Tampilkan postingan dengan label March 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label March 10. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 09 Maret 2019

Pesantren Wadah Kreatif Budaya Dan Pendidikan Nusantara

Rapat yang Baik Butuh Proses Pengambilan Keputusan yang Jelas

Membuat keputusan menjadi tantangan, terkadang menjadi kendala saat rapat berlangsung, dalam tulisan ini, jurnal yang menjadi referensi di website Harvard Business Review yang ditulis oleh Bob Frisch dan Cary Greene, menunjukan persoalan dan cara mengatasi pengambilan keputusan dalam sebuah rapat.

Ketegangan di ruangan itu meningkat. Grup itu sudah berada disasana selama 4 jam. Faktanya, tim ini 12 telah melalui dasarnya sama dengan tim lainya yang mendiskusikan hal sama, pada tiga kesempatan sebelumnya tapi tetap tidak dapat memukan keputusan pada masalah kritis : haruskah organisasi mendevistasikan operasi Amerika Selatan mereka atau beralih ke strategi yang berbeda ?

Ulasan mereka ada yang pro dan kontra lagi. Masing-masing dari pihak mereka memberikan data, dan rekomendasi mereka sendiri. Dan tetap menemukan jalan buntu.

Apa yang seharusnya dilakukan sebuah tim ketika bertugas membuat keputusan tapi tidak bisa mencapai keputusan ?

Selama enam putluh tahun lebih pengalaman bergabung Bersama dewan dan eksekutif di organisasi, mulai dari perusahaan multinasional fortune 10 hingga perushaan mitteisland Jerman, kita sudah melihat pemimpin memberikan banyak pemikiran untuk data dan analisis, diperlukan untuk memulai dan melanjutkan diskusi seperti ini. Tapi biasanya mereka tidak mempertimbangkan bagaimana mereka ingin menyelesaikannya

Kami tidak menyarankan mereka harus mengetahui terlebih dahulu keputusan apa yang akan diambil. Tetapi mereka harusnya tau bagaimana cara membuat keputusan yang nantinya tidak akan disetuji orang-orang.

Situasi dimana setiap orang di ruangan melaporkan kepada manager umum, dan orang itu hadir, tidak ada banyak isu. Jika tim tersebut tidak bisa memutuskan, maka bosnya yang akan memutuskan. Tapi dalam Organisasi yang sangat matriks saat ini, penutpan tanpa adanya konsensus akan menjadi  tantangan besar.

Anggota Tim- walaupun seorang exekutif individu- mungkin memiliki beberapa jalur pelaporan. Menemukan seorang “natural tiebreaker” – apakah satu ornag tau grup yang lainya- mungki melibatkan keputusan yang menaikan 2 atau tiga level- yang mana merupakan solusi yang tidak praktis di berbagai tempat, dan satu resiko itu menimbulkan efek yang tidka menguntungkan grup.

Ketika kita mennyakan klien kita “ apa yang terjadi diakhir percakapan jika keputusannya tidak jelas ? bagaimana tepatnya ini dibuat ?” jawabanya seringkali seperti ini “ mari kita lihat bagaimana kelanjutannya ”kami akan mencari tahu”

Kita tahu itu adalah ide yang buruk. Tim kamu seharusnya tidak mencoba untuk membuat kuputusan penting sampai semua orang mengerti. Apa yang terjadi jika anggotanya tidak dapat mencapai kesepakatan.

Maka, sebelum rapat membuat sebuah keputusan, jernihlan dalam membuat keputusan. Sebagai contoh, beritahu grup waktu untuk membuat keputusan adalah 90 menit dan jika tidak resolusi sampai waktu tersebut, isu akan di vote.

Walapun ini tampaknya jelas, pastikan untuk mempertimbangkan hasil bagaimana akan dipakai di ruangan ini.

Diawal karir Tom Wilson, sekarang kepala, president dan CEO The Allstate Corporation, untuk mengakihiri setiap pertemuan menggunakan bagan yang sederhana. Dari tiap keputusan yang signifikan aka nada 3 kolom “ya”,”tidak dan “menunda”. Ini membantu mendorong kejelasan dan penutupan dan membuat pertemuannya lebih efisien dan tegas.

Sebuah Tim tidak perlu terjebak dan berputar disekitar keraguan. Rapat hanya perlu dimulai denagn semua orang berfikir jernih bagaimana mereka akan berakhir.

(DN.com/Iffa)

Training Of Trainer (TOT) Manasik Haji TKIM & SDIM Darunnajah Serang

(santritv/ihsan)

Sabtu, 10 Maret 2018

Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah mengikuti Konferensi Internasional di New York, Amerika Serikat

DARUNNAJAH.COM – NEW YORK, Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Dr. K.H. Sofwan Manaf, M.Si., termasuk salah satu perwakilan dari lembaga-lembaga Islam, ilmuwan, intelektual dan politikus dari seluruh dunia yang diundang untuk menghadiri Konferensi Internasional yang dihelat Rabithah  Al-‘Alam Al-Islami/Liga Muslim Dunia (Moslem World League).Kurang lebih 450 akademisi dan tokoh dari 56 negara menghadiri acara yang dihelat di New York, Amerika Serikat tersebut.

Tema utama konferensi ini adalah:التواصل الحضاري بين الولايات المتحدة الأمريكية والعالم الإسلامي/”Cultural Rapprochement between the USA and the Islamic World” /”Komunikasi Lintas Peradaban antara Amerika Serikat dan Dunia Islam.”

Konferensi Internasional ini dihelat selama dua hari, 16-17 September 2017. Pembahasan dalam konferensi ini antara lain; kontribusi budaya dari dunia Islam, kontribusi Islam bagi promosi perdamaian dunia, integrasi Muslim di Amerika Serikat, serta hubungan timbal balik antara Amerika Serikat dan dunia Islam.

Turut hadir sebagai delegasi Indonesia, antara lain Drs. Mohammad Siddik, MA (Ketua Umum Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), Imam Shamsi Ali (Imam di Islamic Cultural Center, New York), Dr. Hidayat Nurwahid (Wakil Ketua MPR-RI), Dr. Sofwan Manaf (Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, Jakarta), Prof. Dr. Din Syamsuddin (Tokoh Muhammadiyah), Prof. Dr. Bahtiar Effendy (Guru Besar UIN Jakarta).

Selain menghadiri Konferensi ini, Dr. Sofwan Manaf didampingi Ustzh. Rizma Ilfi (DIRO – Darunnajah International Relations Office), berkesempatan mengunjungi dan menjalin kerja sama dengan beberapa lembaga pendidikan di Amerika Serikat, antara lain :

  • Civilizations Exchange and Cooperation Foundation (CECF), Lembaga NGO pimpinan Imam Bashar Arafat, yang terletak di Baltimore, Maryland.
  • Islamic Society of Baltimore dan Al Rahmah School, Catonsville, Maryland.
  • University of Pennsylvania, Philadelphia.
  • Hartford Seminary, Connecticut. Kunjungan ke lembaga tersebut merupakan kunjungan balasan, setelah pihak Hartford Seminary berkunjung ke Pesantren Darunnajah pada tahun 2016.
  • ISWA – Islamic Society of the Washington Area
  • IMAAM Center (Indonesian Muslim Association in America), Maryland.
  • Ohio Wesleyan University, Delaware, Columbus, Ohio.
  • Worthington Kilbourne High School, Columbus, Ohio.
  • Konsulat Jendral Republik Indonesia (KJRI) Los Angeles, California.
  • University of Southern California, Los Angeles (USC-LA)
  • Islamic Center of Southern California, Los Angeles
  • Bayan Institute, Claremont School of Theology, Claremont, California

Beberapa program yang dapat di follow up, antara lain ;

  • Student Exchange/pertukaran pelajar dalam program English Language and Leadership Program 2018 (ELLP), bekerjasama dengan Civilizations Exchange and Cooperation Foundation (CECF), Baltimore, Maryland.
  • Pelatihan Imam masjid di Civilizations Exhange and Cooperation Foundation (CECF), Baltimore, Maryland
  • Kesempatan melanjutkan pendidikan program Master di Hartford bagi guru Darunnajah.
  • Kesempatan melanjutkan pendidikan S1 di Ohio Wesleyan University, Delaware, Columbus, Ohio bagi santri dan alumni Darunnajah.
  • Student Exchange/pertukaran pelajar dengan Worthington Kilbourne High School, Columbus, Ohio
  • Pelatihan Imam masjid di Bayan Institute, Claremont School of Theology

Pimpinan Pesantren Darunnajah juga berkesempatan silaturahim dan memberikan sambutan di tengah masyarakat Indonesia yang berada di California, pada acara pengajian bulanan yang diadakan KJRI Los Angeles, California.

Selain itu, Pimpinan Pesantren Darunnajah berkesempatan menemui Muthia Riziany, alumni Darunnajah angkatan 35 (2012) yang sedang menempuh pendidikan S1 di salah satu college di Philadelphia. Dan juga Bapak Taufik Muhammad, walisantri Darunnajah yang tinggal di Torrance, Los Angeles, California. Serta Ms. Asmae Al-Garh, guru Darunnajah yang berasal dari Maroko dan berdomisili di Columbus, Ohio.

Galeri Kunjungan Mahasiswa/i Keio University

darunnajah.com, Kunjungan Mahasiswa/i Keio University