Tampilkan postingan dengan label 2018 at 08:56PM. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label 2018 at 08:56PM. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 17 November 2018

Abad Qur’ani Abad Astronomi

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh

Baru baru pada abad ini, makin banyak ilmuwan ilmuwan melakukan penelitian tentang astronomi luar angkasa. Tatkala merujuk kepada matahari dan bulan di dalam Al Qur’an, ditegaskan bahwa masing-masing bergerak dalam orbit atau garis edar tertentu.

“Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya.” (Al Qur’an, 21:33)

Disebutkan pula dalam ayat yang lain bahwa matahari tidaklah diam, tetapi bergerak dalam garis edar tertentu:

“Dan matahari berjalan di tempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (Al Qur’an, 36:38)

Fakta-fakta yang disampaikan dalam Al Qur’an ini telah ditemukan melalui pengamatan astronomis di zaman kita. Menurut perhitungan para ahli astronomi, matahari bergerak dengan kecepatan luar biasa yang mencapai 720 ribu km per jam ke arah bintang Vega dalam sebuah garis edar yang disebut Solar Apex. Ini berarti matahari bergerak sejauh kurang lebih 17.280.000 kilometer dalam sehari. Bersama matahari, semua planet dan satelit dalam sistem gravitasi matahari juga berjalan menempuh jarak ini. Selanjutnya, semua bintang di alam semesta berada dalam suatu gerakan serupa yang terencana.

Sebagaimana komet-komet lain di alam raya, komet Halley, sebagaimana terlihat di atas, juga bergerak mengikuti orbit atau garis edarnya yang telah ditetapkan. Komet ini memiliki garis edar khusus dan bergerak mengikuti garis edar ini secara harmonis bersama-sama dengan benda-benda langit lainnya.

Keseluruhan alam semesta yang dipenuhi oleh lintasan dan garis edar seperti ini, dinyatakan dalam Al Qur’an sebagai berikut:

“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan.” (Al Qur’an, 51:7)

Terdapat sekitar 200 milyar galaksi di alam semesta yang masing-masing terdiri dari hampir 200 bintang. Sebagian besar bintang-bintang ini mempunyai planet, dan sebagian besar planet-planet ini mempunyai bulan. Semua benda langit tersebut bergerak dalam garis peredaran yang diperhitungkan dengan sangat teliti. Selama jutaan tahun, masing-masing seolah “berenang” sepanjang garis edarnya dalam keserasian dan keteraturan yang sempurna bersama dengan yang lain. Selain itu, sejumlah komet juga bergerak bersama sepanjang garis edar yang ditetapkan baginya.

Semua benda langit termasuk planet, satelit yang mengiringi planet, bintang, dan bahkan galaksi, memiliki orbit atau garis edar mereka masing-masing. Semua orbit ini telah ditetapkan berdasarkan perhitungan yang sangat teliti dengan cermat. Yang membangun dan memelihara tatanan sempurna ini adalah Allah, Pencipta seluruh sekalian alam.

Garis edar di alam semesta tidak hanya dimiliki oleh benda-benda angkasa. Galaksi-galaksi pun berjalan pada kecepatan luar biasa dalam suatu garis peredaran yang terhitung dan terencana. Selama pergerakan ini, tak satupun dari benda-benda angkasa ini memotong lintasan yang lain, atau bertabrakan dengan lainnya. Bahkan, telah teramati bahwa sejumlah galaksi berpapasan satu sama lain tanpa satu pun dari bagian-bagiannya saling bersentuhan.

Dapat dipastikan bahwa pada saat Al Qur’an diturunkan, manusia tidak memiliki teleskop masa kini ataupun teknologi canggih untuk mengamati ruang angkasa berjarak jutaan kilometer, tidak pula pengetahuan fisika ataupun astronomi modern. Karenanya, saat itu tidaklah mungkin untuk mengatakan secara ilmiah bahwa ruang angkasa “dipenuhi lintasan dan garis edar” sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Akan tetapi, hal ini dinyatakan secara terbuka kepada kita dalam Al Qur’an yang diturunkan pada saat itu: karena Al Qur’an adalah firman Allah.

Semoga bermanfaat.(dn13/ghofur)

Minggu, 11 November 2018

Apa Tujuan Diadakannya Muasabaqah Hifzhil Quran

Kegiatan Musabaqah Hifzhil Quran Ke-4 tingkat Asean yang diikuti 200-an hafidz dan hafidzoh diadakan di Pondok Pesantren Darunnajah Ulujami, Jakarta Sabtu 11/2018.

Dalam kegiatan ini diharapkan dapat terangkai menjadi sebuah persembahan yang dapat mencapai target-target (harapan-harapan) sebagai berikut :

1. Menumbuhkan dan memacu semangat menghafal dan mempelajari Al-Quran Al-Karim

2. Menjalin ikatan ukhuwah Islamiyah satu sama lain

3. Meningkatkan pemahaman, penghayatan dan pengamalanisi kandungan Al-Qur’an.

Syiar dan dakwah tentang membumikan Al qur’an adalah tujuan utama dari pelaksaan Musabaqah Hifzhil Quran, hal tersebut harus menjadi nafas serta sebagai pegangan hidup yang hakiki dan menjadi kepribadian masyarakat. Karenanya, hakekat, makna, dan tujuan Musabaqah Hifzhil Quran dipegang teguh, sehingga Al qur’an diresapi, dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Senin, 29 Oktober 2018

9 Kebiasaan Buruk Yang Harus Ditinggalkan Oleh Fotografer

Kebayakan fotografer pemula lebih enggan mengupload hasil foto mereka ke media social dikarenakan ketidak percayaan dengan apa yang telah dihasilkan-nya. Nah oleh  karena itu, kapan skill kita akan meningkat kalau tidak di asah sama sekali. Untuk Fotografer pemula seperti saya sebaiknya tak perlu minder dengan hasil yang kita foto, itung-itung saja itu adalah hasil foto yang akan membawa kita menuju  Fotografer profesional. Jika kita ingin menjadi professional kita harus membuang semua kebiasaan buruk walaupun itu sulit dilakukan tetapi kalau tidak dibuang kapan kita akan maju skill kita.

Berikut ini adalah kebiasaan buruk yang harus kita tinggalkan jauh jauh :

Suka iri dengan Gear Fotografer lain

Kalian boleh iri dalam artian ingin mempunyai barang seperti itu, tetapi jangan di jadikan alasan buat kalian untuk tidak mau berusaha meningkatkan kemampuan kalian, itu semua hal yang salah.

Menyalahkan kamera dan lensa kalau hasil foto kurang bagus

Hal ini juga pernah meyerang saya sendiri dimana terkadang kalau hasilnya kurang bagus saya akan menyalahkan kamera dan lensa yang saya gunakan. Saya baru menyadari itu semua bukan karena kamera dan lensa yang saya gunakan namun kemungkinan besar karena kemampuan saya memotret itu belum baik, jadi bagi kalian yang pemula jangan menyalah kan kamera dan lesan kalian ya… kalau hasilnya kurang memuaskan kalian tetap belajar biar hasil nya juga meningkat dan baik. Tetap semangat…….

Tidak mau belajar hal yang baru

Terkadang kita sudah merasakan sudah cukup dengan hasil yang menurut mereka sudah bagus atau standar. Namun bagi orang lain belum tentu, tetapi anehnya kalian tidak mau mencoba hal baru tersebut. Padahal teknologi fotografi yang selalu berubah setiap waktu kalau kita tidak mau belajar lagi foto kita tidak akan berkembang hasil foto kita. Kata nya ingin profesional tapi gak mau mencoba hal baru….. jangan berharap jadi profesional kalau seperti itu.

Terlalu mengandalkan lensa zoom tanpa mau bergerak mendekat

Memang kebayakan orang agak malas mengambil foto objek dekat lebiih memilih menggunakan lensa zoom aja. Menurut saya kalau kalian seperti itu kalian belum merasakan sensasinya memotret objek dengan dekat itu sangat seru, memang awal agak gerogi dan takut dibilang tak sopan tetapi lama kelamaan kalian tidak akan merasakn seperti lagi orang-orang pun sudah paham sama fotografer yang mengambil foto dengan dekat malahan mereka akan tersenyum. Jadi buat kalian harus mencoba sensasi memotret tanpa lensa zoom….

Berfikir foto yang bagus pasti foto editan

Sebenernya foto yang hasilnya bagus itu memang terlihat bagus dari awal tanpa editan dan ketika ditambahkan dengan editan foto tersebut ya nambah bagus saja dari pada aslinya. Kalau kalian berfikiran kalau foto bagus itu hasil editan itu salah sekali karena sebenernya foto itu bagus karena dari awalnya sudah bagus…

Tidak (mau) menguasai peralatan sendiri (malas baca buku manual)

Jika kalian ingin jago memotret, hal yang palinng sederhana yang kalian bisa kalian mulai adalah dengan membaca buku manual kamera kamu. Kuasai setiap pengaturan kamera yang ada, jangan sampai hanya sekedar untuk memunculkan pop up flash saja yang kalian tau.

Tidak mau bergabung dengan komunitas

Yang kalian harus inget , Komunitas Fotografer adalah salah satu cara meningkatkan kemampuan kalian secara mudah dan cepat. Kenapa seperti itu, karena di komunitas kalian bisa bertanaya kepada orang yang prefesioanal  sehingga kalian dapat bertambah ilmunya bukan hanya itu saja kalian juga bisa bertukar ilmu denagn orang lain. Jadi kalian harus ikut komonitas fotografer yang ada di daerah kalian ya….

Terlalu focus mengedit foto

Kalian harus mengingat nya kalau foto natural jauh lebih menarik ketimbang dengan menambahkan berbagai motode editing yang rumit.

Tak mau memotret dengan RAW karena repot mengedit

Mungkin kebalikan dengan poin sebelumnya, ada beberapa fotografer yang gara-gara tak mau repot mengedit, jadi dia menggunakan file RAW. Padahal dengan file RAW kalian bisa mendapatkan kualitas yang jauh lebihi baik.

Jadi bagi kalian yang ingin menjadi fotografer profesional kalian harus membuang kebiasan buruk tersebut dan tetap semangat buat menghasil kan hasil hasil yang bagus dan menarik perhatian untuk orang lain. Semoga bermanfaat buat kalian. Kita saling belajar disini jika ada pendapat lain kalian bisa memakai nya untuk kalian masing-masing. GOOD LUCK…. Tetap Semangat…..

(hwatihera99/Wardan)