Tampilkan postingan dengan label October 12. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label October 12. Tampilkan semua postingan

Jumat, 12 Oktober 2018

Minat Membaca Santri Semakin Menigkat

Sekarang! Kenali Darunnajah Lebih Dekat

Musyawarah Kerja Ambalan Gugus Depan 13.117 Putra

7 Amalan Yang Harus Dilakukan Ketika Hidup Didunia

Fit and Propertest Calon Ketua Organisasi Santri Darunnajah Cipining

(Publikasi&Dokumentasi/Dinda Anisa)

Fit and Proper Test Calon Kandidat Ketua Organisasi Santri Darunnajah Cipining

Menjadi Alumni dengan Lulusan Terbaik, Siapa Takut?

Menjadi lulusan terbaik tentu harapan semua orang. Orang yang berhasil bukan orang yang memiliki kemampuan di bidang tertentu, tetapi orang yang berhasil adalah orang yang memiliki ghirah atau kemauan dan semangat berusaha yang tinggi. Kemampuan memang penting tetapi jika tidak dikembangkan akan sia-sia. Begitu pula dalam Belajar.

Sebagaimana yang telah Allah janjikan, bahwa Allah akan mengangkat derajat orang yang beriman dan orang yang berilmu. Menurut pandangan Islam, tidak cukup seorang memiliki ilmu yang tinggi jika tidak disertai dengan keimanan yang kuat. Karena ilmu yang tinggi tanpa disertai dengan iman yang kuat akan membawa mudhorot yang besar. Sedangkan orang yang beriman, dapat menguasai  dan mengamalkannya dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah.

يَرۡفَعِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمۡ وَٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ دَرَجَـٰتٍ۬

ۚ“Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.”

Salah satu komponen penting dalam kegiatan belajar mengajar adalah ujian. Ujian menjadi tolok ukur dalam penguasaan siswa terhadap materi pelajaran serta menjadi bahan evaluasi terhadap kurikulum dan metode dalam kegiatan belajar mengajar. Seperti yang sering kita dengar bahwa:

أَلْإِمْتِحَانُ يُكْرَمُ الْمَرْءُ أَوْ يُهَانُ

“Dengan ujian seseorang bisa manjadi mulia atau terhina”.

Apa yang kamu pikirkan, ketika mendengar kata UJIAN?

Seringkali ujian ini menjadi hal yang menakutkan dan menjadi rangkaian yang sangat melelahkan. Entah karena kurangnya kepahaman akan pelajaran yang sudah disampaikan, malas mengulang pelajaran yang lalu, atau tidak mempunyai buku-buku pendukung dalam belajar.

Ujian itu mudah kok !

Mudah ketika dihadapi dengan penuh kesiapan, baik lahiriyah maupun batiniyah. Karena segala sesuatu tanpa persiapan akan terlaksana dengan maksimal. Apa saja kiat-kiat dalam menghadapi ujian tersebut? Berikut penjelaannya.

  1. Memperbaiki Niat

إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّةِ وَلِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Amal itu tergantung niatnya, dan seseorang hanya mendapatkan sesuai niatnya.

Segala pekerjaan tergantung kepada niatnya. Lalu apa niatmu dalam belajar? Apakah hanya untuk mendapatkan peringkat pertama? Apakah hanya sebagai syarat untuk mendapatkan ijazah? Jika iya, maka harus segera diperbaiki. Tanamkan dalam diri bahwa tujuan dalam mencari ilmu hanyalah untuk mendapat keridhaan Allah swt. Ketika niat sudah benar, maka Allah swt. Akan memudahkan segala urusan hamba-Nya termasuk dalam belajar dan mendapat manfaatnya.

  1. Belajar dengan Penuh Konsentrasi

Setiap orang dilahirkan dalam keadaan jahil tanpa pengetahuan apapun. Orang yang berhasil bukan karena ia pintar tetapi memiliki keyakinan dan kemauan yang kuat untuk belajar.

Mendengar kata belajar, mungkin terdengar berat dan membosankan, tetapi tidak ada suatu rencana yang terwujud tanpa adanya usaha yang sungguh-sungguh. Berikut beberapa tips ringan dalam belajar yang mudah untuk diaplikasikan, yaitu: Pertama, Selalu mendawamkan wudhu sebelum belajar, Pakar syaraf (Neurologis) telah membuktikan bahwa dengan air wudhu yang mendinginkan ujung syaraf jari-jari tangan dan kaki berguna untuk meningkatkan konsentrasi pikiran. Kedua, berdoa sebelum dan sesudah belajar, karena segala sesuatu hanyalah milik Allah, maka kewajiban seorang hamba adalah memohon kepada Rabnya. Ketiga, fokus dan banyak membaca. Karena inti dalam belajar adalah bukan kecepatan tetapi konsentrasi. Keempat, perbanyak latihan soal. Semakin sering berlatih soal, maka semakin banyak mendpat wawasan baru.

  1. Berdoa, Meminta Doa, dan Mendoakan

Usaha yang selanjutnya, adalah berdoa atau biasa disebut dengan usaha batiniyah. Karena usaha tanpa doa adalah sombong dan doa tanpa usaha adalah kosong. Semakin sering meminta kepada Allah, maka akan cepat pula Allah kabulkan, terutama ketika waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa, seperti  ketika berbuka puasa, setelah Adzan, dan ketika hujan turun karena itulah waktu ketika Allah menurunkan Rahmat-Nya. Selain itu, perlu perbanyak doa dan dzikir ketika shoalt dengan menyebut Asma-Nya, yaitu Asmaul Husna.

Setelah berdoa, selanjutnya adalah mendoakan. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيْهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ. كُلَّمَا دَعَا ِلأَخِيْهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِيْنَ. وَلَكَ بِمِثْلٍ.

Doa seorang muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa sepengetahuan orang yang dido’akannya [1] adalah do’a yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada Malaikat yang menjadi wakil baginya. Setiap kali dia berdo’a untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, maka Malaikat tersebut berkata: ‘Aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.

Selain mendoakan, terakhir adalah meminta doa kepada Kedua orang tua dan guru.

  1. Tawakal Kepada Allah

Setelah berusaha keras dengan belajar dan berdoa maka selanjutnya adalah bertawakal kepada Allah swt. Yaitu berserah diri dan mengembalikan hasilnya kepada Allah swt. Ingat niatutama dalam mencari ilmu adalah mendapat Ridha dari Allah swt, maka apapun hasilnya itulah yang terbaik untuk diri kita masing-masing.

Selamat Mencoba!

WARDAN/Iskana

Seminar

Darunnajah 5 Membuka Pendaftaran Santri Baru Tahun Ajaran 2019-2020

Darunnajah 5, 12 oktober 2018. Pondok Pesantren An Nahl Darunnajah 5 Telah berdiri selama 14 tahun lamanya. Pondok Pesantren An Nahl bertempat di Jln Cikareo Mantiung Ciseureuh Tanjungan Kec.Cikeusik Kab. Pandeglang Banten.

Terdapat jenjang-jenjang pendidikan yang berbeda di Pondok Pesantren An Nahl  . Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah, Empat jenjang pendidikan itu telah membuka pendaftaran untuk santri baru dimulai dari tanggal 10 oktober 2018.

Banyak sekali fasilitas-fasilitas yang sangat menunjang pendidikan di Pondok Pesantren An Nahl Darunnajah 5 diantara lain, Gedung kelas atau sekolah yang memadai, Gedung asrama, Masjid, Lapangan sepak bola, Lapangan volly, Lapangan basket, Lapangan takraw dan masih banyak lagi.

Sahabat Pena

Muhammad Hafiz

Adab Hutang Piutang Ada 11 lhoo.. Udah Pada Tau Belom?

Assalamualaikum sobat pembaca yang dirahmati Allah. Hutang merupakan salah satu bentuk dari kenyataan manusia itu bersosialisasi sesamanya. Tapi, jangan remehkan soal hutang piutang. Bila sudah punya kemampuan jangan ditunda-tunda lagi untuk membayarnya. Dalam Islam, hutang diperbolehkan, namun ada adabnya.

11 Adab Hutang Piutang Menurut Islam

✅1. Jangan pernah tidak mencatat utang piutang.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنتُم بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُّسَمًّى فَاكْتُبُوهُ ۚ

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian melakukan hutang piutang untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kalian menuliskannya.” (QS Al-Baqarah: 282)

✅2. Jangan pernah berniat tidak melunasi hutang.

عَنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏‏أَيُّمَا رَجُلٍ يَدَيَّنُ دَيْنًا وَهُوَ مُجْمِعٌ أَنْ لاَ يُوَفِّيَهُ إِيَّاهُ لَقِيَ اللَّهَ سَارِقًا . رواه ابن ماجة

“Siapa saja yang berhutang, sedang ia berniat tidak melunasinya, maka ia akan bertemu Allah sebagai seorang PENCURI.” (HR Ibnu Majah ~ hasan shahih)

✅3. Punya rasa takut jika tidak bayar hutang, karena alasan dosa yang tidak diampuni dan tidak masuk surga.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏ “‏ يُغْفَرُ لِلشَّهِيدِ كُلُّ ذَنْبٍ إِلاَّ الدَّيْنَ ‏”‏ ‏.‏ رواه مسلم

“Semua dosa orang yang mati syahid diampuni KECUALI utang”. (HR Muslim)

✅4. Jangan merasa tenang kalau masih punya hutang.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏”‏ مَنْ مَاتَ وَعَلَيْهِ دِينَارٌ أَوْ دِرْهَمٌ قُضِيَ مِنْ حَسَنَاتِهِ لَيْسَ ثَمَّ دِينَارٌ وَلاَ دِرْهَمٌ ‏”‏ ‏.‏ رواه ابن ماجة

“Barangsiapa mati dan masih berutang satu dinar atau dirham, maka utang tersebut akan dilunasi dengan (diambil) amal kebaikannya, karena di sana (akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.” (HR Ibnu Majah ~ shahih)

✅5. Jangan pernah menunda membayar hutang.

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ ‏ “‏ مَطْلُ الْغَنِيِّ ظُلْمٌ، فَإِذَا أُتْبِعَ أَحَدُكُمْ عَلَى مَلِيٍّ فَلْيَتْبَعْ ‏”‏‏.‏ رواه البخاري ، مسلم ، النسائي ، ابو داود ، الترمذي

“Menunda-nunda (bayar utang) bagi orang yang mampu (bayar) adalah kezaliman.” (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

✅6. Jangan pernah menunggu ditagih dulu baru membayar hutang.

فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ ‏”‏ أَعْطُوهُ فَإِنَّ مِنْ خِيَارِ النَّاسِ أَحْسَنَهُمْ قَضَاءً ‏”‏‏.‏ رواه البخاري ، مسلم ، النسائي  ، ابو داود ، الترمذي

“Sebaik-baik orang adalah yang paling baik dalam pembayaran utang. (HR Bukhari, Muslim, Nasai, Abu Dawud, Tirmidzi)

✅7. Jangan pernah mempersulit dan banyak alasan dalam pembayaran hutang.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ “‏ أَدْخَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ رَجُلاً كَانَ سَهْلاً مُشْتَرِيًا وَبَائِعًا وَقَاضِيًا وَمُقْتَضِيًا الْجَنَّةَ ‏”‏ ‏.‏ رواه ابن ماجة ، النسائي

“Allah ‘Azza wa jalla akan memasukkan ke dalam surga orang yang mudah ketika membeli, menjual, dan melunasi utang.” (HR An-Nasa’i, dan Ibnu Majah)

✅8. Jangan pernah meremehkan hutang meskipun sedikit.

قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ‏ “‏ نَفْسُ الْمُؤْمِنِ مُعَلَّقَةٌ بِدَيْنِهِ حَتَّى يُقْضَى عَنْهُ ‏”‏. رواه الترمذي ، ابن ماجة

“Ruh seorang mukmin itu tergantung kepada utangnya sampai utangnya dibayarkan.” (HR at-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

✅9. Jangan pernah berbohong kepada pihak yang memberi hutang.

قَالَ ‏”‏ إِنَّ الرَّجُلَ إِذَا غَرِمَ حَدَّثَ فَكَذَبَ وَوَعَدَ فَأَخْلَفَ ‏”‏‏.‏ البخاري  ، مسلم  ، ابو داود  ، النسائي

“Sesungguhnya, ketika seseorang berutang, maka bila berbicara ia akan dusta dan bila berjanji ia akan ingkar.” (HR Bukhari dan Muslim)

✅10. Jangan pernah berjanji jika tidak mampu memenuhinya.

…وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا… سورة الإسراء

“… Dan penuhilah janji karena janji itu pasti dimintai pertanggungjawaban ..” (QS Al-Israa’: 34)

✅11. Jangan pernah lupa doakan orang yang telah memberi hutang.

وَمَنْ آتَى إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَعْلَمُوا أَنْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ ‏”‏ ‏.‏ رواه النسائي ، ابو داود

“Barang siapa telah berbuat kebaikan kepadamu, balaslah kebaikannya itu.

Jika engkau tidak menemukan apa yang dapat membalas kebaikannya itu, maka berdoalah untuknya sampai engkau menganggap bahwa engkau benar-benar telah membalas kebaikannya.” (HR An-Nasa’i dan Abu Dawud)

Semoga bermanfaat.(ghofur/13)

Keseruan Santriwati Darunnajah Cipining Belajar Sablon