Tampilkan postingan dengan label June 23. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label June 23. Tampilkan semua postingan

Minggu, 23 Juni 2019

Tanda-Tanda Orang Yang Dicintai Allah SWT

Semua yang ada dilangit, dibumi, dan juga yang ada diantara keduanya, tunduk kepada  kehendak Allah SWT, maka jika Dia mencintaimu tak akan ada yang mampu membuatmu bersedih.

Diriwayatkan oleh Abu Hurairah ra, dari nabi SAW bersabda : Apabila Allah mencintai  seorang hamba, maka Allah memanggil Jibril seraya berfirman : “Sesungguhnya Allah ta’ala mencintai Fulan, maka cintailah ia. Kemudian Jibril mencintai orang itu, dan berkata kepada penghuni langit : “ Sesungguhnya Allah mencintai Fulan, maka cintai ia. Penghuni langitpun akhirnya mencintai orang itu. Kemudian, kecintaannya diteruskan kepada penghuni bumi.”(Muttafaq Alaih)

Bagaimana upaya manusia agar dicintai Allah SWT?

Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan , diantaranya :

  1. Mengikuti pedoman hidup yang diteladani Rasulullah SAW.

Sebagaimana yang kita ketahui bersama, bahwa Rasulullah SAW memiliki sifat yang mulia dan akhlaq yang terpuji. Sifat mulia Rasulullah SAW seperti ; shiddiq, amanah, tabligh dan fathanah.

Shiddiq yang berarti jujur, Amanah yang berarti dapat dipercaya, Tabligh yang berarti dapat menyampaikan, dan Fathanah yang berarti cerdas. Dan adapun akhlaq terpuji yang dimiliki oleh Allah SWT  seperti : membaca basmalah sebelum melakukan suatu pekerjaan, dan mengucapkan hamdalah setelah selesai melakukan segala sesuatu.

  1. Berjihad di jalan Allah swt

Seorang muslim yang bertaqwa kepada Allah , pasti akan membela dan memperjuangkan agama Allah dan bersikap lemah lembut kepada orang mukmin dan bersikap keras terhadap orang kafir apabila mereka mencela agama Islam. Dan kita sebagai muslim, seharusnya tidak boleh takut oleh celaan orang kafir, dan harus membela Islam, karena itu merupakan salah satu bentuk jihad di jalan Allah SWT.

  1. Mengerjakan hal – hal yang wajib dan sunnah

Allah SWT sangat mencintai orang yang selalu taat melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim dan menjauhi apa yang dilarang oleh Nya.

Maka dari itu, jika kita ingin menjadi orang yang dicintai oleh Allah, marilah menjalankan ketiga hal diatas. Dan rasakanlah semua yang ada di alam ini akan turut mencintaimu.

 

Sabtu, 22 Juni 2019

SILATURRAHIM PESERTA DAURAH UMMUL QURA DENGAN IMAM MASJID AL-HARAM

Pada hari Senin (17/6/19) setelah menunaikan Shalat Maghrib, peserta Daurah mendapatkan kesempatan untuk bersilaturrahim dengan Imam Masjid al-Haram Syaikh Dr.

Faisal Ghazzawi di kediaman beliau. Peserta daurah yang terdiri dari 39 orang dari Indonesia dan Senegal didampingi oleh beberapa Masyayikh disambut hangat oleh beliau di pintu rumahnya dan diterima di lantai dasar ruang perpustakaan pribadi.

Nampak di dalam ruangan ini rak-rak yang berisi buku-buku beliau, hamparan karpet, meja, kursi sofa, dan perangkat lain yang menjadikan ruang ini nyaman bagi siapapun yang mendatanginya.


Syaikh Dr. Faishal Jamil Hasan Ghazzawi adalah salah satu Imam Masjid al-Haram dan Dekan Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Ummul Qura Mekkah al-Mukkarramah.

Latar belakang pendidikan beliau mulai dari Strata-1, Strata-2, dan Strata-3 bidang Ilmu Qira’at di Universitas Ummul Qura. Beliau menulis tesis master berjudul ‘Bagian dari Kitab al-Taudhih Penjelasan Kitab al-Jami’ al-Shahih Ibn Mulaqqin’ (Juz’ Min Kitab al-Taudhih Li Sharh al-Jami’ al-Shahih Li Ibn Mulaqqin) dan disertasi berjudul ‘Metode Ibn Atiyyah di Dalam Mempresentasikan Qira’at dan Pengaruhnya pada Penafsirannya’ (Manhaj Ibn Atiyyah Fi Ard al-Qiraat Wa Athar Dhalika Fi Tafsirih).

Acara pertemuan dibuka kata sambutan dari Syaikh Dr. Hasan al-Bukhari yang menjelaskan maksud dan tujuan pertemuan dengan Imam Masjid al-Haram. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan ahl al-Bait Syaikh Dr.

Faisal Ghazzawi yang memberikan ucapakan selamat datang (kalimah at-Tarhib) kepada semua peserta daurah dan memberikan beberapa pesan-pesan bagi mereka. Beliau mengutip Surat al-Ashr dan menjelaskan isinya yang berkaitan dengan keikhlasan dan kesungguhan dalam menjalankan ibadah.

Semua orang akan rugi dalam kehidupan mereka kecuali bagi mereka yang memiliki sifat-sifat berikut; beriman kepada Allah swt., melakukan perbuatan amal soleh, yang saling menasehati dalam kebenaran dan kesabaran. Pekerjaan itu semua akan mendapatkan ridha Allah swt.

jika ada keikhlasan di dalam dirinya. Keikhlasan merupakan asas Seorang Muslim dalam beramal yang akan membawa kepada jalan yang lurus. Hal ini harus didasarkan para apa yang dilakukan oleh Rasulullah saw. yang ada pada sunnah-sunnahnya.

Pertemuan ini ditutup dengan bacaan al-Qur’an oleh Syaikh Dr. Faishal Ghazzawi surat ali Imran 102-105 yang berisi nasehat bagi kaum Muslimin untuk bersatu dan menguatkan tali persaudaraan.

Acara diakhiri dengan pembagian kenang-kenangan berupa buku (al-Muhakat Fi Qira’ah al-Qur’an al-Karim: Mafhumuha wa Hukmuh) karya beliau kepada semua peserta. Demikian pula, perwakilan Ketua peserta daurah dari delegasi Indonesia juga memberikan souvenir berupa plakat dan jam dinding kepada Syaikh Dr. Faishal Ghazzawi sebagai hadiah dan penghargaan atas pertemuan tersebut.

(Bagian dari laporan kegiatan Daurah Shaifiyyah Ummul Qura II, Much Hasan Darojat).

PEMBUKAAN DAURAH UMMUL QURA DI MEKKAH AL-MUKARRAMAH (LAPORAN KEGIATAN DAURAH UMMUL QURA 2019 BAGIAN I)

Tahun ini, Lembaga Pengajaran Bahasa Arab Bagi Orang Asing Universitas Ummul Qura Mekkah al-Mukarramah kembali mengadakan pelatihan dan pengenalan budaya bagi para guru dan dosen bahasa Arab (Daurah al-Tadribiyyah al-Shaiffiyyah Li Muallim al-Lughah al-Arabiyyah Li Ghairi al-Natiqin Biha).

Ada 19 peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan ini. Mereka adalah utusan berbagai lembaga pendidikan Islam di Indonesia yang mendapatkan kesempatan untuk berpartisipasi mengikuti program ini selama 40 hari mulai 13 Juni – 22 Juli 2019/ 10 Syawwal – 19 dzulqo’dah 1440 di kampus Universitas Ummul Qura Aziziyyah Mekkah.

Kegiatan ini telah berjalan selama 11 tahun bagi Indonesia dan 9 tahun bagi Senegal. Pemerintah Saudi Arabia melalui Universitas Ummul Qura menyiapkan semua keperluan dan programnya, s

ementara pihak Pondok Pesantren Darunnajah bersama Dr. Faisal Hendra dan Dr. Nuzhizbullah bertanggungjawab untuk menseleksi para peserta dan menfasilitasi dalam persiapan keberangkatan serta proses kepengurusan visa mereka.


Daurah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan para guru dan dosen bahasa Arab dari berbagai lembaga pendidikan Islam dan dapat menerapkan metode pengajaran bahasa Arab di Indonesia setelah selesai mengikuti pelatihan ini.

Selain itu, para peserta juga diberikan wawasan budaya masyarakat Arab, sehingga membantu pemahaman mereka dalam proses pengajaran bahasa Arab.

Peserta Daurah ini terdiri 19 orang yaitu: Khairuman Jamahir (Madrasah Bina Insani Bali), Amaluddin La Mani (Ma’had al-Munawwarah Buton), Salis Masruhin Supeni (Darussalam Gontor Jambi), Muhammad al-Ghazali Jamhari (Ma’had Ali Ulum al-Qur’an), Afrizan Nurdin Bakar (Ma’had al-Nur Riau), Irham Hasymi (Ma’had al-Husna Bengkulu), Agus Supriatna (Universitas Haluoleo Kendari Sulawesi Tenggara), Muhammad Qadri (Universitas Sultan Taha Saifuddin Jambi), Hamzah (Universitas Dar al-Dakwah Wal Irsyad Sulawesi Barat), Zainal Arif Abdul Jalil (Universitas Muhammadiyyah Tangerang Banten), Dwi Sulistyo (Dewan Dakwah Kalimantan Tengah), Hamzah Samir (Ma’had al-Wahdah al-Islamiyyah Makassar), Andi Kaimuddin (Sekolah Tinggi al-Ansar Nusa Tenggara Timur), Harsing Muhdaring Marola (Pesantren Hidayatullah Surabaya Jawa Timur), Azkia Muharram (UIN Jakarta), Roojil Fadilah (UMY Yogyakarta), Jaja Jamaluddin (Ma’had Tahfidz Ummul Qur’an Palu Sulawesi Tengah), Basrin Abdul Qadir (Yayasan Hidayatullah Riau), Much Hasan Darojat (Pondok Pesantren Darunnajah Jakarta).

Daurah ini dibuka langsung oleh Syaikh Prof. Dr. Hasan al-Bukhari, Dekan Fakultas Bahasa Arab Universitas Ummul Qura yang dihadiri oleh seluruh peserta dari Indonesia dan Senegal berjumlah 39 orang.

Ikut hadir dalam acara ini para dosen dan staf administrasi Lembaga Pengajaran Bahasa Arab Dr. Abdurrahman al-Qarni, Dr. Abdul Mun’im Asrar, Dr. Muhammad al-Syahri, Dr. Arif al-Ushoimi, Dr. Maemun al-Silmi, Dr. Sulaiman al-Usairi, Prof. Dr. Al-Mab’uth, dan Dr. Ayman al-Mansuri.

Demikian sementara catatan kegiatan daurah di Ummul Qura Mekkah al-Mukarramah. (Much Hasan Darojat)

In House Training Darunnajah 3

In House Training Darunnajah 3

In House Training (IHT) dilaksanakan pagi ini di Aula mini Pesantren Putri Al-Manshur Darunnajah 3 pada pukul 07.30. Diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan pembukaan oleh pengasuh Pesantren.

Setelah pembukaan ditutup oleh do’a, setelah do’a tibalah pada agenda utama yaitu “Peningkatan Kualitas Guru-Guru MI-TMI” yaitu diisi dengan berbagai rangkaian materi.

Peningkatan Guru MI dan TMI

Adapun materi pagi ini adalah materi mengenai kepesantrenan, tata cara mengajar guru yang sesuai dengan perkembangan zaman yang ada.

Acara In House Training kali ini diikiti oleh seluruh guru Pesantren Putri Darunnajah 3 dan guru Darunnajah 4 Tsurayya

Serentak! Santri Darunnajah 2 Cipining Adakan Perpindahan Kamar di Asrama

Setiap santri berlari dengan raut wajah penuh penasaran, antara bingung, kaget, sedih atau senang.

Mereka  berebut saling dorong-mendorong didepan papan pengumuman yang berada di belakang Kantor Pengasuhan Santri.

Mading tersebut berisikan informasi perpindahan kamar seluruh santri. Tentu saja info tersebut menjadi info utama yang mereka nanti-nanti, bahkan sejak sebelum liburan.

Pengarahan Kepada Santri

Setelah ada pengarahan dan intruksi dari Kepala Asrama dan TIM nya, mereka sudah diperkenankan untuk melihat hasil musyawarah perpindahan kamar.

Pengarahan tersebut dilakukan pada malam harinya.

Setelah sholat subuh berjamaah (23/06/2019), seluruh santri berkumpul ditengah lapangan, untuk pembagian tugas kebersihan sebelum perpindahan kamar dilaksanakan.

Setiap santri bersiap-siap merapihkan semua barang yang akan dipindahkan kekamar baru mereka.

Semua barang milik para santri sudah tertumpah ruah didepan kamar mereka masing-masing.

Mobil pesantren pengangkut barang juga ikut terjun membantu pengangkutan lemari para santri.

Tatapi ada saja yang mereka angkut sendiri bergantian dengan teman-temannya.

Untuk barang-barang yang ringan bisa mereka bawa sendiri sambil berjalan ramai dengan santri yang lain.

Perpindahan Kamar

“Cape ustadzah….tapi seru banget, ana dari kamar 159 pindah ke kamar bangunan baru. Ustadzah tau? Disana keren banget… kalau kita keluar kamar, gunung Binangkit langsung kelihatan… Indah… Sekali.” Ungkapan Shofwa santri kelas 5 TMI yang sedang sibuk membawa barang

“Ustadzah ayo kita foto, biar capenya ilang, hehehe”  Teriak santri lain yang sedang asyik berjalan.

Banyak sekali wajah-wajah riang dengan senyuman yang memukau penuh keikhlasan.

Suasana seperti inilah yang sengaja diciptakan untuk pembentukan mental dan karakter. Sesuai dengan Panca Jiwa Pesantren yang ketiga, yaitu Jiwa Kemandirian.

Perpindahan Kamar Santri

Jiwa kesanggupan menolong diri-sendiri yaitu jiwa yang menimbulkan pada seseorang sikap hidup tanpa mengandalkan ketergantungan kepada orang lain.

Setiap santri didik untuk mengurus segala kepentingannya sendiri. Pakaian yang kotor dicuci sendiri, kamar yang kotor disapu sendiri, pengeluaran uang dianggarkan sendiri.

Didikan ini merupakan senjata hidup yang ampuh dan amat sesuai dengan etos kerja Islami.

Bukan hanya itu, tetapi juga Jiwa Ukhuwah Islammiyah. Kehidupan di pesantren dijalin oleh ikatan persaudaraan yang akrab, sehingga kesenangan dirasakan bersama, semua kesulitan ditanggung bersama.

Jiwa ukhuwah Islamiyah ini bukan saja mendasari kehidupan santri selama di pesantren, tetapi juga mempengaruhi kehidupan mereka setelah terjun di masyarakat luas.

Ukhuwah ini sangat penting untuk mewujudkan persatuan umat. Persatuan umat hanya akan menjadi slogan kosong manakal ukhuwah Islamiyah ini tidak tertanam pada diri setiap muslim. (WARDAN/Mbafer)