Tampilkan postingan dengan label 2018 at 09:42PM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2018 at 09:42PM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 21 November 2018

Manfaat dan khasiat berwudhu

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Seorang peneliti di bidang penyakit dalam di London, Dr. Ahmad Syauqi Ibrahim, menyatakan bahwa mencelupkan anggota tubuh ke dalam air akan mengembalikan kekuatan tubuh, mengurangi kekejangan pada saraf dan otot, menormalkan detak jantung, serta menurunkan kecemasan dan insomnia (susah tidur).

Para pakar saraf (neurologists) juga telah membuktikan bahwa air wudhu yang mendinginkan ujung saraf jari-jari tangan dan kaki bisa meningkatkan konsentrasi, demikian pula dengan ujung saraf anggota tubuh lain yang dibasuh air saat wudhu.

Begitu air wudhu yang dingin membasuh anggota tubuh, secara otomatis pembuluh darah akan bekerja lebih cepat dan gesit mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Ketika darah mengalir ke seluruh tubuh, termasuk pada bagian kulit, kelenjar peluh akan langsung bekerja menyedot darah-darah kotor dan membuangnya keluar.

1. Pengaruh Wudhu Bagi Jantung

Tugas jantung yang paling berat adalah memompa darah agar mengalir ke kepala, telapak tangan, dan kaki. Mengapa? karena ketiga anggota tubuh itu letaknya paling jauh dari jantung. Saat anggota tubuh tersentuh air wudhu yang sejuk, jantung akan langsung memompa darah dengan kuat menuju tiga anggota badan yang berjauhan tersebut. Bersamaan dengan hal itu, secara otomatis pembuluh darah mengalirkan darah ke seluruh tubuh sebagai reaksi alami untuk menormalkan kembali suhu tubuh yang dingin karena guyuran air wudhu

Dengan rajin berwudhu, risika terkena serangan jantung relatif lebih bisa dihindari.

2. Pengaruh Wudhu Bagi Ginjal

Proses pengeluaran toksik atau racun dari dalam darah atau sering disebut dengan darah kotor dilakukan oleh ginjal dan dibuang bersama air seni. Namun bagi mereka yang gemar berwudhu, ada cara lain untuk membersihkan toksik atau racun tersebut. Ketika air wudhu menyentuh kulit, kelenjar keringat akan langsung menyedot toksik dalam darah dan membuangnya dari dalam tubuh melalui bulu-bulu halus yang tumbuh di kulit.

Darah-darah kotor di bagian tubuh yang dibasuh air wudhu itu tertarik keluar dan kemudian disapu bersih oleh air wudhu berikutnya (basuhan kedua dan ketiga).

Jadi, berwudhu juga bisa mengurangi sedikit beban kerja ginjal dan mempersempit kemungkinan resiko terkena penyakit ginjal. Selain itu, kulit di sekitar wajah dan bagian tubuh lainnya tampak halus dan berseri sehingga penuaan dini bisa dihindari.

3. Pengaruh Wudhu Bagi Sistem Saraf

Semua penyakit yang diderita oleh manusia lebih banyak disebabkan oleh kekacauan biolistrik yang kemudian menganggu aktivitas organ tubuh ini. Kekacauan biolistrik tersebut bisa diatasi melalui sistem saraf. Urat saraf, terutama urat-urat yang mengandung tenaga yang bersifat sensoric, tersusun secara rumit dan tidak terlihat. Di sinilah salah satu rahasia wudhu mulai terungkap.

Ujung saraf yang ukurannya hampir sebesar helai rambut itu berfungsi membuang kelebihan listrik negatif dari setiap organ tubuh kita. Namun karena seiring berjalannya waktu ujung saraf ini tertutupi oleh pengapuran maka endapan muatan listriknya semakin lama semakin tinggi.

Dari hasil pengamatan, telapak tangan luar yang mengarah ke ujung-ujung jari kita memiliki ujung saraf yang keras seperti kawat baja namun sangat halus. Coba perhatikan pangkal jari-jari kamu! Biasanya, ada tumpukan bulu disana. Disitulah ujung-ujung saraf itu berada. “Tombol” pembuangan panas tubuh yang mengendap sebenarnya terdapat di sela-sela saraf motorik yang terletak di antara kelingking dan jari manis, antara jari manis dan jari tengah, dan pangkal telunjuk. Jika “Tombol” ini aktif dan kita melipat jari-jari tangan kecuali telunjuk sebagaimana saat kita membaca tahiyat (duduk pada rakaat kedua dan terakhir), aliran listrik yang sangat tinggi panasnya (sinar infra merah) akan memancar dari titik api di ujung telunjuk kita. Namun demikian, kebanyakan “Tombol” ini tidak berfungsi dengan baik karena pengapuran dan mungkin selama ini rahasianya belum terkuak. Mengapa? karena kita tidak mau berpikir dan menganggap wudhu sebagai hal yang remeh! Padahal, wudhu sebenarnya sangat canggih walau keliatannya sederhana.

Dari hasil pengamatan, orang tua yang kurang memperhatikan wudhunya dan tidak menekuk engsel tangannya secara maksimal ketika sujud akan mengalami pengapuran di engsel tangan tersebut dan telapak tangan luarnya. Pengapuran itu bukan osteophorosis karena tulangnya tidak keropos, tapi osteoarthritis yang disebabkan oleh kerusakan pada tulang rawan di persendian sehingga terjadi penumpukan zat kapur. Pengapuran tersebut menurun ke anak-anaknya sehingga generasi berikutnya terus berkurang daya tahan tubuhnya.

Pengapuran semacam ini juga bisa menyebabkan ujung-ujung saraf terjepir di ruas-ruas tulang leher (radiculopati serfikal) sehingga membengkak dan dapat menyebabkan sakit asma, bronchitis, dan mudah terserang influenza. Sebenarnya, semua masalah tersebut sudah terpecahkan jika saja kita melakukan wudhu dan shalat sesuai tata cara yang benar. Wudhu yang baik dilakukan dengan menyiramkan air ke anggota tubuh yang harus dibasuh atau diusap dan memijat-mijat ujung-ujung saraf jemari tangan dan kaki. Untuk itu, ada baiknya kita menyediakan tempat duduk dan tumpuan kaki seperti terdapat di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.

Wudhu dengan air dingin dapat membantu mengefektifkan sistem kerja saraf. Rangsangan dari air dingin tersebut berdampak positif dari kinerja saraf pusat yang ada di otak. Oleh sebab itu, setelah berwudhu kita biasanya merasakan suasana segar yang tidak kita rasakan sebelum berwudhu. Barangkali karena hal inilah Rasulullah SAW menganjurkan kita untuk berwudhu saat sedang stres, panik, sedih, atau khawatir. Wudhu juga sangat dianjurkan sebelum seorang hakim memimpin sebuah proses peradilan.

Semoga bermanfaat.(dn13/ghofur)

Rabu, 07 November 2018

4 Manfaat Membaca Al-Ma’tsurat Setiap Pagi dan Sore

Al-Ma’tsurat adalah kumpulan do’a-do’a yang dibaca setiap pagi dan sore sesuai dengan tuntunan Nabi Muhammada SAW.. Do’a-do’a ini memiliki banyak keutamaan. Ada berbagai manfaat dan keutamaan jika mengamalkannya setiap pagi dan sore.

Lalu Apa sajakah Manfaat dan Keutamaan Membaca Al-Ma’tsurat ???

Berikut kami jelaskan apa saja manfaat dan keutamaannya

  1. Rumah terlindungi dari gangguan setan

Didalam Al-Ma’tsurat terdapat bacaan Ayat qursi, empat ayat pertama surat Al-Baqoroh, dua ayat setelah ayat qursi, dan ditutup dengan tiga ayat terakhir setelah al-baqoroh, dengan bacaan inilah inshaa Allah dapat berpengaruh terhadap rumah yang kita huni, yaitu jauh dari gangguan syaitan yang terkutuk.

  1. Dicukupi segala kebutuhannya di dunia

Rajin-rajin membaca Al-Ma’tsurat dengan ikhlas hanya mengharap ridha Allah, maka Allah cukupkan kehidupannya.

  1. Sebagai tanda syukur kepada Allah SWT

Ada berbagai cara mengungkapkan rasa syukur atas segala apa yang telah diberikan oleh Allah SWT, yang paling mudahnya denga mengucap hamdalah, dan membaca Al-Ma’Tsurat adalah salah satu cara mengungkapkan rasa syukur kepada Allah SWT.. atas apa yang telah diberikannya.

  1. Terhindar dari segala bahaya yang dapat mengancam

Sesungguhnya Allah lah yang maha berkehendak, kita hanyalah berusaha untuk memohon perlindungan hanya kepada Allah SWT.. atas apa yang terjadi itu semua sudah kehendak nya.

Dengan membaca Al-Ma’tsurat, itu adalah salah satu usaha kita untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT.. yang maha berkehendak.

Sangatlah beruntung orang yang selalu mengamalkan Al-Ma’tsurat setiap pagi dan sore, karena Al-Ma’tsurat yang memiliki banyak manfaat dan keutamaannya.

Santri Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4, selalu membaca Al-Ma’tsurat setiap pagi dan sore. Bahkan ini menjadi rutinitas santri setelah solat subuh dan setelah solat ashar. Pondok Pesantren Tsurayya Darunnajah 4 memperkenalkan Al-Ma’tsurat kepada santri-santri, yaitu agar santri hati dan pikirannya selalu mengingat kepada sang khalik sang pencipta, yaitu Allah AWT.. Karena Al-Ma’tsurat yang memiliki banyak manfaat dan keutamaan yang dapat sangat berpengaruh terhadap perkembangan tubuh santri agar selalu terlindungi dari gangguan-gangguan syaitan yang terkutuk.

Itulah sekilas tentang Al-Ma’tsurat, semoga setelah membaca ini, kita semua dapat mengamalkannya. (DN4/SipaNP)

Rabu, 31 Oktober 2018

Pilihan Dan Ketentuan Allah Memiliki Hikmah Untuk Kehidupan.

Jika menentukan bentuk fisik kita saja tidak bisa, apalagi menentukan takdir kita. Hanya Allahlah yang berhak menentukan kelahiran manusia, lingkungannya, keluarganya, serta pengalaman yang akan ia dapatkan dalam hidupnya. Allah pulalah yang mengilhami kita kebijakan dan kebaikan. Iman kita bahkan tidak bergantung pada karakter kita sendiri. Allah pulalah Yang Maha Esa yang memberikan kita keimanan. Dialah yang mengarahkan, mengajarkan, dan melatih, sebagaimana jawaban Musa a.s. atas pertanyaan Firaun :

“Musa berkata, „Tuhan kami ialah (Tuhan) yang telah memberikan kepada tiap-tiap sesuatu bentuk kejadiannya, kemudian memberinya petunjuk.‟” (Thaahaa: 50)

Karena itu, orang beriman adalah orang-orang yang dipilih oleh kemurahan Allah :

“Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya. Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka….” (al-Qashash: 68)

Orang-orang yang masuk neraka adalah mereka yang pantas menerimanya karena mereka menentang Allah Yang telah menciptakan diri mereka. Dengan kemurkaan Alah, mereka menerima apa yang pantas bagi mereka. Hal ini sebagaimana orang-orang yang mengharapkan surga, dengan disertai usaha-usaha untuk mensyukuri rahmat dan karunia- Nya, Allah swt. melimpahkan kemurahan dan rahmat-Nya.

Orang-orang beriman harus bersyukur telah dipilih Allah dan harus berterima kasih serta memuji Allah dengan segenap jiwa untuk semua yang telah Dia berikan kepada mereka dengan kemurahan-Nya. Mereka harus menghargai karena mereka terpilih di antara jutaan orang dan karena mereka adalah hamba-hamba yang dirahmati Allah, dipilih dan dijauhkan dari kaum yang menghadapi kehancuran. Semua tingkah laku orang beriman harus mencerminkan penghormatan terhadap hak istimewa ini. Allah menggambarkan orang-orang yang menghadapi keruntuhan :

“Demi masa. Sesungguhnya, manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya menaati kebenaran dan nasihat-menasihati supaya menetapi kesabaran.” (al-„Ashr: 1-3)

Adakah penghormatan yang lebih tinggi daripada diselamatkan dan dimuliakan oleh Tuhan seluruh alam ?