Rabu, 03 Juli 2019

Upacara perdana Pesantren Darunnajah Cipining tahun ajaran 2019-2020

Liburan semester genap tahun ajaran 2018-2019 telah usai.

Seluruh santri, baik putra maupun putri diharuskan kembali ke pesantren dan siap melanjutkan pendidikan di kelas ataupun jenjang selanjutnya dengan tepat waktu. Seperti yang telah dipelajari dalam Mahfudzat bahwa menuntut ilmu itu dari buaian hingga ke liang lahat, yang artinya menuntut ilmu itu tidak ada batasan waktu dan dilakukan terus-menerus sampai Allah memanggil hamba-Nya untuk kembali.

Tepatnya hari ini tanggal 24 Juni 2019 seluruh santri lama yang sudah hadir di Pondok Pesantren Darunnajah Cipining berkumpul dan memenuhi lapangan futsal kampus 1 untuk putri dan kampus 3 untuk putra, dengan menggunakan seragam resmi putih biru untuk tingkat SMP/Mts atau putih abu untuk tingkat MA dan sepatu pentofel hitam yang merupakan seragam resmi Pesantren Darunnajah Cipining.

Upacara perdana Pesantren Darunnajah Cipining tahun ajaran 2019-2020

Dalam upacara kali ini al-ustadz Ridha makky, M.Pd.I sebagai pembina upacara mengucapkan “Ahlan wa Sahlan wa Udkhulu fii Darunnajah Kaffah”, selamat datang kembali dan harapan pembina pesantren bahwa para santri kembali ke Pondok Pesantren Darunnajah dengan sempurna, baik jasadnya maupun ruh serta pikirannya. Sebagai pembuka

Para santri pun mendengarkan dengan penuh perhatian meskipun bergelut dengan mentari yang semakin terik menyengat dan menimbulkan keringat yang semakin membasahi tubuh. Meskipun bayangan-bayangan keadaan dan ingatan ketika liburan selalu muncul para santri tetap mencoba untuk kembali beradaptasi dan berusaha fokus kembali dengan rentetan kegiatan di Pesantren, yang dimulai sejak hari kedatangan.

Selanjutnya beliau juga berpesan panjang lebar mengenai disiplin mengingat sangat pentingnya disiplin di Pesantren yang akaan diterapkan di masyarakat nantinya “Tidak ada kemajuan tanpa kedisiplinan, tidak ada kedisiplinan tanpa keteladanan, disiplin pondok merupakan syarat maju- mundurnya Pesantren Darunnajah dan menjadi syarat naik- turunnya kualitas Pesantren Darunnajah. Disiplin jangan dimaknai sebagai pembatas-pembatas untuk kreatif tetapi jadikan disiplin sebagai aturan mana yang boleh dikerjakan dan tidak boleh dikerjakan. Oleh karena itu penting sekali pemahaman terhadap disiplin. Karena dengan disiplin banyak orang menjadi maju dan kuat.”

Pembina upacara Al-Ustadz Ridha Makky, M.Pd.I

Mentari pun semakin merangkak naik, sehingga menuntut untuk menyudahi upacara pada pagi ini dengan do’a yang dipimpin oleh al-Ustadz Ahmad Rosichien, M.M.Pd dengan sangat khusyu’.

Selanjutnya, setelah sekian lama tak bersua seluruh asatidz dan juga santri pun berbaris mengitari lapangan untuk saling berjabat tangan melepas rindu juga saling bermaaf-maafan, tak lupa dengan iringan sholawat yang membuat suasana lebih hangat dengan balutan ukhuwah.

Tashofahan Ustadzat dengan Santriwati Darunnajah Cipining

Selamat menempuh tahun ajaran baru 2019-2020. Semangat!!!!

 

WARDAN/Iskana

Potret Khutbatul ‘Arsy Santri Darunnajah 2 Cipining

(PH/PD Muti)

Suasana Latihan Anggota Paskibra Madrasah Darunnajah (PMD)

Suasana latihan Anggota Paskibra Madrasah Darunnajah (PMD) di Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta

Mengembangkan Potensi, Bakat, Minat, Keperibadian dan Kemandirian Siswa Melalui Kegiatan Pramuka

Kamis, 4 Juli 2019 SD Islam Darunnajah kembali membuka secara simbolik seluruh kegiatan siswa di bidang non akademik dengan melaksanakan upacara di halaman sekolah. Pembukaan kegiatan siswa ini ditandai dengan upacara pramuka yang diikuti oleh seluruh siswa yang berjumlah 750 anak.

Sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 81A tahun 2013, bahwa tujuan dari kegiatan ekstrakurikuler harus dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotorik peserta didik serta harus dapat mengembangkan bakat dan minat peserta didik dalam upaya pembinaan pribadi menuju pembinaan manusia seutuhnya.

Pramuka merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler yang wajib diikuti oleh seluruh siswa, karena di dalam kegaiatan pramuka terdapat unsur pembinaan dan pembantukan karakater siswa seperti gotong royong, saling membantu, disiplin, rela berkorban, kerjasama dan juga kemandirian.

Kegiatan ekstrakurikuler pramuka juga sejalan dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan yang tertuang dalam Permendikbud Nomor 62 tahun 2014 tentang kegiatan ekstrakurikuler ayat (2) yaitu tujuan diselenggarakannya ekstrakurikuler adalah untuk mengembangkan potensi, bakat, minat, kemempuan, keperibadian, kerjasama, dan kemandirian peserta didik secara optimal dalam rangka mendukung pencapaian tujuan pendidikan nasional.

Jika melihat seseorang di sekitar kita berkepribadian baik, ramah, sopan, suka membantu, jujur, dan bersahabat kita jangan melihatnya sebagai bentuk pribadi yang sudah jadi/ada sejak lahir, karena hal tersebut sebenarnya adalah bentuk pengembangan yang mereka lakukan.

Dengan mengikuti kegiatan ekstrakurikuler pramuka diharapkan para siswa dapat mengembangkan kepribadian berbuat baik, berlaku sopan, suka membantu, jujur, ulet, pantang menyerah, bersahabat dll menjadi karakter yang melekat pada diri anak hingga dewasa. Kepribadian dan karakter-karakter tersebutlah yang akan menjadi modal bangsa ini untuk berkembang dan maju mensejajarkan diri dengan bangsa-bangsa lain yang lebih maju./Awaludin Ahmad

 

Kunjungan Peserta Umrah Plus Muqobalah Universitas Islam Madinah Ke Pameran al-Quran Madinah

Peserta Umroh Mengunjungi Pameran Al-Quran di Madinah

Peserta Umroh Mengunjungi Pameran Al-Quran di Madinah

Peserta Umrah plus Muqabalah Universitas Islam Madinah alumni Darunnajah berkesempatan mengunjungi Pameran (Ma’radh) al-Quran al-Karim di Madinah, Kamis, 13 Juni 2019. Pameran yang terletak di selatan Masjid Nabawi ini, memiliki tujuan utama untuk memperkenalkan Kitabullah dengan konten yang akurat dan teknologi yang canggih sesuai dengan mode tampilan museum, juga mengajak kita agar senantiasa mempelajari dan mengajarkan al-Quran, menjelaskan kemuliaan Kitabullah serta pentingnya memuliakan al-Quran, mengenalkan sejarah al-Quran, menampilkan teknologi dalam pengembangan al-Quran, serta menjelaskan peran Kerajaan Arab Saudi dalam mengembangkan al-Quran di masa dahulu dan sekarang.

 

Pameran al-Quran dibuka sejak tahun 2015 atas kerjasama Kementerian Urusan Islam, Dakwah dan Penyuluhan Arab Saudi, bekerjasama dengan Samaya Holding Co, Percetakan al-Quran al-Karim Pelayan Dua Tanah Suci Raja Fahd bin Abdul Aziz Al Saud, Badan Umum Urusan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Yayasan Riset dan Arsip Raja Abdul Aziz, Perpustakaan Raja Abdul Aziz di Madinah, Universitas Raja Saud di Riyadh, dan Universitas Raja Abdul Aziz di Jeddah. Para pengunjung yang tidak bisa berbahasa Arab maupun berbahasa Inggris tidak perlu takut untuk mengunjungi Pameran ini, karena terdapat sejumlah pemandu yang dapat memandu para pengunjung dalam berbagai bahasa, seperti bahasa Indonesia, bahasa Urdu, bahasa Persia, bahasa Turki selain tentu saja bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Pameran ini terbagi menjadi 12 bagian, Aula Penyambutan, Aula an-Naba al-Azhim (Berita yang Mulia), Aula Sejarah al-Qur’an al-Karim, Aula Kontribusi Pengembangan al-Quran di zaman dahulu, Aula Rattil al-Qur’ana Tartila, Aula Tafsir dan Tadabbur, Aula Penampilan Visual (Video), Aula Teknologi dalam Khidmah kepada al-Quran, Aula Pendidikan Keluarga dalam al-Quran, Aula Kontribusi Pengembangan al-Quran di zaman sekarang, Aula Perpisahan, ditutup dengan Toko Hadiah dan Kenang-kenangan.

Para Pengunjung dapat mengunjungi Pameran ini setiap harinya pada Pukul 09.00 sampai dengan Pukul 14.00 pada sesi pagi, dan Pukul 16.00 sampai dengan Pukul 21.00 pada sesi sore, serta Pukul 16.00 sampai dengan Pukul 21.00 pada hari Jum’at. Diantara koleksi yang ada di Pameran ini adalah Mushaf al-Qur’an yang dibuat menggunakan cara jahit, oleh seorang perempuan asal Pakistan yang menjahit selama 32 tahun (sejak tahun 1987 sampai dengan 2018), ia menjahit dalam keadaan bersuci di setiap sepertiga malam dan diantara salat zuhur dan ashar. Di akhir pembuatan mushaf al-Quran ini, ia menghadiahkan mushaf tersebut kepada Pameran al-Quran al-Karim di Madinah.

Peserta Mengelilingi Pameran Al-Quran Madinah

Peserta Mengelilingi Pameran Al-Quran Madinah

 

(DN.COM/arulanisrullh)

4 Kemuliaan Bulan Dzulqa’dah

Dzulqa’dah adalah bulan kesebelas dalam kalender Hijriah dan juga termasuk bulan-bulan yang disebut oleh Allah sebagai bulan haram. Allah berfirman dalam QS At-Taubah ayat 36:
إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ ۚ وَقَاتِلُوا الْمُشْرِكِينَ كَافَّةً كَمَا يُقَاتِلُونَكُمْ كَافَّةً ۚ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ مَعَ الْمُتَّقِينَ
“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, Maka janganlah kamu Menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu.”

Diantara kemuliaan dan keagungan bulan Dzulqa’dah adalah :

Pertama : Semua amalan  yang kita kerjakan akan dilipatgandakan. Berdasarkan ayat di atas, At-Thabari menyebutkan dalam tafsirnya bahwa bulan Dzulqa’dah adalah bulan haram. Yaitu bulan yang dijadikan oleh Allah sebagai bulan yang suci lagi diagungkan kehormatannya. Di mana pada bulan ini semua amalan-amalan yang baik akan dilipatgandakan pahalanya sedangkan amalan-amalan yang buruk akan dilipatgandakan dosanya.

Kedua : Bulan Dzulqa’dah merupakan salah satu dari bulan-bulan haji yang dijelaskan Allah dalam firman-Nya:
الْحَجُّ أَشْهُرٌ مَعْلُومَاتٌ
“ (Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklum”
Dalam sebuah tafsir yang di kemukakan oleh Ibnu Katsir dikatakan bahwa, asyhur ma’lumat merupakan bulan yang tidak sah ihram untuk menunaikan ibadah haji kecuali pada bulan-bulan ini. Dan disebutkan pula bahwa bulan-bulan tersebut adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab.

Bulan-bulan haji ini dikhususkan oleh Allah  dengan ibadah haji, dan Allah mengkhususkan bulan-bulan ini sebagai waktu pelaksanaannya. Sementara umrah merupakan haji kecil (hajjun ashghar). Maka dari itu, waktu yang paling utama untuk umrah adalah pada bulan-bulan haji.

Ketiga : Bulan Dzulqa’dah juga diagungkan karena dalam bulan tersebut Allah melarang manusia untuk berperang. Hal ini berkaitan dengan makna secara harfiyah dari “Dzulqa’dah” yaitu penguasa genjatan senjata. Mulianya bulan Dzulqa’dah karena pada bulan ini sangat baik bagi kita untuk melakukan amalan-amalan ketaatan.

Keempat :  Salah satu hal penting yang membuat bulan Dzulqa’dah istimewa adalah bahwa tiga puluh malam yang dijanjikan oleh Allah kepada Nabi Musa untuk bertemu dengan Allah terjadi pada bulan Dzulqa’dah, sedangkan sepuluh malam sisanya terjadi pada bulan Dzulhijjah.

Selasa, 02 Juli 2019

Hikmah Melaksanakan Ibadah Qurban

Kurban  yang berarti mendekati atau mendekati atau disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah yang artinya hewan sembelihan. Sementara ibadah kurban adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh umat Islam, dilakukan penyembelihan hewan ternak hanya demi Allah SWT. Ibadah kurban dilakukan pada bulan Dzulhijjah pada penanggalan Hijriyyah, yaitu pada tanggal 10 dan 11,12 dan 13 (hari tasyrik) bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha.

Hikmah qurban Idul Adha melampaui arti yang terkandung dibalik bagi kehidupan umat muslim. Karena kisah tentang masa depan akan datang.

Ada banyak hikmah dalam ibadah kurban. Pertama, tersedia di sebuah hadits. Rasulullah SAW bersabda, “Setiap helai rambut hewan kurban adalah satu kebaikan.” Lalu, sahabat bertanya, “Kalau bulubulunya?” Dia menjawab, “Setiap helai bulunya juga satu kehormatan.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).

Kedua, Berqurban Merupakan Bukti Nyata Adalah Kita Adalah Hamba Allah Yang Bertakwa.

Poin ini menunjukkan umat Muslim yang bertakwa kepada Allah dan wajib meminta-Nya jika memang memiliki rezki yang berkecukupan dan telah siap membantu memenuhi persyaratan sesuai syariat islam. Hal ini sudah diulas di Al-Qur an surat Al-Hajs ayat 37. Penjelasannya sebagai berikut:

“Daging (hewan qurban) dan darahnya sekali-kali tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu. Demikianlah Dia menundukkannya untukmu agar kamu mengagungkan Allah atas petunjuk yang Dia berikan kepadamu. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang ikut dengan baik. “  (QS.Al-Hajj: 37)

Ketiga, Berqurban sebagai ibadah yang paling dicintai oleh Allah SWT. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada Hari Raya Idul Kurban yang lebih dicintai Allah daripada mengucurkan darah (berkurban), demikian pada hari kiamat nanti hewan-hewan itu akan dilengkapi dengan tanduk-tanduknya, kukukukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah — sebagai kurban — di mana pun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya. ” (HR Ibnu Majah dan Tirmidzi).

Dan, Keempat, Berqurban mengenang ujian kecintaan Allah kepada Nabi Ibrahim.

Seperti yang dibahas di dalam Al-Qur an Surah Ash-Shaffat [37] ayat 102-107:

(102) Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) mencoba bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku, sungguh aku melihat dalam mimpi itu aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu! ”Ia menjawab:“ Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang menunggu ”. (103) Tatkala keduanya berserah diri dan Ibrahim membaringkan kedua atas pelipis (nya), (nyatalah kesabaran bersama). (104) Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, (105) Sesungguhnya kamu telah membuktikan kebenaran itu demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang mengerjakan dengan baik. (106) Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.(107) Dan Kami tebus anak itu dengan sembelihan yang besar. (QS Ash- Shaffat [37]: 102-107)

Masih banyak hikmah-hikmah yang bisa diambil kompilasi kita dibawa ibadah qurban.

 

(DN.COM/ arulanisrullh )