.

Di tempat terpisah, Dr. Parwoto, M.Pd juga melakukan hal yang sama, namun beliau khusus menanyakan dan mengecek semua borang prodi PIAUD beserta bukti fisiknya. Beliau menanyakan beberapa hal dimulai dari borang standar satu sampai standar tujuh. Asesor juga sempat mengumpulkan mahasiswa-mahasiswa PIAUD guna memberikan pengarahan dan beberapa masukan agar prodi ini terus mengalami kemajuan. Di akhir visitasi, kedua asesor memberikan catatannya masing-masing sebagai bahan evaluasi untuk prodi maupun untuk institusi. Dengan adanya visitasi ini, diharapkan prodi PIAUD dan institusi STAI darunnajah akan semakin maju dan berkembang.

Terima kasih kami haturkan kepada segenap unsur yang terlibat dari awal penyusunan data hingga proses asesmen lapangan ini selesai. Semoga Akreditasi ini menjadi langkah awal untuk pengembangan PIAUD ke depan menuju ke arah yang lebih baik.

Terima kasih juga kami haturkan kepada Asesor Ban-PT Bapak Dr. Parwoto, M.Pd & Ibu Dr. Euis Kurniati, M.Pd atas masukan dan kritik yang membangun untuk perkembangan PIAUD yang lebih baik.

Rabu, 03 April 2019

Korelasi Antara Pendidikan Dan Kehidupan Sosial

Landasan sosial budaya pendidikan mencakup kekuatan sosial masyarakat yang selalu berkembang dan berubah sesuai dengan perkembangan jaman. Kekuatan tersebut dapat berupa kekuatan nyata dan potensial yang berpengaruh dalam perkembangan pendidikan dan sosial budaya seiring dengan dinamika masyarakat. Sehingga kondisi sosial budaya diasumsikan mempengaruhi terhadap program pendidikan yang tercermin dalam kurikulum. Ki Hajar Dewantara mengemukakan:

Study hits base social and culture from education aims to supply teacher with erudition that deepen about society and where they alive and to help student teacher to detect that explanation hits society and culture of vital importance mean to realize about education problem.

Krisis multidimensi yang belum mampu teratasi saat ini merupakan bentuk dari shock culture atau keterkejutan budaya yang dialami karena selama ini tidak disiapkan untuk menghadapi perubahan jaman yang merupakan sebuah keniscayaan. Pendidikan selama ini hanya berorientasi pada usaha untuk mewariskan budaya lokal dan nasional atau hanya melihat fungsi pendidikan sebagai lembaga pentransmisi kebudayaan, bukan sebagai lembaga yang berusaha mempersiapkan peserta didik untuk mengkonstruksi kebudayaan sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan jaman.

Kebudayaan dan pendidikan memiliki hubungan timbal balik sebab kebudayaan dapat dilestarikan dan dikembangkan dengan jalan mewariskan kebudayaan dari generasi ke generasi penerus dengan jalan pendidikan, baik secara informal maupun formal. Sebaliknya bentuk, ciri-ciri, dan pelaksanaan pendidikan ikut ditentukan oleh kebudayaan masyarakat di mana proses pendidikan itu berlangsung. Salah satu fungsi dari sekolah mencakup fungsi sosial.

Sekolah dalam menjalankan fungsi sosial harus mampu mensosialisasikan peserta didik, sehingga mereka nantinya bisa merubah diri mereka dan merubah masyarakatnya. Masyarakat merupakan sebuah tempat yang menjadi tempat hidup, tumbuh, berkembang dan berubah bagi manusia. Sehingga sekolah tidak bisa dipisahkan dengan manusia, karena manusia merupakan anggota masyarakat dan menjadi pendukung dari kebudayaan yang ada di dalamnya.

(Santri Tv/Rafi)