Tampilkan postingan dengan label April 06. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label April 06. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 April 2018

Kyai Ku Tak Pernah Lelah Memberikan Nasehat, Demi Tercapainya Generasi IMAMA

Menciptakan generasi IMAMA (Imam, Muttaqy, Alim, Mubbaligh, Amil) inilah motto Pesantren Darunnajah.

Perkumpulan rutin setiap Jum’at subuh (07 April 2018) kembali dan terus dilakukan oleh Pimpinan Pesantren, KH. Jamhari Adbul Jalal, Lc bersama seluruh santri Pesantren Darunnajah 2 Cipining di Masjid Jami’ Kampus 1.

Tidak hanya mengajarkan pendidikan secara lisan tapi juga praktek keseharian. Keistiqomahan Pak Kyai dalam dalam melakukan segala sesuatu tidak akan ada yang bisa menandinginya. Banyak sekali nilai-nilai kepesantrenan yang beliau sampaikan secara berulang-ulang, tujuannya agar para santri dapat mentanamkan nalai-nilai tersebut dalam jiwa mereka.

Berikut catatan nasehat Pimpinan Pesantren

Dalam menghadapi bulan Ramadhan, kita harus mempersiapkan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya. Rasulullah S.A.W pernah berkata kepada para sahabatnya untuk mempersiapkan diri akan datangnya bulan Ramadhan.

Jangan sampai gagal mempersiapkan. Karena nanti kita akan gagal juga dan tertinggal oleh kawan-kawan yang semangat dalam beribadah di bulan Ramadhan. Orang yang sudah mempersiapkan dan tidak mempersiapkan diri akan mendapatkan hasil yang berbeda.

Yang menentukan baik atau tidaknya kita, tergantung pada diri kita sendiri. “Allah tidak akan mengubah suatu kaum, kecuali diri mereka sendiri’

Seperti halnya dengan ujian. Orang yang mempersipkan diri dengan orang yang tidak mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian, maka hasilnya akan beda. Kita ini harus lebih baik. “Hari ini harus lebih baik dari pada hari kemaren, esok harus lebih baik dari pada hari ini”. Dan dalam mempersipakan segala sesuatu, jangan sampai kita lupa untuk berdo’a dan berusaha.

Pada dasarnya kita semua memang sudah ditetapkan takdirnya. Tetapi, bukan berati kita tidak ada usaha dalam merubah diri. Berdo’a dan berusahalah, Ingsyaallah Allah akan mengabulkan keinginan kita.

Semakin kuat usaha batiniyah kita, maka semakin mudah dan ringan usaha lahiriyah kita. Semakin kuat usaha lahiriyah kita, maka semakin susah dan berat usaha batiniyah kita.

Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk melaksanakan puasa-puasa sunnah. Diantaranya Puasa Daud seperti puasanya Nabi Daud A.S dan puasa Sunnah Senin Kamis, puasa yang dikerjakan oleh Rasulullah.

Rasulullah menyukai puasa senin kamis ini, karena ketika hari Kamis catatan amal dilaporkan oleh malaikat dan beliau dalam keadaan berpuasa.

Rasulullah tidak menganjurkan berpuasa pada hari Jum’at, karena hari Jum’at adalah hari raya umat Islam. Rasulullah pernah melaksanakan puasa pasa hari Sabtu dan Minggu, untuk pembeda dengan kaum Yahudi. Karena hari Sabtu dan Minggu adalah hari raya Kaum Yahudi.

Puasa yaitu sebagai perisainya umat Islam, dan orang yang terus mendawamkan (melakukan dan istiqomah) puasa-puasa sunnah, kelak Allah akan bengunkan istana di Surga.

Dan apabila kita berpuasa tubuh kita akan mendapatkan kelebihan-kelebihan, sehingga tubuh kita akan sehat ingsyaallah. Dan jangan lupa pula agar kita terus melaksanakan sholat-sholat sunnah serta perbanyaklah membaca Al-Qur’an.

Menegakan disiplin pesantren adalah hal yang sangat penting. Kebersihan pesantren adalah tanggungjawab kita bersama. Kita adalah umat Islam, yang harus peduli akan kebersihan. Tetapi kenapa kalimat “Kebersihan sebagian dari Iman” jarang kita tegakkan?

Padahal, jika kita membuang sampah pada tempatnya itu adalah shodaqoh. Meskipun ini adalah hal yang terlihat kecil, tetapi kita mencoba untuk terus mengumpulkan pahala dari hal-hal terkecil tersebut.

Demikianlah, semoga catatan nasehat Pimpinan Pesantren bisa bermanfaat untuk para santri Pesantren Darunnajah 2 Cipining dan para pembaca. (WARDAN/Mbafer)

Sunnah Nabi Muhammad S.A.W Setelah Sholat Jum.at

Hari jum’at adalah hari yang paling mulia diantara hari-hari lainya karena dihari tersebut terciptanya manusia pertama yakni Nabi Adam A.S seperti sabda Nabi Muhammad S.A.W  “Hari terbaik di mana matahari terbit di dalamnya ialah hari Jumat. Pada hari itu Adam Alaihissalam diciptakan, dimasukkan ke surga, dikeluarkan daripadanya dan kiamat tidak terjadi kecuali di hari Jumat.” [Riwayat Muslim]. Pada hri tersebut umat muslim dianjurkan melakukan perbuatan yang baik-baik dan banyak-banyak bersholwat karena apabila banyak bersholwat pada hari itu maka akan ditunjukan sholawat itu kepada Nabi S.A.W.

Dalam beberapa riwayat dikisahkan bahwa Nabi SAW melakukan aktivitas tertentu di hari Jumat. Al-Suyuthi dalam kitabnya, Amal Yaum wa Lailah, mengatakan, Nabi SAW membaca surat Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas (kulfaqnas) usai shalat Jumat sebanyak tujuh kali dan beliau juga memperbanyak shalawat pada hari Jumat dan malamnya. Ia juga mengerjakan shalat sunah setelah shalat Jumat di rumahnya, tidak di masjid.

Nabi mengajarkan kepada umatnya setelah selesai sholat jum’at agar membiasakan  membaca surah al-ikhlas, al-falaq, dan an-nas masing-masing 7X dan memperbanyak sholawat serta memnjatkan do’a dan juga melakukan sholat sunnah di rumah.

Hari Jumat juga dijadikan Rasulullah SAW sebagai momentum untuk silaturahmi kepada sanak saudara, seperti mengunjungi orang-orang yang sedang sakit ataupun ditimpa musibah, membantu proses penyelenggaraan jenazah, atau menghadiri akad nikah.

 

Sumber: Repulika.co.id,Dalamislam.com