Tampilkan postingan dengan label February 18. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label February 18. Tampilkan semua postingan

Senin, 18 Februari 2019

Kesalahan Ketika Hari Jum’at: Berbicara Ketika Khutbah

Berbicara ketika khatib sedang berkhutbah

Mendengarkan khutbah Jumat dan diam ketika khatib sedang menyampaikan khutbah termasuk perkara yang tidak boleh dianggap sepele, karena hukumnya wajib. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarang berbicara atau tidak menyimak khutbah dalam banyak hadits. Di antaranya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الجُمُعَةِ: أَنْصِتْ، وَالإِمَامُ يَخْطُبُ، فَقَدْ لَغَوْتَ

“Jika Engkau berkata kepada temanmu, ‘Diamlah’; padahal khatib sedang berkhutbah, maka Engkau telah berbuat sia-sia.” (HR. Bukhari no. 934 dan Muslim no. 851)

Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullahu Ta’ala menjelaskan,

“Perkataan Nabi, (فَقَدْ لَغَوْتَ)maksudnya adalah: tercegah dari mendapatkan pahala shalat Jumat. Hal ini dikuatkan dengan penjelasan dari riwayat lainnya,

وَمَنْ لَغَا فَلا جُمُعَةَ لَهُ

“Barangsiapa yang berbuat sia-sia, maka tidak ada (pahala) shalat Jumat untuknya.” (HR. Ahmad 1: 230)” (Syarh ‘Umdatul Ahkaam, 2: 353)

Hadits ini menunjukkan bahwa ancaman dalam syariat itu ada dua macam, bisa berupa (1) hilang atau tercegah mendapatkan pahala, atau (2) datangnya hukuman yang menyakitkan. Jika terdapat ancaman, baik dalam bentuk pertama atau ke dua, hal ini sama saja untuk menunjukkan haramnya perbuatan yang diancam.

Mengingatkan teman dengan mengatakan “Diamlah” hanyalah memalingkan sebentar dari konsentrasi mendengarkan khutbah. Namun, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menilai perbuatan tersebut sebagai perbuatan sia-sia. “Laghwu” (sia-sia) ini menyebabkan shalat Jumat tersebut tidak ada nilainya. Padahal maksud dari perkataan tersebut adalah untuk mengingatkan dan menasihati. Lalu bagaimana lagi dengan orang yang diingitkan, yang sejak tadi berbicara ketika khutbah? Dan bagaimana lagi dengan perkataan sia-sia yang lebih parah dari itu?

Ibnu Hajar rahimahullahu Ta’ala berkata,

إذا جعل قوله أنصت مع كونه أمرا بمعروف لغوا فغيره من الكلام أولى أن يسمى لغوا

“Jika perkataan ‘Diamlah’ itu dinilai perkataan yang sia-sia, padahal perkataan tersebut termasuk dalam amar ma’ruf nahi munkar, maka perkataan lainnya lebih layak lagi untuk disebut perbuatan sia-sia.” (Fathul Baari, 2: 415)

Melaksanakan jual beli setelah panggilan adzan Jumat yang ke dua (sebagaimana adzan zaman ‘Utsman, yaitu adzan setelah khatib naik di atas mimbar)

Tidak boleh melaksanakan jual beli setelah panggilan adzan Jumat. Jika jual beli tetap dilakukan, maka jual beli tersebut tidak sah (menurut pendapat yang paling kuat) karena jual belinya itu sendiri yang dilarang. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا نُودِيَ لِلصَّلَاةِ مِنْ يَوْمِ الْجُمُعَةِ فَاسْعَوْا إِلَى ذِكْرِ اللَّهِ وَذَرُوا الْبَيْعَ ذَلِكُمْ خَيْرٌ لَكُمْ إِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُونَ

“Hai orang-orang beriman, apabila diseru untuk menunaikan shalat Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.” (QS. Al-Jumu’ah [62]: 9)

Dalam ayat tersebut, Allah Ta’ala melarang aktivitas jual beli setelah panggilan adzan untuk shalat Jumat, yaitu panggilan adzan yang ke dua. Konsekuensi dari adanya larangan tersebut adalah jual beli tersebut menjadi tidak sah jika tetap dilaksanakan.

Inilah beberapa kesalahan umum di hari Jumat, semoga dapat diambil manfaat oleh kaum muslimin. Semoga Allah Ta’ala senantiasa memberikan hidayah taufik kepada kita agar dapat berpegang dengan sunah.

(Santri Tv/Rafi)

Dapatkan Beribu Kenikmatan Dengan Shalat Dhuha.

Islam merupakan agama yang membawa rahmat bagi yang mempelajarinya, karna di setiap perbuatan yang dilakukan iyalah menuju kepada perbuatan yang baik.

Didalam islam terdapat berbagaimacam kewajiban seperti yang sudah tertera dalam rukun islam, salah satunya ialah kewajiban mendirikan sholat.

Seperti yang kita ketahui sholat merupakan kewajiban yang wajib kita laksanakan, tetapi disamping itu ada pula sholat-sholat yang hukum nya sunah untuk di jalankan seperti sholat dhuha dan masih banyak lagi.

Ini merupakan cara bagi manusia untuk meningkatkan akhlak dan meningkatkan amal dalam beribadah.

Shalat dhuha adalah sholat yang di kerjakan pada waktu dhuha atau antara waktu setelah matahari terbit atau pukul 8 sampai sebelum tengah hari yaitu pukul 11 siang.

Sebagai manusia pastilah kita senang jika mengerjakan amal ibadah termasuk seperti shalat duha, shalat dhuha sendiri memiliki banyak keutamaan bagi orang yang mengerjakannya, diantaranya ialah :

  • Pahala shalat duha seperti orang yang bersedekah.

Orang yang mengerjakan shalat dhuha maka nilai amalan nya setara dengan orang yang bersedekah.

Sedekah yang di maksut ialah sedekah yang di lakukan oleh tubuh kita atau persendian kita terlebih jika kita ikhlas melalukannya.

Maka dari itu orang yang melakukan shalat dhuha akan disamakan ganjaran pahala sesuai dengan persendian yang digerakan untuk melakukan kebaikan.

  • Akan dicukupkan kebutuhannya

Shalat dhuha dilakukan biasanya sebelum melakukan  segala kegiatan.

Karna shalat dhuha di awal hari ini menjanjikan tercukupinya rezeki atau kebutuhan seseorang tersebut di akhir hari.

Shalat duha merupakan salah satu jalan hamba kepada sangrobnya untuk memohon riski kepada nya.

Karana di disetiapa do’a yang di baca setelah sholat dhuha disitulah tersirat bahwasan nya akan di mudahkan dalam mendapatkan rizkinya.

Allah juga berjanji pada setiap umat islam yang rajin akannmencukupi apa yang menjadi kebutuhannya, selerti yang tertulis di bawah :

“Sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla berfirman: “Wahai anak Adam, cukuplaah bagi-Ku empat rekaat di awal hari, maka Aku akan mencukupimu disore harimu

  • Mendapat ganjaran rumah di surga

Orang yang selalu melakukan sholat dhuha dengan 12 rakaat maka ia akan di janjikan ganjaran oleh allah berupa sebuah rumah indah yang dibuat dari emas kelak di akhirat.

Seperti perkataan sahabat Rasullullah yang mendengan saat Rasullullah saw bersabda :

“Siapa saja yang shalat Dhuha 12 rekaat, Allah akan membuat untuknya sebuah istana yang terbuat dari emas di surga”” (HR. Ibnu Majah)

  • Mendapat pahala setara haji dan umrah

Orang yang menjalankan shalat dhuha ia akan mendapatkan ganjaran pahala yang setara dengan haji dan umrah seperti sabda Rasulullah yang berbunyi :

“Barangsiapa yang mengerjakan shalat fajar (shubuh) berjamaah, kemudian ia (setelah usai) duduk mengingat Allah hingga terbit matahari, lalu ia shalat dua rakaat (Dhuha), ia mendapatkan pahala seperti pahala haji dan umrah; sempurna, sempurna, sempurna”

  • Dapat menggugurakan dosa

Meskibun manusia itu memiliki beribu-ribu dosa sampai dosanya setara dengan buih di lautan.

jika dia selalu dan rutin melakukan shalat dhuha maka itu dapat menggugurkan dosa-dosa mereka.

Karna Rasullullah pernah bersabda, yaitu dari Abu Hurairah ra, Rasullullah saw bersabda ;

“Barangsiapa yang menjaga shalat Dhuha, maka dosa-dosanya diampuni walaupun dosanya itu sebanyak buih dilautan” (HR. Tirmidzi)

Sendal Hilang di Masjid?

Biasanya, masalah utama bagi para santri adalah kehilangan sendal di masjid. Maupun waktu solat ataupun Jum’atan. Akan tetapi, santri memiliki cara yang inovatif untuk menjaga sendal mereka. Berikut adalah cara-cara menjaga sendal ala santri:

  1. Menamakan SendalSendal diatas bertuliskan kiri dan kana. Dengan begini, sendal yang diambil akan ketahuan siapa pemilik aslinya.
  2. Beda sebelahDengan begini, tidak ada yang ingin mengambilnya karena keanehan sendal tersebut.
  3. Cuma sebelahPencuri tidak akan mengambilnya karena hanya kita yang tahu tempat sebelahnya lagi.
  4. Sendal UnikBiasanya, sendal yang jarang dipakai tidak akan diambil karena terlalu mencolok.
  5. Dibalik sendalnyaSendal yang bisa menyatu dengan warna aspal, sehigga tak terlihat oleh mata.

Demikianlah cara-cara santri untuk menjaga sendal mereka. bagi yang sering kehilangan sendal, cobalah dirumah!

Written by: Mumtaz Cikal, Grade 10

Hari Ke-5, Silaturahmi Ke Pesantren Sunan Pandanaran Kali Urang

(WARDAN/Mbafer)

Hari Ke-4, Kegiatan Gontor Putri Kampus 2 dan UNIDA Gontor

(WARDAN/Mbafer)