Tampilkan postingan dengan label June 24. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label June 24. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Juni 2019

7 Tips Menjadi Muslim Yang Baik

Apa sih arti gaul itu

Ada yang mengartikan gaul itu punya banyak teman dan punya banyak wawasan, ada juga yang mengartikan gaul itu mereka yang bisa terus mengikuti perkembangan zaman, bahkan ada yang memaknai gaul adalah mereka yang bisa pergi ke Mall, belanja barang dan trend terbaru dan hal-hal lainnya.

Tapi definisi gaul tidak sebatas hanya itu, dalam islam gaul berarti mereka yang memiliki prinsip, sebagaimana kita bisa mengikuti hal-hal di luar sana atas suatu dasar bukan cuman sekedar mengikutinya tanpa dasar. Dan sebagai orang islam kita pun mempunyai cara gaul, yakni dengan mengenal ilmu agama khususnya Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Selain itu terlihatnya pribadi seorang muslim yang gaul ada dengan tujuh sifat diantaranya adalah:

  1. Aqidah yang bersih

Aqidah yang bersih merupakan suatu hal yang harus ada dalam setiap diri manusia, karena dengan aqidah yang bersih akan membawanya kepada ikatan yang kuat dengan Allah SWT. Dan dengan ikatan yang kuat ini insyaAllah kita kaan selalu pada jalan-Nya.

  1. Ibadah yang baik dan benar

Shahihul ibadah yakni Ibadah yang benar dengan melaksanakannya merujuk dan sesuai kepada Sunnah Rasul yang berarti tidak boleh ada unsur penambahan atau pengurangan.

  1. Jasmani yang kuat

Kekuatan jasmani berarti seorang muslim memiliki daya tahan tubuh sehingga dapat melaksanakan ajaran Islam secara optimal dengan fisiknya yang kuat. Shalat, puasa, zakat dan haji merupakan amalan di dalam Islam yang harus dilaksanakan dengan fisik yang sehat dan kuat.

Oleh karena itu  kesehatan jasmani harus mendapat perhatian juga untuk seorang muslim dan pencegahan dari penyakit jauh lebih utama dari pada pengobatan. Rasulullah SAW. bersabda yang artinya: “Mukmin yang kuat lebih dicintai Alloh daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim),

  1. Akhlak yang mulia

Akhlaq Mulia  adalah perilaku dan sifat yang harus ada dalam diri setiap manusia baik dalam hubungannya kepada Allah SWt. Maupun dalam hubungannya kepada manusia.

  1. Mampu berjuang melawan hawa nafsu

Setiap manusia memiliki kecenderungan pada hal yang baik maupun hal buruk. Melaksanakan kecenderungan pada yang baik dan menghindari yang buruk perlu adanya kesungguhan. Kesungguhan itu akan ada ketika seseorang berjuang dalam melawan hawa nafsu. Hawa nafsu yang ada pada setiap diri manusia harus diupayakan tunduk pada ajaran Islam.

Rasulullah SAW  bersabda: “Tidak beriman seseorang dari kamu sehingga ia menjadikan hawa nafsunya mengikuti apa yang aku bawa (ajaran Islam)” (HR. Hakim)

  1. Mampu menggunakan waktunya dengan baik

Sudah sepatutnya seorang muslim mampu mengatur waktunya dengan baik. Karena waktu merupakan karunia Allah. yang jika kita bisa memakanainya dengan baik adalah suatu yang sangat berharga, yang tak mampu diulang, dan jangan sampai waktu berlalu menjadi hal yang sia-sia.

  1. Bermanfaat bagi orang lain

Manfaat yang dimaksud tentu saja manfaat yang baik sehingga dimanapun dia berada akan memberikan dampak yang baik bagi orang lain.

Ini berarti setiap muslim itu harus selalu berfikir, mempersiapkan dirinya dan berupaya semaksimal untuk bisa bermanfaat dan mengambil peran yang baik dalam masyarakatnya.

Rasulullah SAW. bersabda yang artinya: “Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang lain”

(HR. Qudhy dari Jabir).

[/fusion_text][/fusion_builder_column][/fusion_builder_row][/fusion_builder_container]

Silaturrahmi Alumni Darunnajah Angkatan 38 Ke Pesantren Darunnajah

Silaturahmi (shilah ar-rahim dibentuk dari kata shilah dan ar-rahim. Kata shilah berasal dari washala-yashilu-wasl(an)wa shilat(an), artinya adalah hubungan. Adapun ar-rahim atau ar-rahm, jamaknya arhâm, yakni rahim atau kerabat. Asalnya dari ar-rahmah (kasih sayang); ia digunakan untuk menyebut rahim atau kerabat karena orang-orang saling berkasih sayang, karena hubungan rahim atau kekerabatan itu. Di dalam al-Quran, kata al-arhâm terdapat dalam tujuh ayat, semuanya bermakna rahim atau kerabat.
Dengan demikian, secara bahasa shilah ar-rahim (silaturahmi) artinya adalah hubungan kekerabatan.
Pengertian Syar‘i
Banyak nash syariat yang memuat kata atau yang berkaitan dengan shilah ar-rahim. Maknanya bersesuaian dengan makna bahasanya, yaitu hubungan kekerabatan. Syariat memerintahkan agar kita senantiasa menyambung dan menjaga hubungan kerabat (shilah ar-rahim). Sebaliknya, syariat melarang untuk memutuskan silaturahim. Abu Ayub al-Anshari menuturkan, “Pernah ada seorang laki-laki bertanya kepada Nabi saw., “Ya Rasulullah, beritahukan kepadaku perbuatan yang akan memasukkan aku ke dalam surga.” Lalu Rasulullah saw. menjawab:

تَعْبُدُ اللهَ لاَ تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيْمُ الصَّلاَةَ وَتُؤَتِيْ الزَّكَاةَ وَتَصِلُ الرَّحِمَ

Engkau menyembah Allah dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menyambung silaturahmi. (HR al-Bukhari).
Hadist ini, meskipun menggunakan redaksi berita, maknanya adalah perintah. Pemberitahuan bahwa perbuatan itu akan mengantarkan pelakunya masuk surga, merupakan qarînah jâzim (indikasi yang tegas). Oleh karena itu, menyambung dan menjaga shilaturahmi hukumnya wajib, dan memutuskannya adalah haram. Rasul saw. pernah bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَاطِعُ رَحِمٍ

Tidak akan masuk surga orang yang memutus hubungan kekerabatan (ar-rahim). (HR al-Bukhari dan Muslim).
Untuk mempererat silaturrahmi antara alumni dengan para asatidz Pondok Pesantren Darunnajah. Tepatnya pada hari Rabu, 15 Syawwal 1440/19 Juni 2019. Alumni Darunnajah Angkatan 38 mengadakan silaturrahmi dengan Pendiri dan Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta beserta para Asatidz.
Silaturrahmi diawali dengan mengunjungi kediaman pendiri sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Drs. KH. Mahrus Amin.
Silaturrahmi Bersama Drs. KH. Mahrus Amin 2

Silaturrahmi Bersama Drs. KH. Mahrus Amin 

Setelah itu Rombongan bersilaturrahmi dengan Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta Dr. KH. Sofwan Manaf, M.Si. Banyak hal yang disampaikan oleh bapak pimpinan kepada para alumni Darunnajah Angkatan 38.

Acara dilanjutkan dengan mengunjungi kediaman Ustadz H. Sulaiman Effendi, S.Ag. dan para  asatidz lainnya.

 

 

Baca juga “Halal Bi Halal 2019 Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining”.

 

“Lingkaran Malaikat” Oleh KH. Hadiyanto Arief

Lelaki tua sederhana berpeci putih itu turun dari motornya.. sederhana, bersahaja, terkesan lusuh namun senyumnya selalu lepas saat ia saat hadir di ruang tamu bapakku..

Dengan logat betawi kentalnya, beliau menggambarkan dirinya sebagai orang pasar.. pedagang kelontong, orang betawi yang hidup berdagang dipasar..

Ia pun bertutur, sudah sejak muda saat pertama kali mengantarkan anaknya ke Pesantren Darunnajah Jakarta di akhir 80an ia sering ‘tersetrum’, saat kadang berbincang dengan wakif dan kyai pondok itu..

Sejak puluhan tahun lalu itulah ia memulai memendam rasa ‘iri’ kepada Haji Ndung, (panggilan Betawi KH Abd Manaf) Wakif Darunnajah asli betawi itu.. ia terkesan bagaimana seorang pedagang seperti dirinya bisa menghidupkan cita citanya membangun lembaga pendidikan Islam seperti itu..

Jalan menuju cita cita itu pun dirintis sambil berdoa.. sedikit demi sedikit lahan dibeli dari hasil keringatnya berdagang di pasar.. sehingga ia rasa mencukupi untuk menjadi lahan sebuah pesantren..

Hari ini ia datang ke orangtua kami, putra pertama almarhum Haji Ndung yg telah menginspirasi jalan hidup beliau..

Tak ragu ia mengeluarkan dokumen dari balik saku baju lusuhnya.. lalu sigap menandatangi ikrar wakaf lahan seluas 2.4 hektar di bilangan Pamulang.. lahan yang kalau dikonversi mencapai angka tak kurang dari 40 Milyar rupiah.. angka yg tak sedikit, yang sejauh ini hanya kubaca di berita2 kasus korupsi di negeri ini..

Subhanallah..

Inilah wujud nyata dari apa yg disebut dalam buku Take & Give sebagai “virtuous circle”. Lingkaran malaikat. Satu kebaikan akan menghasilkan kebaikan lainnya.

Kebaikan wakif Darunnajah menarik dan menginspirasi kebaikan-kebaikan lain bermunculan.

Begitulah biasanya jalan cerita bagaimana sebuah pesantren berasal. Ia lahir dari keikhlasan dan kedermawanan seorang muhsinin. Jika ia bertemu dengan keikhlasan dan kesalehan seorang Kyai, insya Allah tak lama lagi pondok yang dicita citakan akan bisa terwujud.

Di sore Bulan Ramadhan nan suci ini, dimana satu kebaikan kecil diganjar berkali lipat, sekali lagi aku beruntung bisa mengenal langsung satu lagi manusia bumi berjiwa besar bervisi langit.. mengikhlaskan kekayaan dunia dan menggantikannya dengan kavling akhirat..

Semoga Allah SWT menerima dan memberkahi amal jariyahnya dan memudahkan jalan untuk mewujudkan cita2 beliau..

Dan semoga virtuous circle itu bisa pula menyentuh hati kami sehingga kami mampu meniru keteladanan mereka..

Pamulang, 10 Ramadhan 1438

Minggu, 23 Juni 2019

Upacara Pertama Santriwati Tahun Ajaran 2019-2020

Upacara yang dilakukan pada hari senin, 24 juni 2019 merupakan upacara pertama bagi seluruh santriwati Darunnajah 2 Cipining pasca liburan semester 2. Upacara ini dilanjutkan dengan Halal Bil Halal kepada guru-guru ataupun seluruh santriwati. (hwatihera99/WARDAN)

Pelatihan Parenting Tentang Penanganan Pola Asuh Santri Milenial Oleh Arief Rahman Saleh

Pelatihan Parenting Tentang Penanganan Pola Asuh Santri Milenial Oleh Arief Rahman Saleh

(DN.COM/almas_khalishah)

Upacara Perdana Tahun Ajaran 2019-2020

(PD&PH/Muti)