Tampilkan postingan dengan label July 04. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label July 04. Tampilkan semua postingan

Kamis, 04 Juli 2019

Hikmah Menunaikan Ibadah Haji

Umat muslim tentu saja tahu bahwa ibadah haji ialah rukun Islam yang ke lima. Banyak orang yang berharap bisa
hadir di tanah suci untuk melaksanakan sunah-sunah Rasulullah dan meraih pahala dari ibadah tersebut.

Ibadah yang diperintahkah oleh Allah SWT ini selain bisa mendapatkan pahala, ternyata ada hikmah atau manfaat dalam melaksanakannya yang jarang orang ketahui. Sebelum mengetahui tentang macam-macam hikmah dari ibadah haji itu, mari kita kupas apa itu hikmah yang sebenarnya.

Hikmah ibadah haji dan umroh bisa diartikan sebagai dampak atau pengaruh apa yang didapatkan oleh seseorang setelah melakukan ibadah haji. Apakah setelah pulang dari perjalanannya melakukan ibadah haji ada perubahan atau tidak?. Tentunya perubahan yang terjadi adalah perubahan yang bersifat kepada kebaikan bukan sebaliknya. Selain itu, hikmah itu bisa berupa manfaat yang diperoleh dari ibadah haji tersebut.

Lalu, apa saja manfaatnya?. Sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis Rasulullah SAW, Berikut hikmah yang terkandung dalam ibadah haji dan umrah:

1. Ibadah Haji Merupakan Salah Satu Amalan yang Paling Baik

Hal ini dijelaskan dalam hadis. “Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah SAW ditanya, “Amal apakah yang paling utama?” Maka beliau menjawab, “Iman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ditanyakan lagi, “Kemudian apa?”. Beliau menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ditanyakan lagi, “Kemudian apa?”. Beliau menjawab, “haji yang mabrur”, (Bukhari, Muslim, Tirmidzi, Nasai, Ibnu Majah).

Dalam hadis ini, Rasulullah menjelaskan bahwa haji adalah salah satu amalan yang paling baik. Karena ibadah haji dan umrah merupakan salah satu ibadah yang di wajibkan dan diperintahkan oleh Allah SWT.

2. Ibadah haji Menghapus Dosa-dosa yang Pernah Dilakukan

Hal ini dijelaskan dalam hadis. “Bukankah kamu mengetahui wahai ‘Amru, bahwa (agama) Islam itu menghapus (dosa-dosa) di masa lalu?. Dan bukankah hijrah itu (juga) menghapuskan (dosa-dosa) di masa lalu?. Dan bukankah haji itu (juga) menghapuskan (dosa-dosa) di masa lalu?”, (HR Imam Muslim no. 321).

3. Pahala Ibadah Haji dan Umrah Adalah Surga

Sebagaimana sabda Rasulullah, “Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga”, (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349).

4. Barangsiapa yang berhaji bagaikan Bayi yang Baru Lahir

Pahala bagi mereka yang tuntas menjalankan ibadah haji dan umrah, dengan menjalankan amalan-amalan sebagaimana yang diperintahkan syariat dan sesuai dengan ajaran Rasulullah, maka sepulangnya dari perjalanan ibadah haji, ia terbebas dari segala dosa sebagaimana bayi yang baru dilahirkan. Rasulullah bersada,

“Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya”, (HR. Bukhari no. 1521).

5. Ibadah haji yakni Menjawab Panggilan dan Menjadi Tamu Allah

Dengan kita melaksanakan ibadah haji dan umrah, itu artinya kita telah menjawab panggilan Allah SWT dan menjadi tamunya Allah, sebagaimana yang telah dijelaskan dalam hadis berikut ini, Rasulullah SAW bersabda:

“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumrah adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadis ini hasan).

Demikian lima hikmah dari melaksanakan ibadah haji atau umrah menurut ajaran agama Islam. Wallahu A’lam..

Semoga kita diberi kesempatan oleh Allah SWT. untuk berziarah ke tanah suci menjadi tamuNya. Aamiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin..

Hikmah Menunaikan Ibadah Haji

I am text block. Click edit button to change this text. Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Keceriaan Keluarga Besar Darunnajah 2 Cipining dalam Halal Bi Halal Yayasan

(PH/PD Muti)

KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc “Pegang Teguh 2 Kunci Ini, Maka Kamu akan Sukses!”

Pengajian perdana yang diadakan kembali setelah libur panjang. Pengajian ini adalah agenda wajib, yang dilaksanakan pada hari Rabu (03/07/2019) setelah sholat Subuh berjama’ah.

Hari tersebut adalah jadwal khusus untuk para mahasiwa dan guru single Pesantren Darunnajah 2 Cipining bersama Pimpinan Pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc.

Berikut adalah catatan nasehat subuh Pimpinan Pesantren sebagai muqodimah (pembuka) dalam pertemuan perdana tersebut.

Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor Jawa Barat (15)

Semua yang ada di pesantren harus dilibatkan untuk mengikuti pengajian, mulai dari guru yang sudah berkeluarga, guru single, guru baru, para mahasiswa, santri, karyawan pesantren, masyarakat sekitar pesantren, hingga para wali santri yang sedang mengantarkan anaknya sekolah.

Harapannya agar kita semua mendapatkan keberkahan.

Tidak ada perbuatan manusia yang tidak akan mendapatkan balasan. Sekecil apapun perbuatan manusia pasti akan dibalas dengan balasan yang sesuai.

Sering kali kita menonton TV, yang isinya banyak para masyarakat yang daerahnya kekeringan, dan mereka harus mengambil air dari jarak yang sangat jauh.

Bukan hanya itu, tetapi juga anak-anak kecil yang kelaparan. Itulah contoh penduduk yang tidak beriman.

Ketika awal berdirinya pesantren, untuk mendapatkan air saja sangat susah, bahkan tokoh masyarakat tidak  merekomendasikan untuk membangun pesantren di daerah ini.

Para wargapun mencari tempat yang ada sumber airnya. Mereka terlihat hidup berdampingan, berkumpul di satu tempat yang dekat dengan sungai atau sumber air.

Tetapi, karena pesantren berisi dengan orang-orang yang beriman, maka bukan hanya air dari sumur, tetapi juga dari setiap pegunungan yang ada disekeliling pesantren, ikut mengalir.

Alhamdulillah, sampai saat ini masih bertahan, bahkan sampai ada kolam ikan dan kolam renang untuk santri. Itulah keberkahan.

Dengan keimanan dan ketakwaan kita akan mendapatkan keberkahan dan kemudahan.

Saya khawatir, jika para guru sudah mendapatkan jabatan, maka ibadah sudah tidak diperlukan lagi, ini musibah.

Jangan malah sudah bertambah umur, bertambah ilmu maka jauh dari ketaqwaan.

Pesantren bisa seperti ini, adalah balasan dari orang-orang dahulu.

Saya yakin, jika dulu mereka adalah orang yang malas dan tidak mau ibadah, maka lokasi ini tidak akan terpakai hingga saat ini.

Banyak orang yang tidak mengenal Cipining (nama kampung/ desa) tempat pesantren orang-orang sholeh, tetapi mereka hanya mengenal Cipinang tempat narapidana.

Banyak orang membangun pesantren dengan bangungan yang besar, bahkan gurunya pun banyak yang sesuai dengan bidangnya, tetapi pesantren tersebut tidak tahan lama.

Sedangkan ada pesantren yang tidak memilki modal utama, hanya keimanan dan ketaqwaan, bisa tertahan hingga puluhan tahun.

Maka, kemajuan dan keberkahan Pesantren ini ditentukan oleh generesi saat ini.

Balasannya, lingkungan pesantren mendukung, lahan yang ditanami kayu, kayunya bisa digunakan untuk membangun. Ditanami buah, buahnya bisa dikonsumsi oleh masyarakat sekitar pesantren.

Jika ingin sukses ditengah-tengah pesantren, maka pegang teguh dua kunci ini, yaitu IMAN dan TAQWA.

Jika kalian hidup ditengah-tengah masyarakat, maka gerakkan semua masyarakat untuk beribadah.

Jika kamu seorang suami, maka ajaklah istrimu serta keluargamu untuk beribadah. Sebagimana telah ditulis dalam Q.S. At-Tahrim: 6

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قُوٓاْ أَنفُسَكُمۡ وَأَهۡلِيكُمۡ نَارٗا وَقُودُهَا ٱلنَّاسُ وَٱلۡحِجَارَةُ عَلَيۡهَا مَلَٰٓئِكَةٌ غِلَاظٞ شِدَادٞ لَّا يَعۡصُونَ ٱللَّهَ مَآ أَمَرَهُمۡ وَيَفۡعَلُونَ مَا يُؤۡمَرُونَ

“Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan”.

Dari sekarang perbanyaklah melakukan kebaikan, maka dewasa yang akan datang akan ada banyak keberkahan. Dari sekarang perbanyak melakukan ibadah. Buah dari kebaikan tidak akan pernah salah.

Tapi jika kamu banyak tidur-tiduran saja! Maka lihat saja nanti!

Jama’ah 5 waktu harus dijadikan pegangan. Bukan hanya sholat 5 waktu, tetapi tambah dengan sholat sunnah lainnya, seperti Sholat Dhuha. Luar biasa jika kamu menekuni sholat Dhuha, maka balasannya smaa seperti kamu melakukan shodaqah.

Semoga bermanfaat. (WARDAN/Mbafer)

 

 

Hari Pertama Pekan Khutbatul ‘Arsy Santri Lama Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining

Potret Suasana Santri Baru Dalam Mengikuti Rangkaian Acara Khutbatul ‘Arsy Pesantren Darunnajah 2 Cipining