Tampilkan postingan dengan label October 16. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label October 16. Tampilkan semua postingan

Selasa, 16 Oktober 2018

Manfaatkan Masa Mudamu

Masa muda memang kurang lengkap rasanya kalau tidak jatuh cinta, tetapi ingat kamu masih muda, yang masih SMA ingat masih ada jenjang kuliah dan yang kuliah masih ada waktu untuk meneruskan karir. Masa muda memiliki waktu yang sangat panjang, sekarang tinggal bagaimana memanfaatkan waktu tersebut.

Bukan berarti hidup dan cintamu tidak bisa berjalan beriringan, jangan sampai kamu terlalu jatuh cinta dan rencana masa depan mu terganggu. Apalagi sampai berpacaran, walaupun ketika berpacaran ada yang memerhatikan setiap waktu, menayakan “Lagi apa?”, minta apa aja ada yang nurutin, dan kemana mana di anterin. Tetapi setuju atau tidak pacaran adalah sebuah hubungan tanpa komitmen yang hanya dijalani oleh orang yang belum siap untuk menikahdan ini termasuk perbuatan yang  mendekati zina Allah SWT telah berfirman:

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra ayat 32)

Ayat di atas menjelaskan jangan mendekati zina, berarti jahuilah pacaran karena pacaran perbuatabn yang mendekati zina.

Apa Yang Kamu Lakukan dimasa mudamu?

Kenapa masa muda di pertanyakan? Salah satu yang akan di minta pertanggung jawaban di hari kiamat  adalah tentang masa mudanya untuk apa dipergunakan. Karana Allah sudah menganugrahkan masa muda untuknya. Dalam hadist yang di riwayatkan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, Rasulullah SAW bersabda:

“Tidak akan bergeser kedua kaki anak Adam di hari kiamat dari sisi Rabb-Nya, hingga dia ditanya tentang lima perkara (yaitu): tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang masa mudanya untuk apa ia gunakan, tentang hartanya dari mana ia dapatkan, dan dalam hal apa (hartanya tersebut) ia belanjakan dan apa saja yang telah ia perbuat dari ilmu yang dimilikinya.” (HR. ath-Thirmidzi no. 2416, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabir jilid 10 hal 8 hadits no. 9772 dan hadits ini telah dihasankan oleh Syaikh al-Albani dalam Silsilah al-Ahadits ash-Ashahihah no. 946)

Dengan begitu dibawah ini adalah kegiatan-kegiata agar kita bisa mempertanggung jawabkan masa muda dan tidak terlalu jatuh cinta:

Temukan Apa yang Jadi Passion-mu

Passion adalah sebuah gairah untuk mencapai sesuatu, dan biasanyan di tandai dengan meningkatnya kinerjanya dalam mencapai tujuan. Selama kamu masih muda temukanlah passion mu, denmgan begitu kamu bisa menentukan karir dan jalan hidup yang tepat untukmu. Ingat pililah karir yang tepat dan tidak membuat mu keberatan dalam menjalaninya.

Bergaul dengan Orang Sholeh dan Sholehah

Dalam bergaul kamu harus memilih-milih bergaulah dengan orang Sholeh dan sholehah. Apabila kamu bergaul dengan mereka kamu akan selalu diingatkan tentang hal hal yang baik, terjauh dai hal hal yang negatif, pergaulan bebas, dan hubungan dengan lawan jenis yang tanpa batas.

Makhluk hidup lainya seperti hewan dan tumbuhan mereka akan hidup bersama jika makhluk lainnya memberikan manfaat seperti, ayam akan berteman dengan ayam, burung berteman dengan burung, anjing berteman dengan anjing, dsb. Tidak mungkin ada ayam berteman dengan anjing. Nah sekarang, kamu mau berteman dengan siapa ?

Membiasakan Diri untuk Beramal Sholeh

Amal shaleh adalah perbuatan baik, amal sholeh merupakan buah dari iman, dengan kata lain amal sholeh adalah cerminan iman.

Amal sholeh adalah perbuatan yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain, tidak akan merugi dalam hidupnya dunia atau akhirat, seperti yang di tegaskan dalam firman Allah SWT dalam Q.S. Al-‘Ashr 1-3 dinyatakan semua orang akan merugi. Kecuali, salahsatunya orang yang beriman dan beramal sholeh.

“Demi masa. Sesungguhnya manusia dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal saleh, serta saling berwasiat dalam kebaikan/kebenaran dan kesabaran.”

Masa muda adalah masa yang tepat untuk mulai membiasakan diri beramal sholeh.

Membiasakan Mengerjakan Sunnah-sunnah Rasul

Makna sunnah  dari sudut pandang ahli Fikh adalah berbuatan yang dikerjakan mendapat pahala apabila ditinggalkan tidak apa apa.

Makna sunnah dari sudut pandang Ahli Hadist adalah “Sesuatu yang berasal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam baik perkataan, perbuatan, penetapan, sifat lahiriyah maupun sifat batiniyah, ataupun sejarah beliau baik sebelum pengutusan atau sesudahnya”. (Taujihun Nazhar Ila Usuhulil Atsar/ Thohir bin Sholih Ad-Dimasyqy,  As-Sunnah wa Makanatuha Fit Tasyri’/ Musthofa As-Siba’i)

Jika kegiatan sunnah ini dikerjakan secara terus menerus atau stiqomah nikmat yang kita rasakan akan mengalir terus menerus kita dapatkan. Hal ini pasti akan menambah kenikmatan menjadi bagian dari umat Rasulullah. Kita tidak akan mendapatkan kenikmatan itu kalau kita tidak mengerjakan sunah sunah Rasulullah, dengan mengerjakan sunah sunahnya kenikmatan dari umat Rasulullah akan bertambah

Menjalin Hubungan Baik dengan Orang Tua

Apakah kalian menyadari semakin bertambah umur, semakin longgar hubungan dengan orang tua, mulai disibukkan dengan dengan kegiatan masing-masing.

Alangkah baiknya waktu-waktu luang yang kita miliki dari pada kita melakukan hal yang tidak bermanfaat apa lagi berpacaran, lebih baik kita pererat hubungan dengan orang tua kita seperti bercerita, curhat, atau bercanda.

Untuk orang perantauan munkin akan sedikit susah untuk berkomunikasi secara tatap muka, tapi melihat perkembangan tegnologi, menelfon tidaklah mengeluarkan biaya atau pun bisa bertatap muka lewat telfon pintar yang sudah di miliki banyak orang.

Selain mengunakan teknologi, ada cara yang pasti dimiliki oleh semua orang yaitu adalah doa. Doa adalah kekuatan sepiritual yang pasti di miliki oleh semua orang akan tetapi masih ada yang belum menyadari kekuatan tersebut.

Jangan pernah lupa bahwasanya keridhoan Allah terdapat pada keridhoan orang tua kita. jadi, jangan pernah lupa untuk selalu mendoaakan orang tua kita.

Memperdalam Ilmu Agama

Sebenarnya untuk memperdalam ilmu agama tidak ada batasan waktu yang di tentukan, tetapi waktu yang tepat ialah ketika kita masih muda.

Ketika watu muda sudah habis itu adalah waktu paling tepat untuk mengamalkan semua ilmu yang dimiliki untuk orang-orang di sekeliling kita terutama buah hati.

Melakukan Aktifitas Produktif

Aktifitas produktif mrupakan aktifitas yang banyak manfaatnya untuk banyak orang dan pasti mendapatkan hasil  nyata.

Memelihara Rasa Ingin Tau

Rasa ingin tau harus kita pelihara, dengan terpeliharanya rasa tersebut hal yang baru tidak akan pernah

Yuk! Memperbanyak Amalan

Shalat dhuha merupakan salah satu shalat sunah yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam. Banyak sekali penjelasan hadits yang menyebutkan berbagai keutamaan, manfaat atau keistimewaan shalat dhuha bagi siapa saja yang melaksanakannya.
Keutamaan dan keistimewaan sholat dhuha menurut beberapa hadits Rasulullah Muhammad Shallahu ‘alaihi wassalam antara lain:

1. Membangun Sebuah rumah di surga
Bagi yang rajin mengerjakan shalat Dhuha, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di dalam surga. Hal ini dijelaskan dalam sebuah hadits Nabi Muahammad Shallahu ‘alaihi wassalam:
“Barangsiapa yang shalat Dhuha sebanyak empat rakaat dan empat rakaat sebelumnya, maka ia akan dibangunkan sebuah rumah di surga.” (Shahih al-Jami’: 634)

2. Memperoleh ganjaran di sore hari
Dari Abu Darda’ ra, ia berkata bahwa Rasulullah Shallahu ‘alaihi wassalam berkata:
Allah ta’ala berkata: “Wahai anak Adam, shalatlah untuk-Ku empat rakaat dari awal hari, maka Aku akan mencukupi kebutuhanmu (ganjaran) pada sore harinya” (Shahih al-Jami: 4339).
Dalam riwayat lain juga disebutkan: Sesungguhnya Allah ‘Azza Wa Jalla berkata: “Wahai anak Adam, cukuplah bagi-Ku empat rakaat di awal hari, maka aku akan mencukupimu di sore harimu

3. Mendapatkan Ampunan Dosa
“Siapa pun yang melaksanakan shalat dhuha dengan langgeng, akan diampuni dosanya oleh Allah, sekalipun dosa itu sebanyak buih di lautan.” (HR Tirmidzi).
Itulah beberapa kutipan hadist mengenai Keutamaan dan Keistimewaan Shalat Dhuha. Semoga bisa membuat kita lebih giat lagi dalam menjalankan shalat dhuha, dan bagi yang belum melaksanakannya mungkin bisa sesegera mungkin untuk memulai menjalankannya… Aamiin…
Walaupun banyak sekali keutamaan dan manfaat sholat iookimdhuha, namun kita harus tetap menjaga niat kita. Alangkah baiknya jika kita melakukannya dengan ikhlas tanpa pamrih, hanya mengharap ridho dan kasih sayang Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Memahami Gangguan Stress Pada Anak.

5 Adab Kemasjid

Pemilihan Formatur Calon Kandidat Ketua OSADC & Koordinator Masa Bhakti 2018-2019

Cara Menggunakan Media Sosial dengan Bijak

Seiring berjalannya waktu, Media Sosial menjadi suatu kebutuhan yang harus dimiliki. Semua orang terkoneksi dalam saru wadah untuk bertukar Informasi dan berkomunikasi, tidak seperti zaman dulu yang sangat sulit untuk saling menayakan kabar. Menulis surat, beli prangko, kirim surat lewat kantor post, dan tunggu beberapa hari atau bahkan berminggu-minggu si penerima mendapatkan surat yang kita kirim tersebut. Sekarang ? media Sosial sudah memudahkan semuanya, jarak dan waktu tidak lagi menjadi masalah untuk bertukar kabar dan cerita.

Semua informasi bisa dengan mudah kita akses, kapanpun dan dimanapun, tidak hanya sekitar Indonesia, bahkan Informasi dari negara lainpun bisa dengan mudah kita dapatkan. Namun yang harus kita garis bawahi, konten yang tersedia tidak semua positif, bahkan yang negative pun bertebaran dimana-mana. Maka dari itu, kita harus memakai Media Sosial dengan sangat bijak.

“jadilah aristek saat menggunakan Media Sosial, jangan seperti pemulung saat menggunakan Sosial media.” Kalimat ini sangat pas untuk para pemuda Indonesia yang sangat ricuh beramai-ramai menggunakan Sosial Media. Menjadi arsitek di social Media itu seperti apa sih ? berati si pemakai merancang dan membangun agar menjadi hal-hal yang baik nan bermanfaat. Mari kita uraikan contoh pemakaian social Media yang baik.

  1. Hawariyyun, Hanan Attaki, dan Felix Siauw menggunakan Chanel Youtube mereka untuk berdakwah, dengan menyajikan vlog-vlog yang ringan dan kekinian tapi tetap berbobot.
  2. Dunia Jilbab, dan Indonesia Tanpa Pacaran menggunakan akun Instagram mereka untuk menyampaikan nilai-nilai Islam ditambah dengan gambar-gambar unik yang menarik.
  3. Darunnajah.com, Santri-Tv menggunakan seluruh Sosial Media, dan website untuk menyiarkan Pondok Pesantren.

Pertanyaan orang-orang di luar sana, mengapa Pesantren dsb harus dipromosikan atau diiklankan ? tentu saja harus, rokok yang merusak diiklankan dimana-mana.

Media Sosial menjadi alternative yang sangat pas untuk menyiarkan sesuatu, karena saat ini Generasi milineal sudah sangat bergantungan dengan social media. Maka, jangan menjadi pemulung yang mengambil segalanya walau itu sampah sekalipun, jadilah perancang dan pembangun konten yang baik di Social Media untuk dikonsumsi khalayak luas. Bukankah sebaik-baik manusia adalah yang bisa bermanfaat bagi orang lain ?

Debat Kandidat Melatih Mental Calon Ketua OSDC Dan Koordinator Pesantren Darunnajah 2 Cipining

Pesantren Darunnajah 2 Cipining selalu memberikan pedidikan kepada para santrinya, tidak hanya Pendidikan Akademis saja yang di ajarkan tetapi Pendidikan Non Akademis juga perlu di ajarkan.

Senin, 15 Oktober 2018 dimulainya rangkaian kegiatan Panitia Pergantian Pengurus (P3) baik santri berasrama maupun yang non asrama, dalam hal ini yang menjadi aktor penting dalam acara tersebut ialah santri kelas 5 TMI Darunnajah 2 Cipining, karena pada saat inilah mereka akan belajar berorganisasi dan menjadi panutan bagi adik kelasnya.

Hari Senin, 15 Oktober 2018 di adakanya debat kandidat bagi calon Ketua OSDC, OSADC, OSIDC Dan Koordinator gerakan Pramuka, tentunya untuk menjadi ketua tidaklah mudah, karena sebelum mereka terpilih menjadi calon ketua harus melewati tahapan-tahapan yang telah di tentukan.

Adapaun nama-nama calon kandidat Ketua OSDC dan Koordinator sebagai berikut:

Calon Ketua OSDC Asrama Kampus 2 Putra
1. Ahmad Kurniawan (Santri Kelas 5A SMK)
2. Zaky Ahmad Fauzi (Santri Kelas 5F TMI)

Calon Ketua OSDC Asrama Kampus 3 Putra
1. M Ariansyah (Santri Kelas 5B TMI)
2. Miftahul Ilmi (Santri Kelas 5A TMI)
3. Muhammad Shobirin (Santri Kelas 5A TMI)
4. Mufariz Alfiyanto (Santri Kelas 5B TMI)

Calon Ketua OSDC Asrama Tahfidzul Qur’an
1. Rian Nasrudin (Santri Kelas 5A TMI)
2. Muhammad Taufiqurrahman (Santri Kelas 5A TMI)

Calon Ketua OSADC Non Asrama
1. Redho Saputra (Santri Kelas 5A SMK)
2. M. Ibnu Rifki (Santri Kelas 5A SMK)
3. M. Aldiansyah (Santri Kelas 5A SMK)

Calon Ketua Koordinator Pramuka Asrama Kampus 2
1. Nendi Kumara (Santri Kelas 5A SMK)
2. Bayu Nur Widiantoro (Santri Kelas 5A SMK)

Calon Ketua Koordinator Pramuka Asrama Kampus 3
1. M. Kukuh Syahrial (Santri Kelas 5A TMI)
2. Bayu Pangestu (Santri Kelas 5A TMI)
3. Jalu Dara Angkasa (Santri Kelas 5B TMI)

Calon Ketua Koordinator Pramuka Asrama Tahfidzul Qur’an
1. Muhammad Fathurrahman Zain (Santri Kelas 5A TMI)
2. Raihan Fizri Alifta (Santri Kelas 5A TMI)

Acara Debat Kandidat yang dilaksanakan pada malam hari bertempat di Aula Kampus 3 yang dihadiri oleh Kepala Biro Pengasuhan Santri, Ustadz Muhlisin Ibnu Muhtarom, Pengawas Pesantren Ustadz Jeje Juraemi, Kepala Asrama Ustadz Zaenal Muttawien dan Ustadz Mukmin Hidayat, Asatidz Kampus 2 dan 3 dan seluruh santri putra Darunnajah 2 Cipining.

Acara di pandu oleh Pembawa Acara, diawali dengan menyanyikan lagu Hymne Oh Pondokku dan Mars Darunnajah, kemudian sambutan-sambutan, yang di wakili oleh Kepala Asrama dan Kepala Pengasuhan Santri, kemudian pemanggilan calon ketua OSDC dan Koordinator, sambil di iringi instrument dan Profil masing-masing calon ketua. kemudian di lanjut dengan sesi pertanyaan-pertanyaan.

Debat kandidat semakin seru dan menarik karena masing-masing calon memberikan argument terhadap calon yang lain, tentunya dengan menggunakan bahasa Arab dan Bahasa Inggris, penonton pun tidak ikut kelah mereka memberikan semangat dan juga yel-yelan kepada para calon ketua.

(Wardan/Bim-Bim)

Kursus Singkat Guru Darunnajah Ke Istanbul Turki

Mengenal Lebih Dekat, Apa Itu Sistem Ekonomi Kapitalis ? Bag.1

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh

Sistem Ekonomi Kapitalisme telah mengajarkan bahwa pertumbuhan Ekonomi hanya akan terwujud, jika semua pelaku Ekonomi terfokus pada akumulasi Kapital (modal).

Mereka lalu menciptakan sebuah mesin “penyedot uang” yang dikenal dengan lembaga Perbankan.

Oleh lembaga ini, sisa-sisa uang di sektor rumah tangga yang tidak digunakan untuk konsumsi akan “disedot”.

 

Lalu siapakah yang akan memanfaatkan uang di Bank tersebut?

Tentu mereka yang mampu memenuhi ketentuan pinjaman (kredit) dari Bank, yaitu:

Fix return dan Agunan.

Konsekuensinya, hanya pengusaha besar dan sehat sajalah yang akan mampu memenuhi ketentuan ini.

 

Siapakah mereka itu?

Mereka itu tidak lain adalah kaum Kapitalis, yang sudah mempunyai perusahaan yang besar, untuk menjadi lebih besar lagi.

Nah, apakah adanya lembaga Perbankan ini sudah cukup?

Bagi kaum Kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar.

 

Dengan cara apa?

Yaitu dengan Pasar Modal. Dengan pasar ini, para pengusaha cukup mencetak kertas-kertas Saham untuk dijual kepada masyarakat, dengan iming-iming akan diberi Deviden.

Dengan persyaratan untuk menjadi Emiten dan penilaian Investor yang sangat ketat, lagi-lagi hanya perusahaan besar dan sehat saja, yang akan dapat menjual sahamnya di pasar modal ini.

 

Siapa mereka itu?

Kaum Kapitalis juga, yang sudah mempunyai perusahaan besar, untuk menjadi lebih besar lagi.

Adanya tambahan Pasar Modal ini, apakah sudah cukup?

Bagi kaum Kapitalis tentu tidak ada kata cukup. Mereka ingin terus membesar.

Cara selanjutnya yaitu dengan “memakan perusahaan kecil”.

Menurut Teori Karl Marx, dalam pasar Persaingan Bebas, ada Hukum Akumulasi Kapital (The Law Of Capital Accumulations), yaitu perusahaan besar akan “memakan” perusahaan kecil.

Contohnya, jika di suatu wilayah banyak terdapat toko kelontong yang kecil, maka cukup dibangun sebuah mal yang besar. Dengan itu toko-toko itu akan tutup dengan sendirinya.

 

Dengan apa perusahaan besar melakukan ekspansinya?

Tentu dengan didukung oleh dua lembaga sebelumnya, yaitu Perbankan dan Pasar Modal.

Agar perusahaan Kapitalis dapat lebih besar lagi, mereka harus mampu memenangkan Persaingan Pasar.

Persaingan Pasar hanya dapat dimenangkan oleh mereka yang dapat menjual produk-produknya dengan harga yang paling murah.

Caranya adalah dengan mengusai sumber-sumber bahan baku seperti: pertambangan, bahan mineral, kehutanan, minyak bumi, gas, batubara, air, dsb.

Lantas, dengan cara apa perusahaan besar dapat menguasai bahan baku tersebut?

Lagi-lagi, tentu saja dengan dukungan permodalan dari dua lembaganya, yaitu Perbankan dan Pasar Modal.

Jika perusahaan Kapitalis ingin lebih besar lagi, maka cara berikutnya adalah dengan “mencaplok” perusahaan milik negara (BUMN).

Kita sudah memahami bahwa perusahaan negara umumnya menguasai sektor-sektor publik yang sangat strategis, seperti:

Sektor Telekomunikasi, Transportasi, Pelabuhan, Keuangan, Pendidikan, Kesehatan, Pertambangan, Kehutanan, Energi, dsb.

Semoga Bermanfaat.(DN13/Ghofur)

Pelepasan Peserta Study Tour Dan Hiking Gunung Pulo Sari Darunnajah 5

Kisah Khadijah binti Khuwailid, Sayyidah Quraisy Ath-Thahirah

Beliau adalah sayyidah wanita sedunia pada zamannya. Putri dari Khuwailid bin Asad bin Abdul Uzza bin Qushai bin Kilab al-Qursyiyah al-Asadiyah. Dijuluki ath-Thahirah yakni yang bersih atau suci. Sayyidah Quraisy dilahirkan di rumah yang mulia dan terhormat kira-kira 15 tahun sebelum tahun fiil (tahun gajah). Beliau tumbuh dalam lingkungan keluarga yang mulia dan pada gilirannya beliau menjadi seorang wanita yang cerdas dan agung. Beliau dikenal sebagai seorang yang teguh dan cerdik dan memiliki perangai yang luhur. Karena itulah banyak laki-laki dari kaumnya menaruh simpati kepadanya.

Kisah Siti KhadijahPada mulanya, beliau dinikahi oleh Abi Halah bin Zurarah at-Tamimi yang membuahkan dua anak yang bernama Halah dan Hindun. Tatkala Abu Halah wafat, beliau dinikahi oleh Atiq bin ‘A’id bin Abdullah al-Mahzumi hingga beberapa waktu lamanya namun akhirnya mereka cerai.

Banyak dari para pemuka-pemuka Quraisy yang menginginkan beliau akan tetapi beliau prioritaskan perhatiannya untuk mendidik putra-putrinya, juga sibuk mengurusi perniagaan yang mana beliau menjadi seorang wanita yang kaya raya. Suatu ketika beliau mencari orang yang dapat menjual dagangannya, maka tatkala beliau mendengar tentang Muhammad sebelum bi’tsah (diangkat menjadi Nabi), yang memiliki sifat jujur, amanah dan berakhlak mulia, maka beliau meminta kepada Muhammad untuk menjualkan dagangannya bersama seorang pembantunya bernama Maisarah, dan beliau memberikan barang dagangan kepada Muhammad melebihi dari apa yang dibawa oleh selainnya. Muhammad al-Amin pun menyetujuinya. Lalu berangkatlah beliau bersama Maisarah dan Allah menjadikan perdagangan tersebut menghasilkan laba yang banyak. Khadijah merasa gembira dengan hasil yang banyak tersebut, karena usaha dari Muhammad, akan tetapi ketakjubannya terhadap kepribadian Muhammad lebih besar dan mendalam daripada semua itu . Maka mulailah muncul perasaan-perasaan aneh yang berbaur dibenaknya, yang belum pernah beliau rasakan sebelumnya. Pemuda ini tidak sebagaimana kebanyakan laki-laki lain dan perasaan-perasaan yang lain.

Akan tetapi dia merasa pesimis mungkinkah pemuda tersebut mau menikahinya, mengingat umurnya sudah mencapai 40 tahun? Apa nanti kata orang karena ia telah menutup pintu bagi para pemuka Quraisy yang melamarnya?

Maka, di saat dia bingung dan gelisah karena masalah yang menggelayuti pikirannya, tiba-tiba muncullah seorang temannya yang bernama Nafisah binti Munabbih. Dia ikut duduk dan berdialog hingga kecerdikan Nafisah mampu menyibak rahasia yang disembunyikan oleh Khadijah tentang problem yang dihadapi dalam kehidupannya. Nafisah membesarkan hati Khadijah dan menenangkan perasaannya dengan mengatakan bahwa Khadijah adalah seorang wanita yang memiliki martabat, keturunan orang terhormat, memiliki harta dan berparas cantik. Terbukti dengan banyaknya para pemuka Quraisy yang melamarnya.

Selanjutnya, tatkala Nafisah keluar dari rumah Khadijah, dia langsung menemui Muhammad al-Amin hingga terjadilah dialog yang menunjukkan akan kelihaian dan kecerdikan dia:

Nafisah : Apakah yang menghalangimu untuk menikah wahai Muhammad?

Muhammad : Aku tidak memiliki apa-apa untuk menikah.

Nafisah : (Dengan tersenyum berkata) Jika aku piiihkan untukmu seorang wanita yang kaya, cantik dan berkecukupan, maka apakah kamu mau menerimanya?

Muhammad : Siapa dia ?

Nafisah : (Dengan cepat dia menjawab) Dia adalah Khadijah binti Khuwailid.

Muhammad : Jika dia setuju maka aku pun setuju.

Nafisah pergi menemui Khadijah untuk menyampaikan kabar gembira tersebut, sedangkan Muhammad al-Amin memberitahukan kepada paman-paman beliau tentang keinginannya untuk menikahi Sayyidah Khadijah. Kemudian pergilah Abu Thalib, Hamzah dan yang lain menemui paman Khadijah yang bernama Amru bin Asad untuk melamar Khadijah bagi putra saudaranya, dan selanjutnya menyerahkan mahar.

Setelah usai akad nikah disembelihlah beberapa ekor hewan kemudian dibagikan kepada orang-orang fakir. Khadijah membuka pintu bagi keluarga dan handai taulan dan ternyata di antara mereka terdapat Halimah Sa’diyah yang datang untuk menyaksikan pernikahan anak yang pernah disusuinya. Setelah itu dia kembali ke kampungnya dengan membawa 40 ekor kambing sebagai hadiah perkawinan yang mulia dari Khadijah, karena dahulu dia telah menyusui Muhammad yang sekarang menjadi suami tercinta.

Maka jadilah Sayyidah Quraisy sebagai istri dari Muhammad al-Amin dan contoh yang paling utama serta paling baik dalam hal mencintai suami dan mengutamakan kepentingan suami daripada kepentingannya sendiri. Manakala Muhammad mengharapkan Zaid bin Haritsah, maka dihadiahkanlah oleh Khadijah kepada Muhammad. Demikian juga tatkala Muhammad ingin mengambil salah seorang dari putra pamanya Abu Thalib, maka Khadijah menyediakan suatu ruangan bagi Ali bin Abi Thalib r.a., agar dia dapat mencontoh akhlak suaminya Muhammag SAW.

Allah memberikan karunia pada rumah tangga tersebut berupa kebahagiaan dan nikmat yang melimpah, dan mengaruniakan kepada keduanya putra-putri yang bernama al-Qasim, Abdullah, Zainab, Ruqayyah Ummi Kulsum dan Fathimah.[1]

Kemudian Allah SWT menjadikan Muhammad al-Amin ash-Shadiq menyukai khalwat (menyendiri), bahkan tiada suatu aktivitas yang lebih ia sukai daripada menyendiri. Beliau menggunakan waktunya untuk beribadah kepada Allah di gua Hira’ sebulan penuh pada setiap tahunnya. Beliau tinggal di dalamnya beberapa malam dengan bekal yang sedikit jauh dari perbuatan sia-sia yang dilakukan oleh orang-orang Makkah yakni menyembah berhala dan lain-lain.

Sayyidah ath-Thahirah tidak merasa tertekan dengan tindakan Muhammad yang terkadang harus berpisah jauh darinya, tidak pula beliau mengusir kegalauannya dengan banyak pertanyaan maupun mengobrol yang tidak berguna, bahkan beliau mencurahkan segala kemampuannya untuk membantu suaminya dengan cara menjaga dan menyelesaikan tugas yang harus dia kerjakan di rumah. Apabila beliau SAW pergi ke gua, kedua mata beliau senantiasa mengikuti suaminya terkasih dari jauh. Bahkan, beliau juga menyuruh orang-orang untuk menjaga beliau[2] tanpa mengganggu suaminya yang sedang menyendiri.

Rasulullah SAW tinggal di dalam gua tersebut hingga batas waktu yang Allah kehendaki, kemudian datanglah Jibril AS dengan membawa kemuliaan dari Allah sedangkan beliau di dalam gua Hira’ pada bulan Ramadhan[3]. Jibril datang dengan membawa wahyu. Selanjutnya beliau SAW keluar dari gua menuju rumah beliau dalam kegelapan fajar dalam keadaan takut, khawatir dan menggigil seraya berkata:

“Selimutilah aku. . .selimutilah aku. . . ”

Setelah Khadijah meminta keterangan perihal peristiwa yang menimpa Rasulullah SAW, beliau menjawab:

“Wahai Khadijah sesungguhnya aku khawatir terhadap diriku.”

Maka istri yang dicintainya dan cerdas itu menghiburnya dengan percaya diri dan penuh keyakinan berkata, “Allah akan menjaga kita wahai Abu Qasim, bergembiralah wahai putra pamanku dan teguhkanlah hatimu. Demi jiwaku yang ada di tangan-Nya, sungguh aku berharap agar Anda menjadi Nabi bagi umat ini. Demi Allah, Dia tidak akan menghinakanmu selamanya, sesungguhnya Anda telah menyambung silaturahmi, jujur dalam berkata, menyantuni anak yatim, memuliakan tamu dan menolong para pelaku kebenaran.”[4]

Maka, menjadi tentramlah hati Nabi berkat dukungan ini dan kembalilah ketenangan beliau karena pembenaran dari istrinya dan keimanannya terhadap apa yang beliau bawa.

Namun, hal itu belum cukup bagi seorang istri yang cerdas dan bijaksana, bahkan beliau dengan segera pergi menemui putra pamannya yang bernama Waraqah bin Naufal, kemudian beliau ceritakan perihal yang terjadi pada Muhammad SAW. Maka tiada ucapan yang keluar dari mulutnya selain perkataan, “Qudus. . . Qudus. .. Demi yang jiwa Waraqah ada di tangan-Nya, jika apa yang engkau ceritakan kepadaku itu benar, maka sungguh telah datang kepadanya Namus aI-Kubra sebagaimana yang telah datang kepada Musa dan Isa, dan Nuh AS secara langsung“.[5] Tatkala melihat kedatangan Nabi sekonyong-konyong Waraqah berkata, “Demi yang jiwaku ada di tangan-Nya, sesungguhnya engkau adalah Nabi bagi umat ini, pastilah mereka akan mendustakan dirimu, menyakiti dirimu, mengusir dirimu dan akan memerangi dirimu, seandainya aku masih menemui hari itu sungguh aku akan menolong dien Allah.” Kemudian ia mendekat kepada Nabi dan mencium ubun-ubunnya. Maka Nabi SAW bersabda, “Apakah mereka akan mengusirku?” Waraqah menjawab, “Betul, tiada seorang pun yang membawa sebagaimana yang engkau bawa melainkan pasti ada yang menentangnya. Kalau saja aku masih mendapatkan masa itu… kalau saja aku masih hidup…” Tidak beberapa lama kemudian Waraqah wafat.

Menjadi tenanglah jiwa Nabi SAW tatkala mendengar penuturan Waraqah, dan beliau mengetahui bahwa akan ada kendala-kendala di saat permulaan berdakwah, banyak rintangan dan beban. Beliau juga menyadari bahwa itu adalah sunnatullah bagi para Nabi dan orang-orang yang mendakwahkan dien Allah. Maka beliau menapaki jalan dakwah dengan ikhlas semata-mata karena Allah Rabbul Alamin, dan beliau mendapatkan banyak gangguan dan intimidasi.

Adapun Khadijah adalah seorang yang pertama kali beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan yang pertama kali masuk Islam.[6] Beliau adalah seorang istri yang mencintai suaminya dan juga beriman, berdiri mendampingi Nabi SAW suami yang dicintainya untuk menolong, menguatkan dan membantunya, serta menolong beliau dalam menghadapi kerasnya gangguan dan ancaman, sehingga dengan hal itulah Allah meringankan beban Nabi-Nya. Tidaklah beliau mendapatkan sesuatu yang tidak disukai, baik penolakan maupun pendustaan yang menyedihkan beliau SAW, kecuali Allah melapangkannya melalui istrinya bila beliau kembali ke rumahnya. Beliau (Khadijah) meneguhkan pendiriannya, menghiburnya, membenarkannya dan mengingatkan tidak berartinya celaan manusia pada beliau SAW. Dan ayat-ayat al-Qur’an juga mengikuti (meneguhkan Rasulullah). FlrmanNya:

“Hai orang-orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! Dan Rabb-mu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak. Dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah!” (QS. al-Mudatsir: 1-7).

Sejak saat itu Rasulullah yang mulia memulai lembaran hidup baru yang penuh berkah dan bersusah payah. Beliau katakan kepada sang istri yang beriman, bahwa masa untuk tidur dan bersenang-senang telah habis. Khadijah r.a. turut mendakwahkan Islam di samping suaminya -semoga shalawat dan salam terlimpahkan kepada beliau-. Di antara buah yang pertama adalah Islamnya Zaid bin Haritsah dan juga keempat putrinya semoga Allah meridhai mereka seluruhnya.

Mulailah ujian yang keras menimpa kaum muslimin dengan berbagai macam bentuknya, akan tetapi Khadijah berdiri kokoh bak sebuah gunung yang tegar kokoh dan kuat. Beliau wujudkan firman Allah Ta’ala:

“Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, “Kami beriman’, sedangkan mereka tidak diuji lagi?” (QS. al-Ankabut: 1-2).

Allah memilih kedua putranya yang bernama Abdullah dan al-Qasim untuk menghadap Allah tatkala keduanya masih kanak-kanak, sedangkan Khadijah tetap bersabar. Beliau juga melihat dengan mata kepalanya bagaimana syahidah pertama dalam Islam yang bernama Sumayyah tatkala menghadapi sakaratul maut karena siksaan para thaghut hingga jiwanya menghadap sang Pencipta dengan penuh kemuliaan.

Beliau juga harus berpisah dengan putri dan buah hatinya yang bernama Ruqayyah istri dari Utsman bin Affan r.a. karena putrinya hijrah ke negeri Habsyah untuk menyelamatkan diennya dari gangguan orangorang musyrik. Beliau menyaksikan dari waktu ke waktu yang penuh dengan kejadian besar dan permusuhan, akan tetapi tidak ada istilah putus asa bagi seorang mujahidah. Beliau melaksanakan setiap saat apa yang difirmankan oleh Tabaraka wa Ta’ala:

“Kamu sungguh-sungguh akan diuji terhadap hartamu dan dirimu. Dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orangorang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertakwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan.” (QS. Ali Imran: 186).

Sebelumnya, beliau juga telah menyaksikan seluruh kejadian yang menimpa suaminya al-Amin ash-Shadiq yang mana beliau berdakwah di jalan Allah, namun beliau menghadapi segala musibah dengan kesabaran. Semakin bertambah berat ujian semakin bertambahlah kesabaran dan kekuatannya. Beliau campakkan seluruh bujukan kesenangan dunia yang menipu yang hendak ditawarkan dengan akidahnya. Pada saat-saat itu beliau bersumpah dengan sumpah yang menunjukkan keteguhan dalam menetapi kebenaran yang belum pernah dikenal orang sebelumnya dan tidak bergeming dari prinsipnya walau selangkah semut. Beliau bersabda:

“Demi Allah wahai paman, seandainya mereka mampu meletakkan matahari di tangan kananku dan bulan di tangan kiriku agar aku meninggalkan urusan dakwah ini, maka sekaIi-kall aku tidak akan meninggalkannya hingga Allah memenangkannya atau aku yang binasa karenanya.”

Begitulah sayyidah mujahidah tersebut telah mengambil suaminya Rasulullah SAW sebagai contoh yang paling agung dan tanda yang paling nyata tentang keteguhannya di atas iman. Oleh karena itu kita mendapatkan tatkala orang-orang Quraisy mengumumkan pemboikotan mereka kepada kaum muslimin untuk menekan dalam bidang politik, ekonomi, dan kemasyarakatan dan mereka tulis naskah pemboikotan tersebut kemudian mereka tempel pada dinding Ka’bah. Khadijah tidak ragu untuk bergabung dengan kaum muslimin bersama dengan kaumnya Abu Thalib dan beliau tinggalkan kampung halaman tercinta untuk menempa kesabaran selama tiga tahun bersama Rasul dan orang-orang yang menyertai beliau menghadapi beratnya pemboikotan yang penuh dengan kesusahan, dan menghadapi kesewenang-wenangan para penyembah berhala. Hingga berakhirlah pemboikotan yang telah beliau hadapi dengan iman, tulus dan tekad baja tak kenal lelah. Sungguh Sayyidah Khadijah telah mencurahkan segala kemampuannya untuk menghadapi ujian tersebut di saat berumur 65 tahun. Selang enam bulan setelah berakhirnya pemboikotan itu wafatlah Abu Thalib, kemudian menyusul pula seorang mujahidah yang sabar semoga Allah meridhai beliau, yakni tiga tahun sebelum hijrah.

 

Dengan wafatnya Khadijah maka meningkatlah musibah yang Rasul hadapi. Karena bagi Rasulullah SAW, Khadijah adalah teman yang tulus dalam memperjuangkan lslam.

Begitulah nafsul muthmainnah telah pergi menghadap Rabb-Nya setelah sampai pada waktu yang telah ditetapkan, setelah beliau berhasil menjadi teladan terbaik dan paling tulus dalam berdakwah di jalan Allah dan berjihad di jalan-Nya. Dalam hubungannya beliau menjadi seorang istri yang bijaksana, maka beliau mampu meletakkan urusan sesuai dengan tempatnya, dan mencurahkan segala kemampuannya untuk mendatangkan keridhaan Allah dan Rasul-Nya. Karena itulah beliau berhak mendapatkan salam dari RabbNya, dan mendapat kabar gembira dengan rumah di surga yang terbuat dari emas, tidak ada kesusahan di dalamnya dan tidak ada pula keributan di dalamnya. Karena itu pula Rasulullah bersabda:

“Sebaik-baik wanita adalah Maryam binti Imran, sebaik-baik wanita adalah Khadijah binti Khuwailid.”

Ya Allah ridhailah Khadijah binti Khuwailid, as-Sayyidah ath-Thahirah. Seorang istri yang setia dan tulus, mukminah mujahidah di jalan diennya dengan seluruh apa yang dimilikinya dari perbendaharaan dunia. Semoga Allah memberikan balasan yang paling baik karena jasajasanya terhadap Islam dan kaum muslimin. [WARDAN/DR]

Sumber: Mereka adalah Para Sahabiyat – Kisah-kisah Wanita yang menakjubkan yang belum pernah tertandingi hingga hari ini.

[1] Lihat as-Sirah oleh Ibnu Hisyam (I/202) dan seterusnya.

[2] Ibid, (I/249)

[3] Ibid, (I/250)

[4] Lihat as-Sirah (I/253), dan tarikh ath-thabari (II/205), juga dalam al-Ishabah (VIII/200)

[5] Lihat as-Sirah (I/253), Tarikh Ath-Thabari (II/206), Hadits ini diriwayatkan dalam ash-Shahihain dari Hadits ‘Aisyah ra, Imam al-Bukhari meriwayatkan pada permulaan Kitabul Wahyi (I/3). Dikeluarkan pula oleh Muslim kitab: Al0Iman, bab: Tentang Permulaan Wahyu (Bad’ul Wahyu) (I/139)

[6] Ash-Shirah AN-Nabawiyah oleh Ibnu Hisyam (I/257)

Kuat Dan Sehat, Ini Dia 6 Manfaat Mempelajari Beladiri

Kobaran Semangat Santri Dalam Pagelaran All Star Show