Senin, 15 Oktober 2018
Para Asatidz Beri Pengarahan Dan Pembekalan Santriwati Akhir Sebelum Kegiatan Praktik Pengabdian Masyarakat (PPM)
Praktik Pengabdian Masyarakat (PPM) adalah satu dari rentetan kegiatan santriwati kelas 6 TMI atau santriwati akhir. Praktik Pengabdian Masyarakat (PPM) ini dilaksanakan disaat liburan semester 1 yang pada umumnya berada di bulan Desember. PPM ini bertujuan untuk membina dan melatih para santriwati akhir sebelum mereka lulus dan menjadi alumni untuk dapat mengabdikan diri mereka kepada masyarakat dengan memberikan kebermanfaatan diri mereka di tengah-tengah masyarakat.Kegiatan ini juga dijadikan sebagai syiar dan pengenalan Pondok Pesantren kepada khalayak ramai.
Pondok Pesantren Darunnajah 9 Putri pun mewajibkan santriwati akhir setiap tahunnya untuk melaksanakan kegiatan ini. Dan tempat pelaksanaan kegiatan PPM setiap tahunnya berbeda-beda. Santriwati akhir tahun ajaran 2018/2019 ini akan dikirim ke Lampung dimana terletak salah satu cabang Darunnajah yakni, Darunnajah 16. Mereka akan melaksanakan kegiatan PPM di tempat tersebut, ini merupakan satu kesyukuran karena tempat pelaksanaan pertama yang berlokasi di luar pulau Jawa.
Sebelum kegiatan PPM ini dilaksanakan para Asatidz memberikan pengarahan dan pembekalan kepada santriwati kelas 6 TMI,guna memahamkan dan menanamkan atau menginsternalisasi nilai dalam diri mereka.
Pengarahan dan pembekalan ini berlangsung beberapa hari, dan diisi materi penanaman nilai serta arahan dan bimbingan dengan ustad berbeda setiap harinya.
Harapan diadakannya pengarahan dan pembekalan sebelum kegiatan PPM adalah agar para santriwati akhir mengerti akan apa yang dikerjakannya dan tidak menjadikan mereka salah niat dalam kegiatan tersebut serta paham bahwa kegiatan ini mendatangkan keberkahan bagi pondok dan amal jariyah bagi mereka masing- masing.
(Adm -DN9)Raihanah
Bagaimana cara kita menghafal Al-Quran dengan cepat ? Ini dia trik jitunya
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh .
Bismillahirohmanirrahim. Tentang artikel ini saya berbagi sedikit pengalaman ketika mulai menghafal Al-Qur’an. Caranya yaa… gampang-gampang susah, tergantung kesungguhan kita tuk memulai menghafalnya. Dan kita juga tak lupa tuk memperhatikan makharijul hurufnya serta hukum tajwidnya.
Pendahuluan
Memang,kebiasaan santri tahfizh itu adalah menghafalkan Al –Quran ,tetapi cara menghafalkannya yang belum pasti benar dan sebagian santri biasanya bingung apabila hafalannya tidak lancar ataupun hanya dapat hafalan yang sedikit, tidak sesuai dengan aturan yang ada. Dan ketika di tasmi’ pun terkadang masih terbata-bata bacaannya.
Menghafalkan Al-Qur’an itu tidak sembarang dihafalkan saja, tetapi harus diamalkan juga kepada orang lain. caranya pun tidak terlalu susah, hanya saja kita melakukannya dengan niat dan kesungguhan dalam menghafalnya. Menghafal Al-Qur’an itu dengan cara membaca. Selama membaca Al-Qur’an kita selalu dalam kebaikan. Jadi, saat kita tidak hafal-hafal, Allah ingin agar kita selalu dalam kebaikan
Bagaimana cara kita menghafal Al-Quran dengan cepat???
Sebenarnya kecepatan kita menghafal itu bergantung pada kebiasaan kita sendiri untuk menghafal. Semakin sering menghafal, maka akan semakin mudah kita untuk menghafal selanjutnya.
Ada 6 cara menghafalkan al-quran [1 halaman] dengan waktu hanya 2 jam
Caranya:
- 30 menit sebelum shalat shubuh, dibaca terlebih dahulu ayat yang ingin di hafalkan sampai waktu shlat .
- Setelah sholat shubuh hafalkan ayat tadi yang telah dibaca, selama 30 menit
- Sebelum sholat zhuhur , lalu dihafalkan kembali ayat yang tadi slama 6 menit dan setelahnya (sholat)
- Sebelum shalat ashar , lalu dihafalkan kembali ayat yang tadi selama 6 menit,dan setelahnya (sholat)
- Setelah shalat maghrib , lalu dihafalkan kembali selama 6 menit
- Sebelum waktu tidur , lalu di muroja’ahkan 1 halaman yang tadi sudah dihafal , selama 30 menit .
Jadi, sebenarnya menghafal Al-Qur’an itu tidak terlalu susah, kalau saja dari dalam hatinya ada kemauan yang kuat serta ke Istiqomahannya dalam menghafal maupun mengulangi hafalannya. Al-Qur’an sendiripun sangat sensitif sekali terhadap hal-hal yang berbau maksiat. Kalau ingin mudah menghafal, ya.. jauhi maksiat.
Seperti wasiat Imam Syafii yang berbunyi :
شَكَوْت إلَى وَكِيعٍ سُوءَ حِفْظِي فَأَرْشَدَنِي إلَى تَرْكِ الْمَعَاصِي وَأَخْبَرَنِي بِأَنَّ الْعِلْمَ نُورٌ وَنُورُ اللَّهِ لَا يُهْدَى لِعَاصِي
“Aku pernah mengadukan kepada Waki’ tentang jeleknya hafalanku. Lalu beliau menunjukiku untuk meninggalkan maksiat. Beliau memberitahukan padaku bahwa ilmu adalah cahaya dan cahaya Allah tidaklah mungkin diberikan pada ahli maksiat.”
Dan kurangilah makan berlebihan, alangkah baiknya jika makan sebelum lapar dan berhenti sebelum kenyang. Sebab, jika perut terlalu banyak, maka tidak terkecuali akan menimbulkan kemalasan. Dan juga, perbanyaklah bacaan surat pendek dalam sholat menggunakan ayat yang telah kita hafal.
Sekian artikel ini saya sampaika, semoga beermanfaat.(ghofur/13)
Santri Darunnajah 4 Jalankan Puasa Sunah Senin Kamis
Santri Darunnajah 4
Jalankan Puasa Sunah Senin Kamis
Puasa ? Apakah puasa itu ?
Puasa merupakan bagian dari rukun islam yang ke empat, dan puasa adalah kegiatan menahan diri dari hawa nafsu, menahan diri dari makan dan minum.
Hukum-hukum puasa diantaranya, puasa sunah dan puasa wajib.
Puasa sunah adalah puasa yang apabila dikerjakan mendapat pahala dan jika tidak di kerjakan tidak apa-apa dalam artian tidak dosa juga. Banyak macam-macam puasa sunah diantaranya puasa sunah senin kamis. Puasa ini biasa dilakukan oleh santri Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4 di setiap hari Senin dan Kamis, Santri Pondok Pesantren Tusrayya Darunnajah 4 dibiasakan untuk selalu puasa sunah senin kamis karena dengan seperti ini mereka dilatih, dan kami selalu mengingatkan kepada mereka bahwasannya, dengan kalian menjalankan puasa senin kamis, insya Allah kalian di permudahkan dalam belajarnya, dan di lancarkan dan di mudahkan dalam menghafal segala sesuatu terutama menghafal Al-Qur’an, Karena santri Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4 termasuk pesantren yang wajib dan mampu belajar menghafal Al-Qur’an.
Sedangkan puasa wajib adalah puasa yang hukumnya wajib dijalankan oleh umat islam yang sudah mulai baligh, dan berakal. Puasa wajib ini dalam agama islam biasa dilaksanakan pada bulan suci ramadhan, Nah puasa wajib inilah yang termasuk pada rukun islam yang keempat.
Hikmah dan faedah puasa yang dapat kita ketahui ialah sebagai berikut :
- Mendidik jiwa agar biasa dan dapat menguasai diri sehingga mudah dan menjalankan kebaikan-kebaikan yang kita kehendaki.
- Mendidik nafsu agar tidak senantiasa di manjakan, bahkan dapat pula nafsu kita itu kita atasi sebagaimana mestinya, dan sebagaimana yang di perintahkan Allah SWT..
- Mendidik jiwa untuk dapat memegang amanat dengan sebaik-baiknya, karena orang yang berpuasa itu, sebagai orang yang mendapat amanat untuk tidak makan dan minum atu hal-hal yang membatalkan amanat ini harus di pegang teguh, baikpun dihadapan orang banyak, atau ketika sendirian.
- Dan mulut orang yang berpuasa itu sangat wangi bagi Allah melebihi bunga kasturi yang ada di surga.
(santri.DN4)
Daftar menjadi Santri Tsurayya Darunnajah 4 DAFTAR


