Tampilkan postingan dengan label 2018 at 09:49PM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2018 at 09:49PM. Tampilkan semua postingan

Rabu, 31 Oktober 2018

Penyesalan Dan Memohon Ampun Adalah Anugrah Allah.

Dua sifat Allah yang paling sering diulang dalam Al-Qur`an adalah “Maha Pengasih” dan “Maha Penyayang”. Allah benar-benar menyayangi hamba-hamba-Nya dan tidak menghukum mereka secara langsung atas dosa-dosa mereka,

“Jikalau Allah menghukum manusia karena kezalimannya, niscaya tidak akan ditinggalkan-Nya di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang melata, tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) mendahulukannya.” (an-Nahl: 61)

Dengan menangguhkan hukuman, Dia memberi waktu kepada orang yang berbuat salah untuk memohon ampun dan bertobat. Tidak peduli betapa besar dosa yang ia lakukan, ia selalu mendapat kesempatan untuk dimaafkan jika bertobat dan berbuat kebaikan,

“Apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami itu datang kepadamu, maka katakanlah, „Salaamun „alaikum. Tuhanmu telah menetapkan atas diri-Nya kasih sayang, (yaitu) bahwasanya barangsiapa yang berbuat kejahatan di antara kamu lantaran kejahilan, kemudian ia bertobat setelah mengerjakannya dan mengadakan perbaikan, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’” (al-An‟aam: 54)

Tobat juga berarti permohonan dukungan dan kekuatan dari Allah untuk membantu orang yang bersalah agar tidak mengulangi perbuatan salah yang sama. Bentuk Tobat yang diterima Allah adalah yang diikuti dengan perbuatan-perbuatan baik,

“Dan orang yang bertobat dan mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya dia bertobat kepada Allah dengan tobat yang sebenar-benarnya.” (al-Furqaan: 71)

Terkadang seseorang bisa saja melakukan dosa yang sama karena bujukan nafsunya, bahkan setelah bertobat. Akan tetapi, hal ini bukanlah alasan baginya untuk tidak bertobat. Dia bisa bertobat karena kesalahan-kesalahan sepanjang hidupnya. Harus diingat pula bahwa tobat seseorang tidak akan diterima ketika kematian telah datang menjemput dan ia mulai melihat nasibnya di hari kemudian.

“Sesungguhnya, tobat di sisi Allah hanyalah tobat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertobat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah tobatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.” (an-Nisaa`: 17)

Kamis, 25 Oktober 2018

Rutinitas Kamis Malam, Pidato 3 Bahasa

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh

Kamis malam 25 Oktober 2018 seperti biasa rutinitas para santri kembali berjalan. selepas selesai sholat Magrib berjamaah, bersama-sama membaca Surah Yasin dan mengambil makan malam yang kebetulan saat itu orek tempe menjadi lauk utama di dapur.

Pondok Pesantren Tahfizh Al-Quran di sela-sela santrinya menghafal Al-Quran memahami mempelajari dan mengamalkannya mereka juga diajarkan beberapa keahlian yang lainnya. Pada malam hari ini yang sedang diadakannya kegiatan pidato ataupun biasa disebut istilah santrinya muhadhoroh

Klub muhadhoroh Pasukan Allah atau disingkat Pallah, mendapat kewenangan penuh atas semaraknya pidato pada malam hari.

Klub yang diketuai oleh Sabil Muhammad menyampaikan pidatonya dengan 3 bahasa bahasa Indonesia disampaikan oleh Abi Zahdan santri kelas 2 TMI dengan bertemakan “shalat”. Dalam pidatonya ia menyampaiakan beberapa poin penting tenteng dasar-dasar perintah sholat

وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱرْكَعُوا۟ مَعَ ٱلرَّٰكِعِينَ

 

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.

 

  1. Al-Baqarah [2] : 83

وَإِذْ أَخَذْنَا مِيثَٰقَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ لَا تَعْبُدُونَ إِلَّا ٱللَّهَ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَانًا وَذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَقُولُوا۟ لِلنَّاسِ حُسْنًا وَأَقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتُوا۟ ٱلزَّكَوٰةَ ثُمَّ تَوَلَّيْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِّنكُمْ وَأَنتُم مُّعْرِضُونَ

 

Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling.

Kemudian pidato yang disampaikan oleh Arif Rahman santri kelas 3 TMI  dengan berbahasa Arab dengan bertemakan Haji rukun islam yang terakhir. Adapun beberapa poin penting yang disampaikan adalah

  1. Firman Allah QS. Al-Imran: 97

 

وَلِلَّهِ عَلىَ النَّاسِ حِجُّ البَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ اللهَ غَنِيٌّ عَنِ العَالَمِيْنَ

Artinya : “..Mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta”

 

  1. Firman Allah QS. Al-Hajj ayat 27-28

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجَالاً وَعَلىَ كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ(27) لِيَشْهَدُواْ مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُواْ اسْمَ اللهِ فِيْ أَيَّامٍ مَّعْلُوْمَاتٍ عَلىَ مَا رَزَقَهُمْ مِّنْ بَهِيْمَةِ الأَنْعَامِ

Artinya : “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari yang telah ditentukan atas rezeki yang Allah telah berikan kepada mereka berupa binatang ternak”.

Pidato yang ketiga disampaikan oleh ketua kelompok Pasukan Allah atau Pallah dengan berbahasa inggris yang bertema tentang keilmuan dalam Al Quran. Poin-poin penting yang disampaikan oleh Sabil Nuhannad adalah sebagai berikut

  1. Hadits “Keutamaan Mempelajari Al Qur’an”

خَـيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْاآنَ وَعَلَّمَهُ

Artinya : ”Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya”. (HR. Bukhari)

  1. Hadits “Keutamaan Membaca Al Qur’an”

إِقْرَؤُالْقُرْاآنَ، فَإِنَّهُ يَأْتِيْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيْعًا لِأَصْحَابِهْ

Artinya : ”Bacalah kamusekalian Al Qur’an, karena sesungguhnya Al Qur’an itu akan datang pada Hari Kiamat sebagai penolong bagi para pembacanya”. (HR. Ahmad dan Muslim)

Beginilah kegiatan santri di pondok pesanten tahfizh yang masih berumur 10 bulan. Dengan fasilitas seadanya tapi tetao para santri menjalaninya dengan penuh semangat. Semoga bermanfaat.( dn13/ghofur)