Kamis, 04 Juli 2019

Keceriaan Keluarga Besar Darunnajah 2 Cipining dalam Halal Bi Halal Yayasan

(PH/PD Muti)

KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc “Pegang Teguh 2 Kunci Ini, Maka Kamu akan Sukses!”

Pengajian perdana yang diadakan kembali setelah libur panjang. Pengajian ini adalah agenda wajib, yang dilaksanakan pada hari Rabu (03/07/2019) setelah sholat Subuh berjama’ah.

Hari tersebut adalah jadwal khusus untuk para mahasiwa dan guru single Pesantren Darunnajah 2 Cipining bersama Pimpinan Pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc.

Berikut adalah catatan nasehat subuh Pimpinan Pesantren sebagai muqodimah (pembuka) dalam pertemuan perdana tersebut.

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor Jawa Barat (15)

Semua yang ada di pesantren harus dilibatkan untuk mengikuti pengajian, mulai dari guru yang sudah berkeluarga, guru single, guru baru, para mahasiswa, santri, karyawan pesantren, masyarakat sekitar pesantren, hingga para wali santri yang sedang mengantarkan anaknya sekolah.

Harapannya agar kita semua mendapatkan keberkahan.

Tidak ada perbuatan manusia yang tidak akan mendapatkan balasan. Sekecil apapun perbuatan manusia pasti akan dibalas dengan balasan yang sesuai.

Sering kali kita menonton TV, yang isinya banyak para masyarakat yang daerahnya kekeringan, dan mereka harus mengambil air dari jarak yang sangat jauh.

Bukan hanya itu, tetapi juga anak-anak kecil yang kelaparan. Itulah contoh penduduk yang tidak beriman.

Ketika awal berdirinya pesantren, untuk mendapatkan air saja sangat susah, bahkan tokoh masyarakat tidak  merekomendasikan untuk membangun pesantren di daerah ini.

Para wargapun mencari tempat yang ada sumber airnya. Mereka terlihat hidup berdampingan, berkumpul di satu tempat yang dekat dengan sungai atau sumber air.

Tetapi, karena pesantren berisi dengan orang-orang yang beriman, maka bukan hanya air dari sumur, tetapi juga dari setiap pegunungan yang ada disekeliling pesantren, ikut mengalir.

Alhamdulillah, sampai saat ini masih bertahan, bahkan sampai ada kolam ikan dan kolam renang untuk santri. Itulah keberkahan.

Dengan keimanan dan ketakwaan kita akan mendapatkan keberkahan dan kemudahan.

Saya khawatir, jika para guru sudah mendapatkan jabatan, maka ibadah sudah tidak diperlukan lagi, ini musibah.

Jangan malah sudah bertambah umur, bertambah ilmu maka jauh dari ketaqwaan.

Pesantren bisa seperti ini, adalah balasan dari orang-orang dahulu.

Saya yakin, jika dulu mereka adalah orang yang malas dan tidak mau ibadah, maka lokasi ini tidak akan terpakai hingga saat ini.

Banyak orang yang tidak mengenal Cipining (nama kampung/ desa) tempat pesantren orang-orang sholeh, tetapi mereka hanya mengenal Cipinang tempat narapidana.

Banyak orang membangun pesantren dengan bangungan yang besar, bahkan gurunya pun banyak yang sesuai dengan bidangnya, tetapi pesantren tersebut tidak tahan lama.

Sedangkan ada pesantren yang tidak memilki modal utama, hanya keimanan dan ketaqwaan, bisa tertahan hingga puluhan tahun.

Maka, kemajuan dan keberkahan Pesantren ini ditentukan oleh generesi saat ini.

Balasannya, lingkungan pesantren mendukung, lahan yang ditanami kayu, kayunya bisa digunakan untuk membangun. Ditanami buah, buahnya bisa dikonsumsi oleh masyarakat sekitar pesantren.

Jika ingin sukses ditengah-tengah pesantren, maka pegang teguh dua kunci ini, yaitu IMAN dan TAQWA.

Jika kalian hidup ditengah-tengah masyarakat, maka gerakkan semua masyarakat untuk beribadah.

Jika kamu seorang suami, maka ajaklah istrimu serta keluargamu untuk beribadah. Sebagimana telah ditulis dalam Q.S. At-Tahrim: 6

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

Dari sekarang perbanyaklah melakukan kebaikan, maka dewasa yang akan datang akan ada banyak keberkahan. Dari sekarang perbanyak melakukan ibadah. Buah dari kebaikan tidak akan pernah salah.

Tapi jika kamu banyak tidur-tiduran saja! Maka lihat saja nanti!

Jama’ah 5 waktu harus dijadikan pegangan. Bukan hanya sholat 5 waktu, tetapi tambah dengan sholat sunnah lainnya, seperti Sholat Dhuha. Luar biasa jika kamu menekuni sholat Dhuha, maka balasannya smaa seperti kamu melakukan shodaqah.

Semoga bermanfaat. (WARDAN/Mbafer)

 

 

Hari Pertama Pekan Khutbatul ‘Arsy Santri Lama Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining

Potret Suasana Santri Baru Dalam Mengikuti Rangkaian Acara Khutbatul ‘Arsy Pesantren Darunnajah 2 Cipining

Darunnajah Cipining ikuti Halal Bi Halal Yayasan di Darunnajah 9 Pamulang

Menjalin silaturahmi merupakan salah satu budaya baik yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw. Karena dapat mempererat tali silaturahmi sesama umat muslim.
Hari ini Kamis, 27 Juni 2019/ 23 syawwal 1440 H yayasan darunnajah mengadakan halal bi halal Keluarga besar pesantren darunnajah pusat dan cabang bertempat di pesantren Alhasanah darunnajah 9 Pamulang.

Kegiatan apakah?

Kegiatan ini merupakan kegiatan rutinan yang sudah berlangsung sejak lama, sebagai sarana untuk mengenal dan mempererat silaturahmi sesama guru darunnajah baik di pusat maupun cabang.
Pesantren Darunnajah Cipining pun tak ingin kehilangan momen, turut hadir dalam acara tersebut
Dengan menggunakan 1 armada bus, yang membawa 60 guru pesantren Darunnajah Cipining dengan titik kumpul di lapangan futsal kampus 1. Pukul 06:00 seluruh guru telah bersiap dan berkumpul.
Setelah semuanya siap bus pun melaju mengitari jalan raya menuju Darunnajah 9. Tak lupa sebelum berangkat membaca doa bersama2 agar semuanya berjalan dengan lancar dan selamat sampai tujuan, dengan dipimpin oleh Al Ustadz Cahyo Gondo Arum doa pun berjalan dengan khidmad.
Acara pun berjalan dengan lancar dan meriah dengan dipandu oleh Al-Ustadz Taufik Arif Gunawan, S.H dan Al-Ustadz Muhammad Fadly Nur’aunillah.
Adapun acara ini dimulai pada pukul 08.30 dengan bacaan basmalah serta pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Ust. Zaidan Majdi Riza. Yang mana diharapkan dengan bcaan Al-Qur’an tersebut acara halal bi halal ini mendapat Ridha dari Allah SWT.
Setelah pembacaan ayat suci tersebut, dilanjut dnegan sambutan-sambutan oleh pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Drs. K.H. Mahrus Amin yang menyampaikan pesan-pesan mengenai kepengurusan yayasan dan berbagai nasehat serta petuah-petuah yang sangat bermanfaat.
Memasuki acara inti yaitu tausiah oleh Al-Ustadz Ridha Makky, M.Pd. Para hadirin pun mendengarkan dengan penuh perhatian, karena gaya penyampaian beliau yang dapat dengan mudah dipahami.

Tausiah oleh Al-Ustadz Ridha Makky, M.Pd.I

Terakhir ditutup dengan tashofahan oleh seluruh asatidz baik dari Darunnajah pusat maupun cabang, dengan diiringi sholawat nan merdu mengubah suasana menjadi haru-biru.
Dalam keadaan inilah, dapat dirasakan ikatan persaudaraan yang erat meski terpaut jauh dan terhalang berbagai macam perbedaan, baik tempat, maupun waktu.

WARDAN/Iskana