Sabtu, 06 Oktober 2018
Kegiatan Ekstrakurikuler Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4
10/06/2018
Kegiatan Ekstrakurikuler
Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4
Di Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4 membiasakan santri nya untuk di sibukan dengan kegiatan-kegiatan yang positif, dengan seperti itu mendukung dari jauh nya hal-hal yang tidak dapat di ingin atau hal-hal yang negative.
Setiap kegiatan santri Tsurayya Darunnajah 4 itu selalu di kontrol dan di bombing oleh musyrif musyrifah nya masing-masing. Dari bangun tidur sampai tidur lagi.
Hal seperti ini bertujuan untuk menumbuhkan jiwa disiplin, tepat waktu pada setiap kegiatan santri.
Kegiatan santri Tsurayya Darunnajah 4, seperti hal yang di bawah ini :
- Tapak Suci
Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4 mengadakan kegiatan ini bertujuan untuk mendidik santri agar memiliki tubuh yang kuat dan dapat melindungi orang lain minimal diri sendiri.
- Muhadhoroh
Adalah salah satu kegiatan santri berpidato di depan para santri dan ustad ustadzah, berpidato denga tiga bahasa yaitu B. Arab, B. Inggris, B. Indonesia. Hal tersebut dapat berpengaruh untuk melatih mental santri, santri di latih mental nya untuk berani tampil berbicara dan berekspresi depan banyak orang.
- Tahfidzul Qur’an
Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4 mempunyai program tahfidz qur’an yang mana santri santri di tekan kan untuk selalu menghafal dan memahami isi dalam Al-qur’an tersebut. Mengikuti dengan tumbuh nya perkembangan jaman sekarang, terlalu keras pergaulan di luar, justru itu kami, Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4 membuat program tahfidz qur’an untuk mendidik anak santri supaya mempelajari, memahami, dan menghafal AlQur’an.
- Muhadatsah
Adalah Kegiatan setiap hari jumat pagi, muhadtasah adalah kegiatan berbahasa arab dan inggris. Santri Tsurayya Darunnajah 4 dituntut untuk selalu berbahasa dalm berbicara sehari-hari.
Karna Di POndok Pesantren Darunnajah Pusat maupun cabang, itu di wajib kan memakai dua bahasa, yaitu B. Arab, B. Inggris. Maka dari itu kami terapkan kepada santri-santri kegiatan muhadatsah untuk mengasah dan melatih kelancaran santri dalam berbahasa.
Hal ini bermanfaat untuk diri sendiri maupun orang lain. Karena jika suatu saat nanti pergi ke luar negri itu sudah bisa dan terbiasa bahasa nya.
Mempermudah anak menyusahkan orang tu
Seperti yang kita ketahui bersama, pada saat ini banyak sekali kenakalan remaja dikarenakan sebuah kebebesan dalam bergaul. Kebebasan itu juga tidak banyak di sadari oleh para orang tua sehingga mereka pun tidak pernah merasa takut kepada orang tua.
Salah satu contoh yang bisa kita lihat yakni orang tua sudah banyak yang memberikan kartu debit kepada anak-anaknya yang masih duduk di sekolah dasar, ini justru salah satu pemicu terjadi nya kenakalan anak usia dini. karena dipacu oleh kenyamanan dalam melakukan apapun sesuai apa yang mereka mau tanpa merasa takut.
Seandainya kita sebagai orang tua mau berfikir jauh, di usia dini saja mereka sudah berani melakukan hal-hal yang kurang baik apalagi nanti setelah mereka beranjak remaja kemudian dewasa ? mari kembali kita renungi bersama, harus seperti apakah baiknya kita menerapkan disiplin anak dari usia dini.
Kemudian kita juga harus kembali melakukan beberapa survey di beberapa wilayah untuk masalah kenakalan remaja yang sudah banyak dilakukan oleh anak usia dini tersebut, bisa jadi dari beberapa lingkungan yang memiliki pola asuh menarik bisa kita publikasikan untuk semua orang tua pada saat ini. untuk kembali kita terapkan kepada anak anak kita.
Dari beberapa kasus yang sudah banyak terjadi, banyak orang tua yang kemudian menyesal ketika anak tercinta nya melakukan hal-hal yang kurang baik dimata masyarakat umum, namun terkadang penyesalan orang tua tersebut di lampiaskan dengan amarah.
Apakah hal ini bisa kita katakan wajar ? TIDAK, tidak sama sekali. karena anak yang terlanjur mengenal hal-hal yang kurang baik hanya butuh kasih sayang yang lebih. anak-anak tersebut butuh sosok yang bisa menjelaskan kenapa apa yang dia lakukan tersebut salah,keliru dan lain sebagainya.
Lalu langkah awal apa yang harus kita lakukan sebelum terlambat ? yakni biarkan anak-anak tercinta kita melakukan hal yang ingin dia ketahui, namun kita harus mengikuti langkah mereka. Sehingga ketika mereka akan melakukan hal yang kurang baik, ada orang tua yang sangat berperan untuk mengingatkan dan memberi pengertian kenapa hal yang kurang baik tersebut di cegah umtuk ia lakukan.
Dampak Teknologi Terhadap Generasi Millenial
Siapa yang tidak mengetahui teknologi? ya, teknologi adalah keseluruhan sarana untuk menyediakan barang-barang yang diperlukan bagi kelangsungan dan kenyamanan hidup manusia. Teknologi ini tersedia dengan berbagai perantara, dimulai dari handphone, komputer, hingga laptop.
Banyak dampak positif dari teknologi canggih ini. Berbagai macam niat baik bisa diamalkan dari sarana ini. seperti : dakwah melalui media sosial, menguploud kegiatan berfaedah dll.
Selain banyak nya dampak positif, jangan kaget jika masih lebih banyak dampak negatif dari teknologi canggih ini. Dampak negatif ini disebabkan karena banyaknya oknum-oknum jahat yang mengharapkan lebih dari teknologi yang canggih ini, seperti : penyalahgunaan bom nuklir oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, menyebarkan berita-berita hoax yang menghasut masyarakat hingga terjerumus ke arah yang salah.
Selain penyalahgunaan teknologi, teknologi membuat semua orang dari tingkat kanak-kanak hingga dewasa menjadi lalai akan waktu. Banyak waktu yang terbuang hanya karena terlalu asik dengan teknologi tsb.
Sebagai generasi millenial, kita harus menghindari peyalahgunaan teknologi untuk kepentingan pribadi dan orang lain.
Hasil Donasi Gempa dan Tsunami Palu-Donggala
Hasil Donasi Peduli Gempa Palu Donggala Sulawesi Tengah 2018
Darunnajah Charity
Dari Tanggal 29 September – 02 oktober 2018
*Total : 12,000,000*
1. Rahman Pradana ( 1E ) : 500,000
2. Adib Akbari ( 3D ) : 3,500,000
3. Hamba ALLAH : 300,000
4. Hamba ALLAH : 250,000
5. Hamba ALLAH :500,000
6. Anas Naufal ( 3B ) : 500,000
7. Hamba ALLAH : 500,000
8. Hamba ALLAH : 100,000
9. Hamba ALLAH : 50,000
10. Hamba ALLAH : 2,000,000
11. Hamba ALLAH : 500,000
12. Hamba ALLAH : 150,000
13. Hamba ALLAH : 500,000
14. Hamba ALLAH : 150,000
15. M. Fahri ( 2B ) : 200,000
16. Hamba ALLAH : 200,000
17. Hamba ALLAH : 1,000,000
18. Hamba ALLAH : 250,000
19. Arif Fadilla Siregar ( 3A ) : 200,000
20. Ilyas Ramadhan ( 3F ) : 500,000
21. Ilham Falah Hamdi ( 3B ) : 150,000
*Total : 12,000,000*
Rekening Peduli Palu Donggala Sulawesi Tengah
Bank Muammalat
No.rek : 304-003-2050
a.n DARUNNAJAH CHARITY
~Contact Person
1. Tanri wicaksono : 0822-1098-1589
2. Siti chotimah : 0853-4898-3075
Bukan Sekedar Menghafal Al-Qur’an. Kenali Juga Keutamaannya
Menghafal Al-Qur’an? Apa sih keutamaan menghafal Al-Qur’an?
Yuk sama-sama kita cari tahu keutamaan menghafal Al-Qur’an melalui artikel ini
Pada era saat ini sudah sangat banyak sekali lembaga-lembaga islam khususnya, yang memprioritaskan hafalan Al-Quran dalam sistem pendidikannya. Dan juga tak jarang saat ini kita bisa temukan pondok pesantren tahfizh Al-Qur’an yang tersebar di seluruh Indonesia.
Al-Qur’an merupakan kitab suci umat islam yang diwahyukan kepada nabi Muhammad SAW 14 abad yang lalu. Namun, masih terjaga keaslian isi dan kandungannya hingga sekarang. Tak berubah 1 hurufpun sejak diwahyukan melalui pesuruh Allah, Malaikat Jibril yang mulia kemudian dijaga oleh para sahabat
Kenapa Al-Qur’an bisa terjaga sampai sekarang? Yap benar, karena menghafal Al-Quran memiliki beberapa keutamaan jika dibanding kitab suci sebelumnya. Berikut keutamaan Al-Qur’an berdasarkan Hadits:
- Penghafal Al-Qur’an menjadi keluarga Alllah
“Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga di antara manusia, para sahabat bertanya, “Siapakah mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Para ahli Al Qur’an. Merekalah keluarga Allah dan pilihan-pilihan-Nya.” (HR. Ahmad)
- Lebih diutamakan untuk dihormati dan didahulukan
“Yang menjadi imam suatu kaum adalah yang paling banyak hafalannya.” (HR. Muslim)
- Mendapat syafaat dari Alquran
“Penghafal Quran akan datang pada hari kiamat dan AlQuran berkata: “Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia. Kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan). AlQuran kembali meminta: Wahai Tuhanku, ridhailaih dia, maka Allah meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu, bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga). Dan Allah menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan nikmat dan kebaikan.” (HR Tirmidzi)
- Termasuk sebaik-baik manusia
“Sebaik-baik orang di antara kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)
- Dimuliakan oleh Allah
“Sesungguhnya termasuk mengagungkan Allah menghormati orang tua yang muslim, penghafal Al Qur’an yang tidak melampaui batas (di dalam mengamalkan dan memahaminya) dan tidak menjauhinya (enggan membaca dan mengamalkannya) dan Penguasa yang adil.” (HR. Abu Daud)
- Orang lain boleh iri padanya
“Tidak boleh seseorang berkeinginan kecuali dalam dua perkara, menginginkan seseorang yang diajarkan oleh Allah kepadanya Al Qur’an kemudian ia membacanya sepanjang malam dan siang, sehingga tetangganya mendengar bacaannya, kemudian ia berkata, ’Andaikan aku diberi sebagaimana si fulan diberi, sehingga aku dapat berbuat sebagaimana si fulan berbuat” (HR. Bukhari)
mengisi waktu luang dengan pekerjaan yang bermanfaat.
dalam kehiupan ini kita tak luput dari yang namanya pekerjaan dan tugas serta kewajiban yang harus kita lakukan dan laksanakan.di samping kewajiban dari tugas-tugas yang banyak kita juga membutuhkan sesuatu yang membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik dengan melakukan apa yang baik bagi kita.dengan melaksanakan pekerjaan yang sudah menjadi kewajiban untuk kita lakukan dan laksanakan.
tidak selamanya kita akan di tuntut dengan banyak tugas-tugas, kewajiban-kewajiban di keseharian kita.akan ada waktu dimana kita akan merasa bingung untuk melakukan sesuatu.di saat itu waktu kosong/luang pun datang dan banyak yang akan kita fikirkan apa yang harus saya lakukan,pada hakikatnya bahwa waktu kosong/luang itu sangat berdampak negatif karna godaan setan pun datang seketika itu juga.maka kita harus bisa mengendalikan fikiran dan hawa nafsu kita agar terarah dan jangan sampe menyeleweng dari hukum-hukum agama.
banyak kegiatan,pekerjaan,aktifitas yang bisa membuat kita untuk melakukan hal-hal positif dan meninggalkan hal-hal negatif,yang harus kita lakukan adalah bagaimana caranya agar kita bisa selalu berfikiran positif.dengan ilmu-ilmu agama yang kita miliki kita dapat melakukan kegiatan positif karna kita tau apabila aktifitas tersebut dapat menimbulkan dampak positif untuk aktifitas kita.
Membina Generasi Qurani
Dengan semakin bertambah cepatnya perkembangan zaman, generasi muda semakin banyak yang terkontaminasi dengan perubahan – perubahan yang menuju ke arah negatif. Dengan itu, generasi berkualitas semakin dibutuhkan untuk mempertahankan kehidupan bangsa.
Salah satu bentuk usaha dalam mewujudkan generasi berkualitas adalah dengan mendekatkan mereka dengan Al quran. Perlu usaha keras dalam mendidik generasi qur’ani, diantaranya:
- Awali masa kanak-kanak dengan belajar membaca Al Qur’an, luangkan di setiap harinya bagi keluarga kita waktu wajib belajar Al Qur’an, seperti waktu setelah subuh atau maghrib.
- Berikan pemahaman terhadap Syariat islam sejak dini, seperti tata cara berwudhu, sholat, puasa, dan lain sebagainya.
- Tanamkan kedisiplinan sejak dini, berikan tugas-tugas ringan yang melatih kemandirian anak.
- Berikan keteladanan dalam bersikap dan berbuat, karena seorang anak selalu membutuhkan seorang figur yang akan ia contoh dalam bersikap dan berprilaku
- Ajarkan anak-anak kita untuk pandai memilih teman, karena pergaulan dapat mempengaruhi kondisi psikologi anak untuk berprilaku negatif
- Masukkan anak kita ke dalam lembaga-lembaga yang mendukung, seperti Taman pendidikan Al qur’an, pesantren, rumah tahfidz dan lain-lain.
Semoga Allah subhanahu wata’ala selalu karuniakan taufik dan hidayah Nya agar kita semua dikaruniai generasi Qur’ani yang membanggakan negeri. [Ibnu Mahrus]
Lebih Enak Mana ? Ngambil Gambar Pakai DSLR atau Smartphone
Dalam perkembangan zaman yang semakin pesat, perusahan-perusahan teknologi berusaha mengeluarkan produk terbaiknya untuk memenangkan pasar. Masyarakat semakin dimudahkan dengan kehadiran segala macam teknologi tersebut, namun tidak hanya dimudahkan masyakarat juga sekaligus dibingungkan dengan pilihan-pilihan yang ada.
Produk kamera adalah salah satunya, dengan berbagai merk kamera DSLR maupun Mirorless yang ada sekarang mulai dari Nikon, canon, sony, maupun lumix masyarakat semakin ditambang bingung dengan pilihan-pilihan ini.
Disisi lain, perusahan smartphone saat ini tidak kalah bersaingnya untuk menghadirkan berbagai fitur yang ada pada kamera DSLR dan Mirorless, berbagai fitur ditambahkan pada smartphone zaman now seperti fitur bokeh yang dahulu hanya bisa dilakukan oleh DSLR dan Mirorless sekarang bisa didapatkan di smartphone kita.
Gebrakan ini diprakarsai oleh perusahan smartphone terkenal dipasaran Indonesia yaitu OPPO pada tahun 2015 dengan fitur kameranya yang mempunyai fitur-fitur ini. Dengan adanya fitur-fitur ini masyakarat jadi berfikir dua kali untuk membeli kamera DSLR atau Mirorless.
Namun sebelum anda memilih produk tersebut adanya baiknya untuk melihat keunggulan dan kekurangan tentang kedua benda ini :
| DSLR/MIRORLESS | SMARTPHONE |
| Mega pixel lebih besar, gambar jadi lebih detail | Tidak lebih detail dari DSLR/Mirorless |
| Menu manual lebih lengkap | Tidak semua smartphone ada menu manual kameranya |
| Harga lebih mahal | Harga lebih murah dengan fitur kamera sekaligus komukasi |
| Demensi lebih besar sehingga tidak simpel | Deminsi lebih simpel sehingga lebih mudah dibawa kemana-mana |
| Lebih digunakan untuk pengambilan foto profesional | Digunakan untuk mengambil foto sehari-hari saja |
| Lensa bisa diganti sesuai kebutuhan | Lensa tidak bisa diganti |
Jihad Millenial Secara Baik Dan Benar Di Media Sosial

Justru hal itulah yang membuat garis sejarah manusia menjadi menarik untuk disimak. Tidak seperti ayam dan kucing, yang sejak generasi pertama hingga saat ini hidupnya begitu-begitu saja, hanya tentang ngeker-ngeker tanah dan mengejar-ngejar tikus.
“Jihad Media” sebagai sebuah frasa mungkin tidak bisa kita temukan di kitab-kitab matan maupun syarh manapun. Jihad media merupakan bentuk ijtihad dari para ulama dan organisasi-organisasi lain di dunia ini yang menganut ideologi salafi jihadi.
Sebagaimana yang diungkapkan oleh Abu Bashir Al-Wuhaisyi, bahwa pekerjaan media adalah setengah dari jihad.
Hal ini mengingatkan kita pada ungkapan seorang Sayyid Qutb yang melegenda, “Peluru hanya bisa menembus satu kepala, tapi tulisan bisa menembus jutaan kepala.”
Selain soal urgensi, tentu ada nash-nash syar’i yang melandasi klaim bahwa segala aktivitas seseorang/sekelompok orang dalam bidang media (baik media cetak, elektronik, maupun sosial) bisa dikategorikan sebagai jihad.
“Wahai para Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin itu untuk berperang” (Al-Anfal : 65)
Imam As Sa’di mengungkapkan bahwa “kobarkanlah semangat” ini mencakup segala perkara yang mengarah kepada memotivasi orang beriman untuk berjihad dan menguatkan jiwa mereka. Di antaranya dengan menyebarkan kelemahan musuh dan kekacauan dalam barisan mereka.
Juga mengabarkan keindahan apa saja yang Allah janjikan bagi hamba-hambanya yang berjihad, juga ancaman dan hukuman terhadap mereka yang meninggalkan jihad. Yang demikian ini, dan sejenisnya adalah bentuk “kobarkanlah semangat” untuk berperang.
Dari ayat yang disampaikan, serta penjelasan Imam As Sa’di tersebut, dapat kita simpulkan bahwa jihad media merupakan bentuk “kobarkanlah semangat” di era kekinian. Sebuah era di mana media tak lagi menjadi sekedar penyampai informasi semata, namun media telah menjelma menjadi ideological state apparatus, meminjam bahasa Louis Althusser seorang filsuf Neo Marxis asal Prancis, di mana media menjadi alat untuk menjaga kepentingan dan stabilitas rezim yang berkuasa.
Hingga akhirnya media-media tersebut menjadi identik dengan pembentukan opini, framing issue, serta peluncuran propaganda semata. Sehingga prinsip-prinsip ideal yang semestinya dipegang erat-erat oleh sebuah media seperti impartial, cover both sides, serta independent tak lagi dipakai.
Di tengah kegilaan tersebut lah, jihad media terlahir dan hadir sebagai antitesis. Di mana para mujahid media (harus) senantiasa bersungguh-sungguh dan konsisten dalam mengeluarkan produk-produk medianya. Sebuah produk media yang senantiasa memperhatikan interest (kepentingan) umat Islam serta berperan sebagai pressure (penekanan) terhadap segala bentuk kedholiman tanpa mengabaikan prinsip-prinsip independensi dan keberimbangan.
Berbagai cara dapat kita lakukan untuk melakukan Jihad di media sosial seperti, mencegah berbagai isu Hoax dan kabar miring tentang islam, melakan kegiatan yang bermanfaat bagi umat islam seperti berdakwah, sama sama menghargai keputusan atau pendapat orang lain agar tidak muncul persepsi salah paham terhadap islam, dan mensaring terlebih dahulu berbagai kabar yang kita terima sebelum men sharingnya.
Belajar cerdas bukan belajar cermat
1. Mereka Belajar Di Luar Kebiasaan: Membaca Materi sekolah Dari Buku Bacaan Standar Bukanlah Bagian Dari Cara Mereka Meningkatkan Kemampuan.
2. Tidak Ada Istilah Menunggu Diberi Materi, Buat Mereka Untuk Mendapat Materi Lengkap Itu Harus Dicari Sendiri.
3. Belajar Sepanjang Malam Sampai Kelelahan Tidak Ada Dalam Kamus. Mereka Tahu Betul Belajar Teratur Akan Menghasilkan Keluaran yang Lebih Bagus.
4. Buku Teks Mereka Tidak Dipenuhi Coretan Stabilo Berbagai Warna. Murid Terbaik Lebih Senang Mencatat Ulang Apa yang Sudah Mereka Baca.
5. Tidak Kurang Tidur Jadi Salah Satu Kunci Prestasi. Sepadat Apapun Materi yang Menghadang — Menyiksa Diri Dengan Belajar Sepanjang Malam Tidak Akan Dilakukan.
6. Murid-murid Terbaik Memperlakukan Sesi Bertemu guru di Kelas Secara Sakral. Mereka Tak Akan Masuk Kelas Dengan Otak Kempes Seperti Kerupuk Karena Belum Membaca Bahan.
7. Nilai Baik Atau Buruk Tidak Serta Merta Mereka Terima. Segalanya Dievaluasi, Demi Hasil yang Lebih Baik di Kemudian Hari.
8. Karena Sadar Tidak Semua Ilmu Didapatkan Dari Bangku sekolah saja, Mereka Juga Rajin Mencari Pengalaman Di Luar Tembok sekolah.
9. Konsisten Dengan Cara Belajar Yang Telah Dibuat Adalah Salah Satu Trik Tersembunyi Yang Mereka Miliki.
10. Daripada Menggunakan Laptop, Mereka Yang Berprestasi Baik Lebih Suka Mengandalkan Catatan Tangan Untuk Menulis Materi.
Santri Peduli Bencana Alam
Para Santri Darunnajah ikut serta dalam penggalangan dana untuk korban bencana alam yang terjadi di Lombok, NTB yang terjadi Pada juli 2018.
Tak hanya para santriwan dan santriwati, para wali santri pun ikut antusias dalam penggalangan ini, sehingga tidak bisa di pungkiri bahwa wali santri juga merupakan Donatur utama pada penggalangan dana peduli gempa Lombok ini.
There are no photos with those IDs or post 110377 does not have any attached images!Jumat, 05 Oktober 2018
suasana ujian tahfizh
darunnajah 17 adalah termasuk salah satu pondok yang di dalamnya diterapkan program tahfidzul qur’an,mereka bukan cukan menghafalkan al qur’an saja,akan tetapi mereka juga diberi ujian lisan al-qur’an untuk menguji dan mengetahui kualitas hafalan yang telah mereka kuasai beberapa juz dari al-qur’an.



