Tampilkan postingan dengan label 2018 at 09:01PM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2018 at 09:01PM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Oktober 2018

Jangan Pernah Berhenti Melawan Iblis,Karna Iblis Musuh Yang Nyata.

Ketika Allah menciptakan Adam dan memerintahkan malaikat sujud di hadapannya, mereka semua sujud kecuali iblis. Iblis kemudian dikutuk. Tanggapan iblis adalah meminta Allah menangguhkan hukuman sampai tiba hari dihidupkan kembali. Dengan demikian, ia memiliki kesempatan untuk membuat manusia berbuat dosa dan menyimpang dari batasan yang ada. Dengan penangguhan dari Allah, ia berjanji akan melakukan hal-hal yang dapat menggelincirkan umat manusia.

“Iblis menjawab, „Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).‟” (al-A‟raaf: 16-17)

“Dan aku benar-benar akan menyesatkan mereka, dan akan membangkitkan angan- angan kosong pada mereka dan akan menyuruh mereka (memotong telinga-telinga binatang ternak), lalu mereka benar-benar memotongnya, dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya.‟ Barangsiapa yang menjadikan setan menjadi pelindung selain Allah, maka sesungguhnya ia menderita kerugian yang nyata.” (an-Nisaa`: 119)

Siapa yang tidak berhati-hati terhadap tipu daya iblis dan tidak dapat melindungi dirinya dari bujuk rayu iblis, ia akan mudah dikalahkan oleh iblis. Karena itu, seorang mukmin harus mewaspadai keberadaan iblis, sebagaimana dijelaskan :

“Sesungguhnya, setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), karena sesungguhnya setan- setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Faathir: 6)

Orang-orang beriman harus selalu berhati-hati terhadap keberadaan iblis karena dialah yang menjadi sasaran utamanya.Setan tidak berkeinginan untuk membuat orang-orang kafir melampaui batas karena mereka sudah berpaling dan menjadi sekutunya. Dia berusaha keras membanting tulang untuk melemahkan orang-orang yang beriman sehingga menghalangi mereka untuk menyembah Allah. Itulah sebabnya mengapa orang- orang beriman diingatkan berulang-ulang untuk melawan setan :

“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena karunia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama- lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (an-Nuur: 21)

Sebagaimana yang Allah firmankan dalam Al-Qur`an, orang yang beriman dengan sebenar-benarnya itu tidak akan terpengaruh oleh bujuk rayu iblis. Akan tetapi, siapa yang lemah dan tidak berbuat kebaikan bisa dengan mudah terpengaruh oleh bisikannya. Janganlah lupa bahwa iblis akan terus-menerus berusaha keras menyebarkan kejahatannya. Orang-orang beriman harus selalu bersama-sama saling mengingatkan untuk selalu mengingat Allah swt. di mana pun dan kapan pun kita berada.

Minggu, 14 Oktober 2018

Renungan Penghidupan dan Kehidupan

Kehidupan duina dan akhirat

Kehidupan dunia sudah dijamin oleh Alloh SWT untuk setiap makhluk hidup termasuk manusia. Setiap makhluk hidup tahu dari mana dia harus dapat kehidupan dan bagaimana cara Alloh SWT berfirman:

“Dan tidak satu pun makhluk bergerak (bernyawa) di bumi melainkan semuanya dijamin Alloh rezekinya. Dia mengetahui tempat kediamannya dan tempat penyimpanannya. Semua (tertulis) dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuz).”
(QS. Hud 11: Ayat 6).

Imam Syafii ra berkata:
Rizkimu (dari Alloh) tdk akan berkurang krn keterlambatan (mu dlm berikhtiar).

Dan rizkimu tdk akan bertambah krn (kamu makin) susah payah dlm mencari rizki.

Rosululloh.SAW bersabda:
Rizki itu telah ditentukan pembagiannya. Rizki pasti akan mencari hamba yg pemilik rizki. Sebagaima ajal seorang hamba mencari hamba tersebut.

Untuk kehidupan  akhirat tdk ada jaminan keselamatan untuk siapapun. Bahkan Tidak seorangpun yg mampu menjadikan dirinya mati dalam keadaan Husnul Khotimah. Namun Alloh memberi jalan untuk itu. Yaitu dengan menjadikan diri kita setiap waktu nya dlm keadaan yg andai kata nyawa kita itu dicabut itu adalah posisi mati Husnul Khotimah sesuai dambaan kita semua.

Perlu diingat
Yg akan mati Husnul Khotimah hanyalah mereka yg mendapatkan rahmat Alloh.
Tentu yg dapat jaminan rahmat Alloh hanyalah orang yg niatnya baik dan dan ikhlas dlm berbuat baik.

Alloh SWT berfirman:
Sesungguhnya rahmat Alloh sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.”
(QS. Al-A’raf 7: 56)

Alloh SWT berfirman:
“Maka barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”
(QS. Az-Zalzalah 99: 7).

Alloh SWT berfirman:
“Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.”
(QS. Az-Zalzalah 99: 8)

Sabda Rasululloh.SAW:
“Orang yang sempurna/cerdas akalnya ialah yang mengoreksi dirinya dan bersedia beramal sebagai bekal setelah mati. Dan orang yang rendah akalnya/dungu adalah yang selalu mengikuti keinginan hawa nafsunya. Disamping itu, ia mengharapkan berbagai angan-angan kepada Alloh.”
(HR. Tirmidzi).

Seseorang berkata kepada Sayyiduna Sofyan Ats-Tsauri Ra
Wasiatkan-lah kepada-ku.
Maka beliau berkata
Bekerja-lah untuk dunia sesuai ukuran tinggal-mu di atas dunia.
Berbuatlah untuk akhiratmu sesuai ukuran lama-mu tinggal di akhirat.

Ya Alloh golongkanlah kami dlm kelompok orang2 cerdas dan berikanlah pd kami kemampuan untuk beramal dgn segala ragam amal soleh dgn niat yg baik dan ikhlas. Dan wafatkanlah kami sebagai orang2 yg berbuat baik hingga bisa memperoleh rahmat Mu dan masuk surga berkat syafaat Nabi kekasih Mu Saiyiduna Muhammad. SAW

Karena Alloh SWT berfirman:
“Ya Tuhan kami, Engkaulah yang mengumpulkan manusia pada hari yang tidak ada keraguan padanya. Sungguh, Alloh tidak akan menyalahi janji.”
(QS. Ali ‘Imran 3: 9)

Rezeki menafkahi orang tua

Orang tua tidak takut miskin memberi nafkah pada anaknya saat membesarkan mereka._
Tapi banyak anak sering takut kekurangan saat menanggung orang tuanya dimasa tuanya.

Lihat diri kita saat ini,
Sehebat apapun,
Suksespun setinggi langit,
tapi tanpa doa restu orang tua yang membesarkan kita
maka tidak akan ada ketenangan, keberkahan & kebahagiaan dalam hidup.

Uang bisa dicari,
ilmu bisa digali
jabatan bisa kita raih
tapi kesempatan untuk mengasihi orang tua takkan terulang kembali.

Satu ibu,
bisa merawat tujuh anaknya
tapi tujuh orang anak belum tentu bisa membahagiakan
satu orang ibu.

Satu ayah,
bisa menghidupi 7 anaknya
tapi tujuh orang anak belum tentu dapat menghidupi
satu orang ayah.

Sesekali tengoklah orang tuamu,
tatap wajahnya ketika ia terlelap tidur
lihat kerutan di wajahnya,
lihat rambutnya yang kini mulai memutih,
lihat badannya,
yang dulu tegap kini mulai membungkuk,
_semua telah berubah termakan waktu tapi tidak dengan kasih sayangnya…

Sudahkah kita membuatnya bahagia hari ini?
Sudahkah kita membuatnya bangga hari ini?
Sudahkah kita membuatnya tersenyum hari ini?

Tidak akan ada jasa yang mampu kita balas,
Tidak akan ada kebaikan yang mampu kita balas,
semua begitu banyak, begitu tulus.

_Hadiahkanlah Kebahagiaan untuk kedua orangtua kami atas segala pengorbanan dan kasih sayang yang telah mereka berikan.

Perlakukanlah orang tuamu dengan penuh hormat maka rezekimu akan semakin diberkati..

Semoga bermanfaat.(ghofur/13)

Jumat, 28 September 2018

Para Guru Semakin Antusias Belajar Bahasa Arab Dengan Delegasi Al Azhar Mesir

Sudah satu tahun Syekh Ahmad Ishaam Abdul Jayyid At Tamadiy bertugas di Pondok Pesantren Darunnajah 2 Cipining Bogor.

Beliau merupakan salah-satu dari 30 Delegasi Al Azhar Mesir di Indonesia. Jumlah ini merupakan yang terbesar dibandingkan dengan delegasi yang dikirim ke negara-negara lain. Bahkan juga merupakan delegasi dengan kualitas yang terbaik, menurut penuturan Syekh Ahmad, dikarenakan kecintaan dan perhatian besar Grand Syeikh Al Azhar Mesir, Prof. Dr. Ahmad Thayyib kepada anak-anak Indonesia.

Banyak kegiatan yang dilaksankan Syekh Ahmad Tamadiy selama bertugas, baik kegiatan intern di Darunnajah Cipining maupun ekstern.

Salah-satu program tersebut adalah Pengajaran Bahasa Arab kepada para guru yang tahun ini nampak semakin diminati dan diseriusi.

Program ini mengambil waktu Jum’at pagi ketika seluruh santri berkumpul di Masjid Jami’ mengaji dengan Pimpinan Pesantren, KH. Jamhari Abdul Jalal, Lc. Berlokasi di masjid kampus tiga, program ini langsung dimenej oleh Kepala Bagian Bahasa, ustadz Ridwan Alawiy.

Mereka yang terlibat aktif dalam forum itu terdiri dari para guru Bahasa Arab, guru Nahwu, guru Shorof, mahasiswa STAIDA Bogor dan calon mahasiswa ke luar negeri (Mesir, Madinah, Paskitan, Turkey dan sebagainya).

Pagi ini, Jum’at 28 September 2018 Syekh Ahmad Tamadiy menjelaskan urgensi pengulangan (tikrar/mudawamah) dalam pengajaran bahasa Arab kepada santri, pentingnya menciptakan lingkungan berbahasa di pesantren dan menjadikan Al Qur’an sebagai salah-satu unsur utama dan pertama dalam setiap pengajaran.

Suasana tampak semakin semarak dengan adanya sesi tanya jawab, antara lain ustadz Abdul Munir Sa’dun yang bertanya perbedaan antara qaul, kalam dan nuthq.

Diagendakan pertemuan pekan depan akan membahas lebih dalam terkait perbedaan makna dalam setiap kata (al furuuq fil ma’aaniy).

Peserta lainnya, ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom tampak sangat antusias dengan mencatat poin-poin yang dipaparkan Ahli Qiraat tersebut. Bahkan ustadz Muhlisin mengungkapkan kebahagiaanya terkait semakin antusiasnya guru-guru dalam program belajar bersama Syekh dengan menulis kalimat yang diunggahnya di media sosial:

بسم الله بدأنا
والحمد لربنا
والصلاة والسلام للنبي حبيبنا
وجزيل الشكر لشيخنا
الذي أحثّنا على المداومة في تعليم طلابنا
و أرشد بخلق البيئة اللغوية في معهدنا
كما شجع بجعل القرآن موجودا دائماطول  حياتنا